Ad Placeholder Image

Apa Penyebab Mata Merah dan Berair? Kenali Faktanya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   06 Mei 2026

Apa Penyebab Mata Merah dan Berair? Ini Jawabannya!

Apa Penyebab Mata Merah dan Berair? Kenali Faktanya!Apa Penyebab Mata Merah dan Berair? Kenali Faktanya!

Apa Penyebab Mata Merah dan Berair? Kenali Pemicu dan Penanganannya

Mata merah dan berair adalah kondisi umum yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman serta mengganggu aktivitas sehari-hari. Sensasi perih, gatal, atau pandangan kabur sering menyertai gejala ini.

Meskipun seringkali tidak serius, kondisi ini bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan yang memerlukan perhatian.

Penyebab mata merah dan berair sangat bervariasi, mulai dari iritasi ringan hingga infeksi atau kondisi medis serius.

Definisi Mata Merah dan Berair

Mata merah, atau hiperemia konjungtiva, terjadi ketika pembuluh darah kecil di permukaan mata melebar dan menjadi lebih terlihat.

Ini adalah respons tubuh terhadap iritasi, peradangan, atau infeksi. Sementara itu, mata berair adalah produksi air mata berlebihan, yang bisa disebabkan oleh mekanisme pertahanan alami mata untuk membersihkan iritan atau sebagai respons terhadap kondisi tertentu.

Gejala yang Menyertai

Selain mata yang tampak merah dan mengeluarkan air, beberapa gejala lain dapat muncul tergantung pada penyebabnya. Gejala tersebut meliputi rasa gatal, perih, sensasi seperti ada benda asing di mata, sensitivitas terhadap cahaya (fotofobia), pembengkakan kelopak mata, atau bahkan keluarnya nanah jika ada infeksi bakteri.

Kadang kala, penglihatan juga dapat menjadi sedikit buram.

Penyebab Mata Merah dan Berair

Mata merah dan berair dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari yang ringan hingga yang memerlukan penanganan medis segera. Berikut adalah beberapa penyebab umum:

  • Alergi
    Paparan alergen seperti debu, serbuk sari, bulu hewan, atau tungau dapat memicu reaksi alergi pada mata. Respons ini menyebabkan peradangan pada mata, ditandai dengan mata merah, gatal, dan berair.
  • Iritasi Ringan
    Faktor lingkungan seperti asap rokok, polusi udara, debu, angin, atau penggunaan lensa kontak terlalu lama dapat mengiritasi mata. Iritasi ini memicu mata menjadi merah dan berair sebagai mekanisme perlindungan.
  • Konjungtivitis (Mata Merah)
    Ini adalah peradangan pada konjungtiva, selaput bening yang melapisi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata.

Jenis Konjungtivitis

  • Konjungtivitis Virus
    Seringkali disebabkan oleh virus yang sama dengan flu biasa, bersifat sangat menular. Gejala meliputi mata merah, berair, dan bisa disertai dengan pilek atau sakit tenggorokan.
  • Konjungtivitis Bakteri
    Disebabkan oleh infeksi bakteri, kondisi ini biasanya disertai dengan mata merah, berair, dan keluarnya cairan kental berwarna kuning atau hijau (nanah).
  • Kondisi Medis Serius
    Dalam beberapa kasus, mata merah dan berair dapat menjadi tanda kondisi yang lebih serius dan memerlukan penanganan segera oleh dokter mata.

Contoh Kondisi Serius

  • Glaukoma Akut
    Peningkatan tekanan cairan di dalam mata secara tiba-tiba. Kondisi ini dapat menyebabkan mata merah, nyeri hebat, penglihatan kabur, dan lingkaran cahaya di sekitar lampu.
  • Uveitis
    Peradangan pada lapisan tengah mata (uvea), dapat menyebabkan mata merah, nyeri, sensitivitas terhadap cahaya, dan penurunan penglihatan.
  • Keratitis
    Peradangan pada kornea mata, seringkali akibat infeksi. Gejala termasuk mata merah, nyeri, penglihatan kabur, dan mata berair.

Kapan Harus ke Dokter?

Penting untuk segera mencari pertolongan medis jika mata merah dan berair disertai dengan gejala serius. Gejala ini seperti nyeri hebat, penurunan penglihatan mendadak, melihat lingkaran cahaya di sekitar lampu, atau jika mata mengeluarkan nanah.

Konsultasi dengan profesional kesehatan juga diperlukan jika gejala tidak membaik setelah beberapa hari atau semakin parah.

Pengobatan Mata Merah dan Berair

Pengobatan akan bergantung pada penyebab yang mendasari. Untuk alergi, dokter dapat meresepkan tetes mata antihistamin. Infeksi virus biasanya membaik dengan sendirinya, sedangkan infeksi bakteri memerlukan tetes mata antibiotik.

Dalam kasus iritasi, penggunaan tetes mata pelembap atau air mata buatan dapat membantu. Kondisi serius seperti glaukoma akut atau uveitis memerlukan penanganan khusus dari dokter mata.

Pencegahan Mata Merah dan Berair

Beberapa langkah dapat dilakukan untuk mengurangi risiko mata merah dan berair. Menghindari pemicu alergi, menjaga kebersihan tangan, dan tidak menyentuh mata secara berlebihan adalah tindakan penting.

Bagi pengguna lensa kontak, pastikan untuk membersihkan dan mengganti lensa sesuai petunjuk. Lindungi mata dari paparan iritan seperti asap atau debu dengan menggunakan kacamata pelindung.

Kesimpulan

Mata merah dan berair adalah gejala umum yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari alergi dan iritasi hingga infeksi seperti konjungtivitis atau kondisi serius seperti glaukoma akut dan uveitis. Memahami penyebabnya sangat penting untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Jika mengalami mata merah dan berair yang persisten atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan dengan dokter. Mendapatkan diagnosis akurat dan penanganan yang tepat waktu dapat mencegah komplikasi lebih lanjut. Untuk informasi lebih lanjut atau konsultasi medis, bisa didapatkan melalui aplikasi Halodoc.