Ad Placeholder Image

Apa Penyebab Mata Perih? Jangan Panik, Ini Solusinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   29 April 2026

Apa Penyebab Mata Perih? Ini Dia Biang Keroknya!

Apa Penyebab Mata Perih? Jangan Panik, Ini SolusinyaApa Penyebab Mata Perih? Jangan Panik, Ini Solusinya

Ringkasan Singkat Mata Perih

Mata perih adalah kondisi umum yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari iritasi ringan hingga kondisi medis tertentu. Seringkali, penyebabnya adalah mata kering akibat kurangnya produksi air mata atau penguapan yang berlebihan, seperti saat menatap layar gadget terlalu lama. Sensasi perih ini bisa disertai dengan mata merah, gatal, terasa seperti ada pasir, dan terkadang penglihatan kabur.

Apa Itu Mata Perih?

Mata perih merupakan sensasi tidak nyaman pada mata yang bisa digambarkan sebagai rasa menyengat, terbakar, atau teriritasi. Kondisi ini dapat muncul secara tiba-tiba atau berkembang secara bertahap, memengaruhi satu atau kedua mata. Tingkat keparahan rasa perih bisa bervariasi dari ringan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Gejala Penyerta Mata Perih

Selain rasa perih, ada beberapa gejala lain yang sering menyertai kondisi ini. Pengguna mungkin merasakan mata kering, kemerahan, atau gatal. Ada juga sensasi seperti ada benda asing atau pasir di dalam mata. Beberapa individu bisa mengalami peningkatan sensitivitas terhadap cahaya (fotofobia) atau penglihatan yang sedikit kabur.

Keluarnya air mata berlebihan atau kotoran mata juga dapat menjadi indikasi. Gejala-gejala ini membantu mengidentifikasi penyebab dasar mata perih.

Apa Penyebab Mata Perih yang Umum?

Banyak faktor yang dapat menyebabkan mata perih. Pemahaman akan penyebabnya sangat penting untuk menentukan penanganan yang tepat. Berikut adalah beberapa penyebab utama yang sering ditemukan:

  • Mata Kering (Sindrom Mata Kering)
  • Ini adalah salah satu penyebab paling umum. Mata kering terjadi ketika mata tidak memproduksi air mata yang cukup atau air mata menguap terlalu cepat. Faktor pemicunya meliputi penggunaan gadget berlebihan yang mengurangi frekuensi berkedip, paparan AC atau kipas angin, kurang tidur, dan penuaan. Kurangnya pelumasan membuat permukaan mata tidak terlindungi dengan baik, memicu iritasi dan rasa perih.

  • Iritasi Lingkungan
  • Mata dapat menjadi perih akibat kontak dengan iritan di lingkungan. Contohnya adalah debu, asap rokok, polusi udara, klorin dari air kolam renang, atau bahan kimia tertentu. Partikel asing atau zat kimia ini dapat mengiritasi selaput mata dan menimbulkan sensasi terbakar.

  • Alergi Mata (Konjungtivitis Alergi)
  • Reaksi alergi terhadap alergen seperti serbuk sari, bulu hewan, tungau debu, atau kosmetik dapat menyebabkan mata perih, gatal, merah, dan berair. Sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap zat yang tidak berbahaya, memicu peradangan pada mata.

  • Infeksi Mata
  • Infeksi bakteri atau virus, seperti konjungtivitis (mata merah), adalah penyebab serius mata perih. Selain perih, infeksi sering disertai dengan mata merah, bengkak, keluarnya kotoran mata, dan rasa tidak nyaman yang signifikan. Penting untuk segera mencari penanganan medis jika diduga ada infeksi.

  • Mata Lelah (Asthenopia)
  • Menatap layar komputer atau gadget dalam waktu lama, membaca dalam pencahayaan kurang, atau melakukan aktivitas yang membutuhkan fokus visual intens dapat menyebabkan mata lelah. Kondisi ini sering kali menimbulkan rasa perih, sakit kepala ringan, dan penglihatan kabur sementara. Penggunaan gadget berlebihan adalah penyebab utama mata perih karena mata jarang berkedip, mengakibatkan permukaan mata kering.

  • Penggunaan Lensa Kontak
  • Penggunaan lensa kontak yang tidak tepat, kebersihan yang buruk, atau lensa yang sudah kedaluwarsa dapat menyebabkan iritasi dan mata perih. Lensa kontak juga dapat memperparah kondisi mata kering jika tidak digunakan dengan benar.

Pencegahan Mata Perih

Beberapa langkah pencegahan dapat membantu mengurangi risiko mata perih. Menjaga hidrasi tubuh dengan minum air yang cukup penting untuk kesehatan air mata. Menggunakan pelembap udara di ruangan ber-AC dapat membantu mengurangi kekeringan udara.

Saat menggunakan gadget, terapkan aturan 20-20-20: setiap 20 menit, istirahatkan mata dengan melihat objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik. Pastikan pencahayaan cukup saat membaca atau bekerja. Hindari paparan langsung dengan asap rokok, debu, atau alergen yang diketahui memicu iritasi.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Mata?

Meskipun mata perih seringkali dapat diatasi dengan penanganan mandiri, ada kondisi di mana konsultasi medis diperlukan. Jika mata perih disertai dengan nyeri hebat, penurunan penglihatan mendadak, melihat kilatan cahaya, keluarnya kotoran mata berwarna, atau jika kondisi tidak membaik setelah beberapa hari, segera cari bantuan medis.

Dokter spesialis mata dapat melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mendiagnosis penyebabnya dan merekomendasikan penanganan yang tepat, termasuk resep obat tetes mata atau terapi lainnya. Penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

Rekomendasi Medis Praktis di Halodoc

Untuk mengatasi mata perih yang disebabkan oleh mata kering atau kelelahan, penggunaan tetes mata pelembap (air mata buatan) yang dijual bebas dapat memberikan kelegaan sementara. Pastikan memilih produk tanpa pengawet jika penggunaannya sering.

Apabila rasa perih berlanjut atau memburuk, jangan ragu untuk menggunakan aplikasi Halodoc untuk konsultasi dengan dokter spesialis mata. Melalui Halodoc, pengguna dapat berkonsultasi secara daring untuk mendapatkan saran profesional mengenai gejala yang dialami dan langkah penanganan yang sesuai. Dokter dapat memberikan rekomendasi produk atau resep yang tepat setelah evaluasi awal.