• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa Saja Komplikasi yang Bisa Disebabkan Sakit Pinggang?

Apa Saja Komplikasi yang Bisa Disebabkan Sakit Pinggang?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Kata siapa sakit pinggang hanya dimonopoli oleh para lansia saja? Faktanya, banyak orang-orang yang berada di usia produktif mengalami kondisi ini. Alasannya berbagai macam, mulai dari posisi duduk yang keliru, jarang berolahraga, duduk terlalu lama saat bekerja, mengangkat beban terlalu berat, hingga mengidap penyakit tertentu. 

Ketika sakit pinggang menyerang, maka pengidapnya bisa merasakan nyeri yang menjalar dari pinggang ke bokong sampai kaki. Selain itu, sakit pinggang juga bisa membuat pengidapnya sukar bergerak, dan berdiri tegak karena rasa nyeri di bagian pinggang.

Hati-hati, sakit pinggang yang dibiarkan tanpa penanganan bisa memicu masalah lainnya. Lantas, apa saja komplikasi sakit pinggang yang perlu diwaspadai? Lalu, bagaimana cara mengatasi sakit pinggang? Apa saja sih obat sakit pinggang untuk yang bisa digunakan pengidapnya? 

Baca juga: Sakit Pinggang Sebelah Kiri Tanda Masalah Ginjal, Benarkah?

Komplikasi Sakit Pinggang

Komplikasi sakit pinggang bisa beragam, hal ini bergantung pada penyakit, kelainan, atau kondisi yang mendasarinya. Kabar baiknya, sebagian besar kasus sakit pinggang dapat diatasi atau diminimalkan dengan terapi fisik, tindakan perawatan diri dasar, dan rencana perawatan yang diuraikan oleh dokter. 

Pada beberapa kasus, sakit pinggang bisa menjadi kronis dan menimbulkan nyeri atau sakit yang luar biasa, sehingga memengaruhi kualitas hidup pengidapnya. 

Apa saja komplikasi sakit pinggang yang bisa perlu diwaspadai? Nah, berikut beberapa komplikasi sakit pinggang yang bisa dialami pengidapnya. 

  • Tidak bisa menjalankan aktivitas.
  • Bedrest dalam waktu yang lama. Bedrest dalam waktu yang lama juga bisa memicu terjadinya komplikasi baru seperti deep vein thrombosis (DVT). 
  • Nyeri atau ketidaknyamanan kronis.
  • Kerusakan saraf permanen (akibat saraf terjepit), termasuk kelumpuhan.
  • Cacat fisik permanen.
  • Respon fisiologis dan psikologis terhadap nyeri kronis.
  • Kualitas hidup yang buruk.

Tuh, tidak main-main bukan komplikasi sakit pinggang yang bisa dialami pengidapnya? Oleh sebab itu, bila dirimu mengalami sakit pinggang, segeralah temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. 

Kamu bisa kok memeriksakan diri ke rumah sakit pilihan. Sebelumnya, buat janji dengan dokter di aplikasi Halodoc sehingga tidak perlu mengantre sesampainya di rumah sakit.

Baca juga: Sakit Pinggang Sebelah Kiri Tanda Gejala Penyakit Ini

Tips Mencegah Sakit Pinggang 

Mau tahu bagaimana terhindar dari sakit pinggang? Terdapat beragam upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah kondisi ini. Menariknya lagi, cara mencegah sakit pinggang juga terbilang mudah. Nah, berikut ini cara mencegah sakit pinggang yang bisa kamu coba:

  • Olahraga

Cara mencegah sakit pinggang bisa dengan rutin berolahraga. Gabungkan latihan aerobik, seperti berjalan atau berenang, dengan latihan khusus untuk menjaga otot punggung, pinggang, dan perut tetap kuat dan fleksibel.

  • Pelajari teknik mengangkat 

Pastikan untuk mengangkat barang berat dengan tumpuan (kekuatan utama) dari kaki, bukan punggung. Selain itu, hindari membungkuk untuk mengambil sesuatu, jaga punggung tetap lurus dan tekuk lutut.

  • Perhatikan postur tubuh

Postur yang baik bisa mencegah masalah pinggang dan punggung di kemudian hari. Oleh sebab itu, pelajarilah posisi berdiri dan duduk yang benar.

Baca juga: 5 Penyebab Sakit Pinggang Belakang yang Sering Disepelekan

  • Jangan merokok

Kandungan rokok seperti nikotin bisa membuat tulang belakang menua lebih cepat dari biasanya. 

  • Jaga berat badan

Cara mencegah sakit pinggang juga bisa dengan menjaga berat badan agar tetap ideal. Pasalnya, kelebihan berat badan bisa menambah tekanan pada punggung bagian bawah.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, kamu bisa menghubungi dokter ahli kapan saja dan di mana saja. Praktis, kan? 

Referensi:
National Institutes of Health - National Institute of Neurological Disorders and Stroke. Diakses pada 2020. Low Back Pain Fact Sheet
Healthline. Diakses pada 2020. What You Should Know About Low Back Pain
American Academy of Orthopaedic Surgeons. Diakses pada 2020. Low Back Pain.
Healthgrades. Diakses pada 2020. Lower Back Pain