• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa Saja yang Dapat Tingkatkan Risiko Kehamilan Ektopik?

Apa Saja yang Dapat Tingkatkan Risiko Kehamilan Ektopik?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Saat mendapatkan garis dua pada tes kehamilan tentu membuat kamu dan pasangan merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Hal ini menjadi tanda bahwa kamu sedang mengalami kehamilan. Tidak ada salahnya untuk segera periksakan kondisi kesehatan pada dokter kandungan untuk memastikan kehamilan yang kamu jalani dalam keadaan sehat. Berbagai gangguan kesehatan dapat dialami selama menjalani kehamilan, salah satunya adalah kehamilan ektopik.

Baca juga: Ini Fakta Mengenai Kehamilan Ektopik

Saat seseorang mengalami kehamilan ektopik, sel telur yang dibuahi tidak menempel pada rahim, tetapi menempel pada organ lain, seperti tuba falopi, indung telur, leher rahim, hingga pada bagian rongga perut. Tentunya kondisi ini perlu segera ditangani dengan tepat karena berisiko sebabkan perdarahan dan nyeri panggul yang cukup parah. Lalu, apa saja faktor yang dapat memicu seseorang alami kehamilan ektopik? Tidak ada salahnya simak ulasannya di sini.

Inilah Faktor yang Memicu Kehamilan Ektopik

Pada kehamilan normal, sel telur yang telah dibuahi akan menempel pada dinding rahim dan menjalani proses kehamilan dengan baik hingga proses persalinan. Berbeda dengan kondisi kehamilan ektopik, kondisi ini menyebabkan sel telur yang telah dibuahi menempel pada organ lain. Biasanya, sel telur cukup sering menempel pada tuba falopi. Tidak hanya itu, ada beberapa organ tubuh lain yang bisa mengalaminya, seperti indung telur, rongga perut, dan juga leher rahim.

Kehamilan ektopik dapat disebabkan adanya peradangan pada bagian tuba falopi. Namun tidak hanya itu, ketidakseimbangan hormon dan perkembangan abnormal dari sel telur juga dapat memengaruhi kondisi ini. Selain itu, melansir dari The American College of Obstetricians and Gynecologists, ada beberapa faktor yang bisa memicu kehamilan ektopik, seperti:

  1. Pernah mengalami kehamilan ektopik.
  2. Mengalami operasi tuba falopi.
  3. Melakukan operasi perut atau panggul.
  4. Memiliki penyakit menular seksual.
  5. Memiliki penyakit radang panggul.
  6. Endometriosis.
  7. Memiliki kebiasaan merokok.
  8. Usia diatas 35 tahun saat menjalani kehamilan.
  9. Menjalani proses IVF.

Baca juga: Janin Ada di Luar Rahim, Apa Dampaknya?

Itulah beberapa faktor yang dapat memicu seorang wanita mengalami kehamilan ektopik. Tidak ada salahnya untuk menjalani gaya hidup sehat dan mengonsumsi makanan sehat bernutrisi. Tujuannya agar kebutuhan gizi yang dibutuhkan guna menjalani proses kehamilan dapat terpenuhi dengan baik.

Kenali Gejala Awal dari Kehamilan Ektopik

Pada awalnya, kehamilan ektopik tidak memiliki gejala khusus. Kehamilan ektopik akan terdeteksi menyerupai kehamilan yang normal. Saat sel telur yang telah dibuahi menempel di luar rahim, kondisi ini membuat embrio tidak dapat berkembang dengan normal. Kondisi ini yang menyebabkan munculnya gejala, seperti perdarahan ringan dan nyeri panggul yang semakin intens.

Perhatikan saat nyeri panggul dan perdarahan yang kamu alami terasa semakin parah, kondisi ini bisa menjadi tanda perkembangan sel telur dalam tuba falopi. Sel telur yang terus berkembang pada tuba falopi dapat menyebabkan tuba pecah yang berisiko mengakibatkan seseorang alami syok, pingsan, hingga pusing yang sangat ekstrim.

Sebaiknya segera kunjungi rumah sakit terdekat jika kamu mengalami beberapa gejala tersebut untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan dengan USG bisa mendeteksi adanya kehamilan ektopik. Tidak hanya itu, tim medis juga dapat melakukan tes darah guna mengukur hormon hCG dan progesteron. Pada kehamilan ektopik, kedua hormon ini akan lebih rendah dibandingkan kehamilan yang normal.

Baca juga: Inilah Bedanya Hamil Anggur dan Hamil di Luar Kandungan

Kehamilan ektopik perlu penanganan dan jaringan ektopik harus segera diangkat untuk menghindari risiko komplikasi. Ada beberapa pilihan yang bisa digunakan untuk penanganan kondisi ini, seperti operasi laparoskopi, operasi laparotomi, atau suntik methotrexate. Jangan khawatir, mengalami kehamilan ektopik tidak menutup kemungkinan untuk menjalani kehamilan normal selanjutnya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Ectopic Pregnancy.
The American College of Obstetricians and Gynecologists. Diakses pada 2020. Ectopic Pregnancy.
Parents. Diakses pada 2020. Ectopic Pregnancy Symptoms, Causes, and Risk Factors.