Ad Placeholder Image

Apakah Bekicot Boleh Dimakan? Fakta Nutrisi dan Hukumnya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   08 Mei 2026

Apakah Bekicot Boleh Dimakan? Fakta Nutrisi dan Hukum

Apakah Bekicot Boleh Dimakan? Fakta Nutrisi dan HukumnyaApakah Bekicot Boleh Dimakan? Fakta Nutrisi dan Hukumnya

Apakah Bekicot Boleh Dimakan? Tinjauan Nutrisi, Kesehatan, dan Perspektif Agama

Bekicot, atau siput darat, merupakan hidangan yang cukup populer di berbagai budaya dan negara. Namun, pertanyaan mengenai boleh tidaknya bekicot dikonsumsi seringkali muncul, terutama terkait aspek nutrisi, potensi risiko kesehatan, dan hukum agama. Artikel ini akan membahas secara komprehensif apakah bekicot boleh dimakan berdasarkan tinjauan ilmiah dan perspektif keagamaan.

Nilai Nutrisi dan Manfaat Kesehatan Bekicot

Dari sisi nutrisi, bekicot memiliki profil gizi yang menarik dan sering dianggap sebagai sumber protein alternatif. Bekicot kaya akan protein, zat besi, dan kalsium, namun rendah lemak. Kandungan nutrisinya menjadikan bekicot berpotensi memberikan beberapa manfaat kesehatan.

  • Kaya Protein: Protein esensial diperlukan untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, serta mendukung fungsi enzim dan hormon.
  • Sumber Zat Besi: Zat besi berperan penting dalam pembentukan sel darah merah, membantu mencegah anemia defisiensi besi yang dapat menyebabkan kelelahan dan penurunan konsentrasi.
  • Kalsium Tinggi: Kalsium vital untuk kesehatan tulang dan gigi, serta berperan dalam fungsi saraf dan otot yang optimal.
  • Rendah Lemak: Profil rendah lemak menjadikan bekicot pilihan makanan yang baik bagi individu yang ingin menjaga berat badan atau membatasi asupan lemak jenuh.

Selain itu, lendir bekicot telah banyak diteliti dan digunakan dalam produk kosmetik karena sifatnya yang melembapkan kulit. Beberapa penelitian awal juga menunjukkan potensi lendir bekicot dalam membantu penyembuhan luka, meskipun studi lebih lanjut masih diperlukan untuk mengkonfirmasi efektivitasnya secara klinis.

Potensi Risiko Kesehatan saat Mengonsumsi Bekicot

Meskipun memiliki nilai nutrisi, konsumsi bekicot darat juga membawa risiko kesehatan yang serius jika tidak diolah dengan benar. Bekicot darat diketahui dapat menjadi inang perantara bagi parasit cacing, seperti Angiostrongylus cantonensis, yang dikenal sebagai cacing paru-paru tikus.

Infeksi parasit ini pada manusia dapat menyebabkan kondisi neurologis yang berbahaya, termasuk eosinophilic meningitis atau radang selaput otak. Gejala dapat bervariasi mulai dari sakit kepala parah, kaku leher, mual, muntah, hingga gangguan neurologis yang lebih serius. Oleh karena itu, memastikan bekicot dimasak hingga benar-benar matang adalah langkah krusial untuk membunuh parasit dan mencegah penularan penyakit.

Bekicot dalam Perspektif Hukum Islam

Dari perspektif hukum Islam, status kehalalan bekicot menjadi perdebatan di antara para ulama. Mayoritas ulama, termasuk dari mazhab Syafi’i dan Hanafi, serta fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), berpendapat bahwa bekicot hukumnya haram (tidak boleh) untuk dikonsumsi.

Dasar hukum ini umumnya mengacu pada dua hal:

  • Dianggap Menjijikkan (Khabits): Dalam Islam, makanan yang dianggap menjijikkan oleh fitrah manusia yang sehat cenderung diharamkan. Bekicot termasuk dalam kategori ini bagi sebagian besar masyarakat.
  • Termasuk Hewan Hasyarat: Bekicot dikategorikan sebagai hasyarat atau hewan-hewan kecil melata yang umumnya tidak memiliki darah mengalir dan dianggap menjijikkan.

Namun, ada pandangan lain dari sebagian ulama mazhab Maliki yang membolehkan konsumsi bekicot, dengan syarat bekicot tersebut hidup dan dimasak dengan baik. Perbedaan pandangan ini menunjukkan kompleksitas dalam menafsirkan hukum syariat terkait jenis-jenis makanan.

Cara Mengolah Bekicot yang Aman

Bagi individu yang memutuskan untuk mengonsumsi bekicot, terlepas dari pertimbangan agama atau budaya, kehati-hatian dalam pengolahan adalah yang utama. Proses pembersihan dan pemasakan yang tepat sangat penting untuk menghilangkan risiko parasit.

Langkah-langkah yang direkomendasikan meliputi:

  • Pembersihan Menyeluruh: Pastikan bekicot dibersihkan dari lendir dan kotoran. Beberapa cara melibatkan perendaman dalam air garam atau cuka.
  • Pemasakan Sempurna: Bekicot harus dimasak pada suhu tinggi dan dalam waktu yang cukup lama. Proses perebusan, penggorengan, atau pemanggangan hingga daging benar-benar matang dan tidak ada bagian yang mentah adalah keharusan. Ini bertujuan untuk membunuh parasit atau bakteri berbahaya yang mungkin ada.

Kesimpulan dan Rekomendasi Halodoc

Bekicot memang mengandung nutrisi penting seperti protein, zat besi, dan kalsium, serta telah menjadi bagian dari kuliner di berbagai tempat. Namun, konsumsinya membawa risiko serius terkait parasit jika tidak diolah dengan sangat hati-hati dan matang sempurna. Dari sudut pandang agama Islam, mayoritas ulama menganggapnya haram.

Halodoc merekomendasikan agar masyarakat selalu memprioritaskan keamanan pangan. Jika memutuskan untuk mengonsumsi bekicot, pastikan proses pengolahan dilakukan secara higienis dan dimasak hingga benar-benar matang. Apabila mengalami gejala tidak biasa seperti sakit kepala hebat, mual, atau kaku leher setelah mengonsumsi bekicot, segera konsultasikan dengan dokter untuk diagnosis dan penanganan yang tepat.