Gurita bayi masih populer di Indonesia, tapi penggunaannya perlu diperhatikan agar tidak membahayakan Si Kecil.

DAFTAR ISI
- Apa Itu Gurita Bayi?
- Apa Manfaat Gurita Bayi Menurut Kepercayaan Tradisional?
- Apakah Gurita Bayi Aman Menurut Medis?
- Risiko Penggunaan Gurita Bayi Terlalu Ketat
- Alternatif Aman Pengganti Gurita Bayi
- Kesimpulan
Di Indonesia, gurita bayi sudah lama menjadi bagian dari perawatan bayi baru lahir. Banyak orang tua percaya bahwa penggunaan gurita dapat menjaga perut Si Kecil agar tetap hangat dan membantu pusar cepat kering.
Bahkan, beberapa keluarga menganggap gurita bayi penting agar bentuk tubuh bayi terlihat “rapi” dan tidak buncit.
Namun, di era modern dengan kemajuan ilmu medis, kebiasaan ini mulai dipertanyakan. Para ahli anak menilai bahwa penggunaan gurita bayi tidak selalu memberikan manfaat, bahkan bisa berisiko jika tidak digunakan dengan cara yang benar.
Apa Itu Gurita Bayi?
Gurita bayi adalah kain panjang elastis atau katun tipis yang dililitkan di perut bayi, biasanya dari bagian dada hingga pinggul. Umumnya digunakan sejak bayi baru lahir hingga usia sekitar 1–3 bulan.
Dalam praktik tradisional, gurita dianggap memiliki fungsi:
- Menjaga suhu tubuh bayi tetap hangat.
- Membantu pusar agar tidak menonjol atau keluar (hernia umbilikalis).
- Membuat perut bayi terlihat datar.
Namun, banyak di antara kepercayaan ini tidak sepenuhnya didukung oleh bukti medis. Bayi sudah mampu mengatur suhu tubuhnya dengan baik jika dibungkus dengan pakaian hangat dan lingkungan yang nyaman, tanpa perlu lilitan kain di perut.
Apa Manfaat Gurita Bayi Menurut Kepercayaan Tradisional?
Banyak orang tua yang masih menggunakan gurita bayi karena faktor budaya dan kebiasaan turun-temurun. Beberapa manfaat yang sering dikaitkan antara lain:
- Menjaga suhu tubuh bayi
Gurita dipercaya membantu bayi tetap hangat, terutama saat baru lahir dan belum bisa beradaptasi dengan suhu ruangan. - Menahan pusar agar tidak menonjol
Dalam budaya lama, pusar yang menonjol dianggap kurang estetis, sehingga gurita digunakan untuk menekannya agar terlihat rata. - Mendukung posisi tidur dan kenyamanan bayi
Lilitan gurita diyakini membuat bayi lebih tenang karena terasa seperti berada dalam pelukan (mirip sensasi di rahim).
Meski begitu, perlu diketahui bahwa manfaat gurita bayi ini bersifat subjektif dan belum terbukti secara ilmiah.
Ketahui lebih dalam seputar Kesehatan Bayi: Berbagai Hal yang Wajib Diketahui Orang Tua berikut ini.
Apakah Gurita Bayi Aman Menurut Medis?
Secara medis, penggunaan gurita bayi tidak dianjurkan, terutama jika dipasang terlalu ketat. Lilitan di perut bayi bisa mengganggu pernapasan dan pencernaan.
Berikut alasan medis mengapa gurita bayi sebaiknya dihindari:
- Sistem pernapasan bayi masih lemah. Lilitan ketat dapat menekan dada dan menghambat pernapasan.
- Mengganggu sirkulasi darah. Tekanan di area perut bisa membatasi aliran darah, membuat bayi tidak nyaman.
- Risiko iritasi kulit. Kulit bayi yang sensitif mudah lecet jika terkena gesekan kain kasar atau kencang.
- Tidak mempercepat penyembuhan pusar. Pusar bayi akan sembuh alami tanpa perlu ditekan. Menutupnya terlalu rapat justru bisa memerangkap kelembapan dan meningkatkan risiko infeksi.
Jika kamu ingin menjaga suhu tubuh bayi, cukup gunakan baju berbahan katun lembut dan bedong ringan sesuai suhu ruangan.
Risiko Penggunaan Gurita Bayi Terlalu Ketat
Penggunaan gurita bayi yang terlalu ketat bisa menimbulkan dampak serius pada kesehatan Si Kecil. Berikut beberapa risiko yang perlu kamu waspadai:
- Gangguan pernapasan
Bayi bernapas dengan menggunakan otot diafragma. Jika perut ditekan terlalu kuat, kerja diafragma bisa terganggu dan menyebabkan bayi kesulitan bernapas. - Masalah pencernaan
Tekanan di perut dapat menyebabkan gas menumpuk dan membuat bayi tidak nyaman. Bayi bisa menjadi lebih rewel dan mengalami perut kembung. - Risiko muntah atau refluks
Lilitan ketat juga bisa meningkatkan tekanan pada lambung, menyebabkan makanan kembali naik ke kerongkongan. - Peningkatan risiko sindrom kematian mendadak bayi (SIDS)
Segala hal yang menghambat pernapasan bayi, termasuk pakaian ketat, dapat meningkatkan risiko SIDS.
Berikut Ini Langkah Perawatan Bayi Baru Lahir yang perlu orang tua baru pahami.
Alternatif Aman Pengganti Gurita Bayi
Kamu tetap bisa menjaga kenyamanan Si Kecil tanpa harus menggunakan gurita bayi. Beberapa alternatif yang disarankan oleh ahli anak antara lain:
- Gunakan baju bayi yang pas dan lembut
Pilih pakaian berbahan katun organik, lembut, dan menyerap keringat. Pastikan tidak terlalu ketat di area dada dan perut. - Bedong ringan (swaddle)
Bedong bisa membantu bayi merasa aman dan hangat seperti dalam rahim. Namun, pastikan teknik bedongnya benar dan tidak menekan dada atau perut. - Jaga suhu ruangan tetap nyaman
Suhu ideal bagi bayi berkisar antara 22–25°C. Gunakan selimut tipis bila perlu, tetapi hindari menutupi wajah bayi. - Perawatan pusar yang benar
Biarkan tali pusar kering dan lepas dengan sendirinya. Bersihkan area pusar dengan kapas lembut dan air hangat bila kotor.
Dengan langkah-langkah tersebut, kamu bisa memberikan kenyamanan maksimal bagi bayi tanpa risiko kesehatan dari lilitan gurita.
Punya pertanyaan terkait perawatan bayi baru lahir? Berikut Ini Rekomendasi Dokter Spesialis Anak di Halodoc yang bisa dihubungi.
Kesimpulan
Gurita bayi memang masih dianggap tradisi penting dalam perawatan bayi baru lahir. Namun, secara medis, penggunaannya tidak diperlukan dan bahkan bisa menimbulkan risiko bila dilakukan terlalu ketat.
Alih-alih memakai gurita, kamu sebaiknya memilih cara yang lebih aman seperti menggunakan pakaian lembut, menjaga suhu ruangan, dan melakukan perawatan pusar dengan benar.
Punya pertanyaan lebih lanjut mengenai kesehatan bayi baru lahir? Jangan ragu menghubungi dokter anak di Halodoc. Dokter bisa membantu memberikan panduan terbaik untuk perawatan bayi yang aman dan sesuai medis.
Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:




