Ad Placeholder Image

Apakah Kelenjar Getah Bening Menular? Cek Faktanya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   30 Maret 2026

Jangan Salah Paham, Apakah Kelenjar Getah Bening Menular?

Apakah Kelenjar Getah Bening Menular? Cek Faktanya!Apakah Kelenjar Getah Bening Menular? Cek Faktanya!

Apakah Kelenjar Getah Bening Menular? Pahami Faktanya di Sini

Kelenjar getah bening yang membengkak seringkali menimbulkan kekhawatiran, terutama mengenai potensi penularannya. Penting untuk diketahui bahwa pembengkakan kelenjar getah bening atau limfadenopati itu sendiri umumnya tidak menular. Namun, kondisi yang menyebabkan pembengkakan tersebut, seperti infeksi virus atau bakteri, bisa saja menular. Artikel ini akan menjelaskan kapan pembengkakan kelenjar getah bening berpotensi menular dan kapan tidak, serta langkah-langkah yang perlu diambil untuk memahaminya lebih lanjut.

Definisi Kelenjar Getah Bening dan Pembengkakannya (Limfadenopati)

Kelenjar getah bening adalah bagian penting dari sistem kekebalan tubuh, berfungsi menyaring cairan getah bening dan melawan infeksi. Kelenjar ini tersebar di seluruh tubuh, namun paling mudah dirasakan di leher, ketiak, dan selangkangan. Ketika tubuh melawan infeksi atau penyakit, kelenjar getah bening dapat membengkak karena peningkatan aktivitas sel-sel kekebalan di dalamnya. Pembengkakan ini dikenal sebagai limfadenopati.

Pembengkakan kelenjar getah bening menandakan bahwa tubuh sedang merespons sesuatu. Respons ini bisa terhadap infeksi biasa seperti flu, radang tenggorokan, atau kondisi yang lebih serius seperti tuberkulosis (TBC) atau bahkan kanker. Memahami penyebab pembengkakan sangat krusial untuk menentukan apakah ada risiko penularan.

Kapan Kelenjar Getah Bening (Atau Penyebabnya) Bisa Menular?

Seperti yang telah dijelaskan, kelenjar getah bening yang membengkak itu sendiri tidak menular. Namun, infeksi yang mendasarinya dan menyebabkan pembengkakanlah yang bisa berpindah ke orang lain. Risiko penularan sangat bergantung pada jenis infeksi penyebabnya.

TBC Kelenjar

Tuberkulosis (TBC) kelenjar getah bening adalah salah satu penyebab pembengkakan yang perlu diwaspadai terkait penularan. Jika infeksi TBC di paru-paru (TBC paru aktif) sedang terjadi, kuman TBC dapat menyebar ke kelenjar getah bening di leher, ketiak, atau area lain. Dalam kondisi TBC paru aktif, bakteri TBC bisa menular melalui udara. Penularan terjadi ketika penderita batuk atau bersin, melepaskan droplet yang mengandung kuman ke udara. Oleh karena itu, kontak dekat dengan penderita TBC paru aktif dapat berisiko menularkan penyebab pembengkakan kelenjar getah bening ini.

Infeksi Virus dan Bakteri Umum

Banyak infeksi umum yang menyebabkan kelenjar getah bening membengkak juga bisa menular. Contohnya adalah infeksi virus seperti mononukleosis atau cacar air, serta infeksi bakteri seperti streptokokus yang menyebabkan radang tenggorokan. Penyakit-penyakit ini menular melalui kontak dekat, droplet pernapasan, atau kontak langsung dengan cairan tubuh yang terinfeksi. Meskipun benjolan kelenjar getah beningnya tidak menular, kuman penyebab infeksi yang ada di dalamnya dapat berpindah ke orang lain.

Kapan Kelenjar Getah Bening Tidak Menular?

Ada banyak kondisi di mana pembengkakan kelenjar getah bening sama sekali tidak menular. Memahami perbedaan ini dapat membantu mengurangi kecemasan yang tidak perlu.

Pembengkakan Akibat Infeksi Lokal

Jika pembengkakan kelenjar getah bening disebabkan oleh infeksi lokal yang sudah diobati atau sedang dalam tahap penyembuhan, risiko penularan umumnya sangat rendah atau tidak ada. Misalnya, infeksi pada gigi, telinga, atau kulit yang menyebabkan kelenjar di sekitarnya membengkak. Setelah infeksi primer diobati, kelenjar akan berangsur-angsur kembali normal. Selain itu, pembengkakan yang disebabkan oleh faktor non-infeksi, seperti reaksi alergi atau efek samping obat tertentu, juga tidak menular.

Kanker Kelenjar Getah Bening (Limfoma)

Kanker kelenjar getah bening, yang dikenal sebagai limfoma, tidak menular sama sekali. Kanker adalah penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel abnormal di dalam tubuh, bukan oleh agen infeksius yang dapat menyebar antarindividu. Faktor risiko limfoma biasanya meliputi genetik atau paparan tertentu, tetapi tidak ada risiko penularan melalui kontak fisik atau udara.

Gejala yang Menyertai Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Pembengkakan kelenjar getah bening dapat disertai berbagai gejala, tergantung pada penyebabnya. Gejala umum meliputi:

  • Nyeri tekan pada kelenjar yang membengkak.
  • Kemerahan dan terasa hangat di area benjolan.
  • Demam.
  • Keringat malam.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
  • Kelelahan.

Jika mengalami pembengkakan kelenjar getah bening yang disertai gejala-gejala ini, terutama jika tidak membaik atau justru memburuk, sebaiknya segera mencari bantuan medis.

Pentingnya Diagnosis Tepat

Mengingat beragamnya penyebab pembengkakan kelenjar getah bening, diagnosis yang akurat oleh tenaga medis profesional sangat penting. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin merekomendasikan tes tambahan seperti tes darah, USG, atau biopsi untuk menentukan akar masalahnya. Diagnosis yang tepat akan memandu pilihan pengobatan dan memberikan informasi yang jelas mengenai risiko penularan.

Langkah Pencegahan dan Penanganan

Untuk mengelola dan mencegah penyebaran infeksi yang dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening, beberapa langkah praktis dapat dilakukan:

  • Konsultasi Dokter: Jika menemukan benjolan atau pembengkakan pada kelenjar getah bening, penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Hal ini untuk mengetahui penyebab pasti dan mendapatkan penanganan yang tepat.
  • Jaga Kebersihan Diri: Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama setelah berinteraksi dengan orang sakit atau berada di tempat umum. Kebersihan yang baik dapat membantu mencegah penyebaran infeksi.
  • Gunakan Masker: Jika berinteraksi dengan penderita TBC paru aktif atau orang dengan infeksi pernapasan lain yang berpotensi menular, penggunaan masker sangat dianjurkan. Ini membantu mengurangi risiko penularan melalui droplet.
  • Batasi Kontak Erat: Apabila ada anggota keluarga atau orang terdekat yang sedang sakit dengan infeksi menular (seperti flu berat, TBC paru aktif, atau cacar air), batasi kontak terlalu dekat. Jaga jarak fisik sampai pengobatan tuntas dan risiko penularan berkurang.

Kesimpulan

Pembengkakan kelenjar getah bening atau limfadenopati itu sendiri tidak menular. Namun, penyebab di baliknya, terutama infeksi seperti TBC kelenjar dengan TBC paru aktif atau infeksi virus/bakteri umum, bisa menular. Kanker kelenjar getah bening sama sekali tidak menular. Untuk mendapatkan kepastian mengenai kondisi kesehatan dan risiko penularan, segera konsultasikan keluhan pembengkakan kelenjar getah bening ke dokter. Melalui aplikasi Halodoc, dapat berkonsultasi dengan dokter ahli secara praktis untuk diagnosis dan penanganan yang tepat.