• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apakah Koarktasio Aorta Termasuk Penyakit Berbahaya?

Apakah Koarktasio Aorta Termasuk Penyakit Berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Jika kondisi koarktasio aorta sudah termasuk kategori parah, bisa menyebabkan jantung gagal memompa darah ke organ lain. Ini dapat memicu kerusakan jantung yang dapat mengakibatkan gagal ginjal atau kegagalan organ lainnya.

Komplikasi juga dimungkinkan setelah perawatan untuk koarktasio aorta. Mereka termasuk:

  • Aorta re-narrowing (re-coarctation, mungkin bertahun-tahun setelah perawatan).
  • Tekanan darah tinggi.
  • Aneurisma aorta atau ruptur.

Informasi selengkapnya mengenai koarktasio aorta serta dampaknya bagi kesehatan bisa dibaca di bawah ini!

Bagaimana Koarktasio Aorta Bisa Terjadi

Aorta adalah arteri terbesar di tubuh yang berfungsi memindahkan darah yang kaya oksigen dari jantung ke seluruh tubuh. Penyempitan aorta memaksa jantung untuk memompa lebih keras.  Koarktasio aorta umumnya terjadi secara bawaan. 

Meskipun kondisi ini dapat memengaruhi bagian mana saja dari aorta, tetapi cacat tersebut paling sering terletak di dekat pembuluh darah yang disebut ductus arteriosus. Gejalanya dapat berkisar dari ringan hingga berat. 

Selain cacat bawaan kondisi atau peristiwa yang dapat mempersempit aorta dapat menyebabkan koarktasio aorta terjadi. Beberapa kondisi tersebut adalah:

  1. Cedera traumatis.
  2. Pengerasan arteri yang parah (atherosclerosis).
  3. Arteri yang meradang (arteritis takayasu).

Koarktasio aorta biasanya terjadi di luar pembuluh darah yang bercabang ke tubuh bagian atas dan sebelum pembuluh darah yang mengarah ke tubuh bagian bawah. Ini sering juga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi di lengan tetapi tekanan darah rendah di kaki dan pergelangan kaki.

Koarktasio aorta membuat bilik jantung kiri bawah (ventrikel kiri) bekerja lebih keras untuk memompa darah melalui aorta yang menyempit, sehingga tekanan darah meningkat di ventrikel kiri. Ini dapat mengakibatkan dinding ventrikel kiri menebal (hipertrofi).

Gejala dan Penanganan Koarktasio Aorta

Koarktasio aorta mungkin tidak terdeteksi sampai dewasa, tergantung pada seberapa banyak aorta yang mengalami penyempitan. Koarktasio aorta juga sering terjadi bersamaan dengan kelainan jantung lainnya. Meskipun pengobatan biasanya berhasil, kondisi ini membutuhkan penanganan dan perawatan seumur hidup.

Gejala dari koarktasio aorta tergantung pada keparahan kondisinya. Kebanyakan orang tidak memiliki gejala. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, koarktasio ringan tidak dapat didiagnosis sampai dewasa.

Bayi dengan koarktasio aorta yang parah dapat mulai mengalami gejala sesaat setelah lahir. Ini termasuk:

  1. Kulit pucat
  2. Sifat lekas marah
  3. Keringat berat
  4. Sulit bernapas
  5. Kesulitan makan

Orang dengan koarktasio aorta juga mungkin memiliki tanda atau gejala kelainan jantung lainnya, yang sering terjadi dengan kondisi tersebut. Tanda atau gejala koarktasio aorta pada orang dewasa ataupun remaja adalah:

  1. Mengalami tekanan darah tinggi
  2. Sakit kepala
  3. Kelemahan otot
  4. Kram kaki atau kaki dingin
  5. Mimisan
  6. Nyeri dada

Informasi selengkapnya mengenai koarktasio aorta bisa ditanyakan ke HalodocDokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu.  Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Perawatan untuk koarktasio aorta tergantung pada usia pengidap pada saat diagnosis dan beratnya kondisi penyakit. Jika ternyata ada kondisi gangguan jantung lain yang ada bersamaan dengan koarktasio aorta, maka penanganannya akan dilakukan berbarengan.

Seorang dokter yang terlatih dalam kondisi jantung bawaan akan mengevaluasi dan menentukan perawatan yang paling tepat. Meskipun koarktasio aorta dapat diperbaiki, pemeriksaan dokter secara teratur diperlukan seumur hidup untuk memantau komplikasi.

Olahraga teratur membantu menurunkan tekanan darah. Bicarakan dengan dokter apakah kamu perlu membatasi aktivitas fisik tertentu, seperti angkat berat, yang untuk sementara waktu dapat meningkatkan tekanan darah.

Pengidap koarktasio aorta perlu mempertimbangkan kehamilan dengan cermat. Wanita dengan koarktasio aorta memiliki risiko lebih tinggi mengalami pecah aorta, diseksi aorta atau komplikasi lainnya selama kehamilan dan persalinan. 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Coarctation of the aorta.
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2020. Facts about Coarctation of the Aorta.