• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apakah Kucing Aman Mengonsumsi Cokelat?

Apakah Kucing Aman Mengonsumsi Cokelat?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Apakah Kucing Aman Mengonsumsi Cokelat?

Halodoc, Jakarta - Cokelat dikenal sebagai makanan yang sangat berbahaya jika dikonsumsi oleh anjing. Namun, tahukah kamu bahwa makanan manis satu ini juga sama berbahayanya jika dikonsumsi kucing. Jadi, jangan sesekali kamu memberikan cokelat kepada kucing, baik kucing peliharaan atau kucing liar di jalanan. 

Cokelat adalah makanan kurang umum untuk diberikan pada kucing, mungkin karena mereka tidak bisa merasakan hal-hal yang manis. Selain itu, jika kucing makan cokelat, maka toksisitas yang terjadi bisa sama parahnya dengan yang dialami anjing.

Baca juga: Inilah 7 Jenis Makanan yang Berbahaya untuk Kucing 

Apa yang Membuat Cokelat Beracun bagi Kucing?

Senyawa yang membuat cokelat menjadi suguhan yang memuaskan bagi manusia ternyata sangat berbahaya bagi anjing dan kucing. Cokelat mengandung sedikit kafein dan sejumlah besar senyawa terkait teobromin. Senyawa ini dikenal sebagai methylxanthines, dan keduanya berkontribusi pada gejala keracunan.

Secara umum, konsentrasi kafein dan teobromin dalam cokelat sebanding dengan jumlah kakao yang ada. Cokelat yang lebih gelap dan cokelat panggang adalah yang paling berbahaya, bahkan dalam jumlah kecil. Bahkan cokelat putih juga tetap berpotensi menyebabkan gejala keracunan pada kucing. Jadi, apapun bentuknya, konsumsi cokelat pada kucing harus ditanggapi dengan serius.

Gejala Kucing Keracunan Cokelat

Tanda-tanda klinis biasanya muncul dalam 6-12 jam setelah menelan dan dapat bertahan hingga tiga hari pada kasus yang parah. Salah satu dari tanda klinis berikut ini harus segera diatasi jika terjadi pada kucing: 

  • Muntah.
  • Diare.
  • Nafsu makan menurun.
  • Meningkatnya rasa haus
  • Peningkatan buang air kecil.
  • Denyut jantung meningkat.
  • Kegelisahan.
  • Napas terengah-engah atau cepat.
  • Tremor otot.
  • Kejang.
  • Koma.

Gejala-gejala ini bisa berkembang dengan sangat cepat. Perubahan detak jantung dan ritme dapat menyebabkan tekanan darah rendah, sementara tremor dan kejang otot dapat menyebabkan suhu tubuh yang sangat tinggi. Jika tidak ditangani, perubahan ini bisa berakibat fatal. 

Jika kamu menemukan kucing baru saja mengonsumsi cokelat, maka segera diskusikan pada dokter hewan di Halodoc langkah apa yang harus kamu lakukan sebagai pertolongan awal. Dokter hewan di Halodoc akan memberikan saran dan tindakan yang mungkin bisa segera kamu lakukan untuk mencegah kucing mengalami hal-hal yang tidak diinginkan. 

Baca juga: Apakah Makanan Manusia Aman Dikonsumsi Kucing?

Hal yang harus Dilakukan Jika Kucing Keracunan Cokelat

Kecuali jika diarahkan oleh dokter hewan, harap serahkan pada ahlinya dan jangan pernah gunakan hidrogen peroksida untuk membuat kucing muntah. Hal ini dapat menyebabkan sakit gastritis atau peradangan dinding lambung yang parah pada kucing.

Siapkan informasi berikut saat hendak membawa kucing ke dokter hewan, jika memungkinkan:

  • Waktu kucing konsumsi cokelat. 
  • Nama produk tertentu yang tertelan, bawa saja bungkus cokelatnya. 
  • Jumlah cokelat yang menurut kamu telah dimakan kucing.
  • Daftar gejala klinis yang kamu perhatikan.

Meskipun kunjungan dokter hewan kemungkinan besar akan direkomendasikan, memiliki informasi ini akan membantu tim dokter hewan menilai risiko kucing dan mengembangkan perawatan selagi dalam perjalanan.

Baca juga: Bolehkah Memberikan Makanan Anjing ke Kucing?

Apa Yang Akan Dilakukan Dokter Hewan Jika Kucing Makan Cokelat?

Perawatan menelan coklat akan bervariasi dari kasus ke kasus, tetapi biasanya termasuk beberapa perawatan berikut:

Dekontaminasi

Langkah pertama adalah mengeluarkan sebanyak mungkin cokelat dari perut kucing. Kucing sangat sulit untuk membuat muntah, bahkan dengan obat-obatan yang tersedia di kantor dokter hewan. Jika memancing muntah tidak berhasil, dan potensi toksisitasnya parah, beberapa kucing akan diberi arang aktif untuk mengikat racun atau dibius dan perutnya dipompa. Semakin sedikit racun yang diserap, semakin kecil kemungkinan timbulnya efek samping yang parah.

Perawatan Suportif

Untuk kucing yang menunjukkan gejala keracunan, kemungkinan mereka harus dirawat di klinik atau rumah sakit hewan. Dokter hewan akan memilih kombinasi obat yang menargetkan gejala tertentu. Dokter juga akan menggunakan terapi cairan untuk mendukung jantung dan tekanan darah, serta membantu tubuh kucing mengeluarkan racun lebih cepat.

Referensi:
Pet MD. Diakses pada 2021. Can Cats Eat Chocolate?
Purina. Diakses pada 2021. Can Cats Eat Chocolate?
The Spruce Pets. Diakses pada 2021. How Much Chocolate Is Toxic to Cats?