Ad Placeholder Image

Apakah Menangis Bisa Menurunkan Berat Badan? Mitos atau Fakta?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   13 April 2026

Apakah Menangis Turunkan Berat Badan? Bukan Cara Sehat!

Apakah Menangis Bisa Menurunkan Berat Badan? Mitos atau Fakta?Apakah Menangis Bisa Menurunkan Berat Badan? Mitos atau Fakta?

Apakah Menangis Bisa Menurunkan Berat Badan? Memahami Fakta Sehatnya

Menurunkan berat badan adalah tujuan banyak orang, mendorong pencarian berbagai metode, termasuk pertanyaan apakah aktivitas seperti menangis dapat berkontribusi. Artikel ini akan mengupas tuntas fakta ilmiah di balik hubungan antara menangis dan penurunan berat badan, serta menyajikan panduan cara sehat untuk mencapai berat badan ideal. Pemahaman yang akurat mengenai proses penurunan berat badan sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Menangis dan Pembakaran Kalori: Fakta Ilmiah

Banyak orang bertanya apakah menangis membakar kalori. Faktanya, aktivitas menangis memang membakar kalori, tetapi jumlahnya sangat kecil dan tidak signifikan untuk tujuan penurunan berat badan. Studi menunjukkan bahwa menangis membakar sekitar 1,3 kalori per menit, jumlah yang setara dengan tertawa ringan.

Sebagai ilustrasi, menangis selama 20 menit hanya akan membakar sekitar 26 kalori. Angka ini jauh di bawah kalori yang terbakar dari aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki atau melakukan pekerjaan rumah tangga. Oleh karena itu, menjadikannya sebagai metode utama untuk menurunkan berat badan sangatlah tidak efektif.

Hubungan Antara Menangis, Stres, dan Perubahan Berat Badan

Jika menangis tidak secara langsung membakar banyak kalori, mengapa beberapa orang mengalami penurunan berat badan drastis saat sering menangis atau dalam kondisi stres? Penurunan berat badan dalam kondisi ini biasanya bukan disebabkan oleh kalori yang terbakar saat menangis itu sendiri. Sebaliknya, hal ini lebih sering terkait dengan respons tubuh terhadap stres dan emosi yang mendalam.

Ketika seseorang menangis karena emosi yang kuat, tubuh melepaskan hormon stres seperti kortisol. Tingkat stres yang berat atau kondisi depresi yang memicu tangisan terus-menerus dapat berdampak signifikan pada sistem pencernaan dan nafsu makan. Seringkali, stres ekstrem mengurangi nafsu makan, menyebabkan asupan kalori harian menurun secara drastis. Penurunan asupan kalori inilah yang kemudian mengakibatkan penurunan berat badan, bukan proses menangis itu sendiri.

Risiko Penurunan Berat Badan yang Tidak Sehat Akibat Menangis dan Stres

Menurunkan berat badan dengan cara menangis atau melalui kondisi stres bukanlah metode yang sehat atau direkomendasikan. Penurunan berat badan yang cepat akibat stres dapat disertai dengan berbagai masalah kesehatan. Ini bisa mencakup kekurangan gizi, kelemahan, gangguan metabolisme, hingga memperburuk kondisi kesehatan mental yang mendasari.

Selain itu, penurunan berat badan yang tidak disengaja seringkali merupakan indikator adanya masalah emosional serius, seperti depresi, kecemasan, atau gangguan suasana hati lainnya. Mengabaikan penyebab utama dari tangisan atau stres yang berlebihan dapat berdambat negatif jangka panjang pada kesehatan fisik dan mental.

Metode Efektif dan Sehat untuk Menurunkan Berat Badan

Untuk mencapai dan mempertahankan berat badan yang sehat, diperlukan pendekatan yang seimbang dan berkelanjutan. Metode yang direkomendasikan secara medis berfokus pada perubahan gaya hidup yang positif dan sehat.

  • Defisit Kalori: Mengonsumsi kalori lebih sedikit dari yang dibakar tubuh adalah prinsip dasar penurunan berat badan. Ini harus dilakukan secara terkontrol dan dengan nutrisi seimbang.
  • Pola Makan Sehat: Memilih makanan bergizi tinggi, kaya serat, vitamin, dan mineral. Prioritaskan buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, dan protein tanpa lemak.
  • Olahraga Teratur: Melakukan aktivitas fisik secara konsisten, seperti kardio dan latihan kekuatan, membantu membakar kalori, membangun otot, dan meningkatkan metabolisme.
  • Tidur Cukup: Pola tidur yang baik sangat penting untuk regulasi hormon yang mengontrol nafsu makan dan metabolisme.
  • Manajemen Stres: Mengelola stres melalui teknik relaksasi, meditasi, atau hobi dapat mencegah penurunan berat badan tidak sehat akibat gangguan emosi.

Tanya Jawab Seputar Menangis dan Berat Badan

Berapa kalori yang terbakar saat menangis?

Menangis membakar sekitar 1,3 kalori per menit, atau sekitar 26 kalori dalam 20 menit. Ini adalah jumlah yang sangat kecil dan tidak efektif untuk penurunan berat badan.

Apakah menangis bisa menyebabkan kurus?

Penurunan berat badan drastis yang terjadi saat seseorang sering menangis biasanya disebabkan oleh stres atau depresi yang menyebabkan hilangnya nafsu makan, bukan karena pembakaran kalori dari tangisan itu sendiri.

Kesimpulan: Rekomendasi Medis dari Halodoc

Menangis adalah respons emosional alami yang penting untuk melepaskan perasaan, namun bukan metode yang efektif atau sehat untuk menurunkan berat badan. Penurunan berat badan yang diakibatkan oleh tangisan dan stres berlebihan justru bisa menjadi indikasi masalah kesehatan yang perlu ditangani. Jika mengalami penurunan berat badan drastis tanpa sebab jelas, atau jika menangis dan stres mengganggu kualitas hidup, sangat penting untuk mencari bantuan profesional. Halodoc menyediakan akses mudah untuk berkonsultasi dengan dokter dan psikolog yang dapat memberikan diagnosis akurat dan rencana perawatan yang sesuai. Melalui konsultasi di Halodoc, dapat diperoleh dukungan yang dibutuhkan untuk mengelola emosi dan mencapai berat badan ideal dengan cara yang sehat dan aman.