• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apakah OCD dan Perfeksionisme Saling Berkaitan?

Apakah OCD dan Perfeksionisme Saling Berkaitan?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Mungkin kamu pernah mendengar, istilah OCD (obsessive compulsive disorder) sering dilontarkan sebagai candaan ketika melihat seseorang yang terlalu perfeksionis terhadap apa pun. Padahal, orang yang perfeksionis belum tentu mengidap OCD. Perlu diketahui bahwa OCD adalah gangguan kesehatan mental yang sering disalahpahami dan dianggap sama dengan sifat perfeksionis. 

OCD mungkin bisa saja didorong oleh sifat perfeksionis, tapi keduanya tetap tidak sama. Orang dengan gangguan OCD tahu bahwa perilaku mereka bermasalah, tapi mereka tidak bisa menghentikannya. Sementara itu, orang perfeksionis merasa perilaku mereka membuat hidupnya lebih teratur dan tertata. 

Baca juga: Trauma Bisa Memicu Seseorang Alami OCD

OCD Adalah Kondisi yang Tidak Diinginkan

OCD merupakan gangguan kesehatan mental yang melibatkan pikiran atau dorongan diri yang tidak diinginkan. Gangguan ini menyebabkan seseorang merasa cemas. Cara untuk mengurangi kecemasannya, seseorang melakukan tindakan atau ritual yang kompulsif. Namun, terkadang tindakan atau perilakunya tidak selalu berkaitan dengan ketakutan atau kecemasan yang sedang mereka atasi. 

Orang dengan OCD mungkin memahami bahwa apa yang dilakukannya itu tidak rasional, tapi dia tetap akan menghabiskan waktu berjam-jam untuk melakukannya. Misalnya, orang dengan OCD akan merasa sangat takut akan kuman, sehingga ia selalu membersihkan diri dan rumahnya berulang kali. 

OCD terkadang hanya pemikiran obsesif mengenai hal yang tidak bisa lepas dari dalam pikiran. Misalnya, orang yang memiliki obsesif terhadap keselamatan diri sendiri atau orang yang mereka cintai. Ia selalu merasa perlu untuk membuka dan mengunci pintu rumah berkali-kali sebelum meninggalkan rumah. Perilaku ini untuk memastikan bahwa segalanya aman dan kecemasannya berkurang. 

Mungkin orang dengan OCD tahu bahwa dia tidak seharusnya melakukan itu, tapi mereka tetap melakukannya. Jika dia tidak melakukannya, maka itu akan meningkatkan tingkat kecemasan yang tidak dapat ditoleransi. Pada umumnya, semua proses atau tindakan OCD sangat mengganggu orang yang mengidapnya. 

Baca juga: Bisakah OCD Muncul Tiba-Tiba saat Dewasa?

Adakah Kaitan OCD dengan Perfeksionis?

Perfeksionisme adalah sebuah ciri kepribadian seseorang. Mungkin orang yang perfeksionisme juga memiliki kebiasaan atau ritual yang mereka lakukan dengan kaku. Contohnya seperti rutinitas pagi tertentu atau cara mengatur meja kerja di kantor. Namun, orang yang perfeksionis tidak selalu melakukannya karena kecemasan.

Orang yang perfeksionis puas melakukan tindakannya karena ia menganggap itu sebagai keberhasilan. Seseorang yang perfeksionis mempunyai harapan tinggi untuk dirinya sendiri dan orang lain. Sifat dari kepribadian ini biasanya dikaitkan dengan kinerja organisasi atau perusahaan yang baik dan perilaku yang berorientasi pada tujuan. 

Perfeksionisme yang sehat dapat mendorong seseorang untuk mencapai kesempurnaan. Namun di sisi lain, standar tinggi juga dapat mendorong seseorang menjadi sangat kritis terhadap diri sendiri dan orang lain. Hal ini yang perlu diwaspadai dan dapat mengganggu orang lain. 

Perbedaan antara OCD dan perfeksionisme terletak pada tingkat rasional yang diterapkan pada aktivitas atau situasi tertentu. OCD dapat dikategorikan sebagai bentuk ekstrem dari perfeksionisme, di mana apa pun dapat menyebabkan kecemasan, ketakutan, dan tekanan. 

Sementara itu, perfeksionisme adalah ciri kepribadian di mana seseorang berjuang untuk sempurna. Kondisi ini dapat menjadi OCD ketika usaha-usaha itu menyebabkan gangguan literal dalam hidup seseorang. 

Baca juga: Mengenal Lebih Jauh 5 Tipe Gangguan OCD

Walaupun perbedaannya tidak jelas, penting untuk dipahami bahwa keduanya berbeda. OCD juga istilah yang lucu dan tidak bisa menjadi sebuah candaan, sehingga kamu sebaiknya hati-hati dalam menggunakan istilah ini. Hindari pula menggunakan istilah OCD sebagai kata sifat, karena ini adalah gangguan medis yang harus diperhatikan. 

Pada kesimpulannya, kamu mungkin saja memiliki kecenderungan perfeksionis, tapi bukan berarti kamu mengidap OCD. Hal yang terbaik adalah berdiskusi dengan psikolog melalui aplikasi Halodoc jika kamu tidak yakin dengan apa yang kamu alami. Yuk, segera download aplikasi Halodoc untuk mendapatkan diagnosis yang lebih tepat!

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. What’s the Difference Between Perfectionism and OCD?
Psychology Today. Diakses pada 2020. Perfectionism Versus Obsessive-Compulsive Disorder
Time to Change. Diakses pada 2020. The difference between OCD and Perfectionism