“Operasi amandel merupakan prosedur medis yang aman. Namun ada kemungkinan efek samping setelahnya seperti perdarahan, sakit tenggorokan, hingga telinga terasa sakit.”

DAFTAR ISI
- Rekomendasi Obat untuk Meredakan Radang Amandel
- Komplikasi Berbahaya dari Radang Amandel
- Tanda Bahaya dan Kapan Harus ke Dokter
- Studi Terkait Komplikasi Amandel
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- FAQ
Kelenjar amandel atau tonsil adalah dua bantalan jaringan berbentuk oval yang berada di bagian belakang tenggorokan, masing-masing terletak di sisi kanan dan kiri. Organ ini merupakan bagian dari sistem limfatik dan berfungsi sebagai garis pertahanan terdepan dari sistem kekebalan tubuh. Tugas utamanya adalah mencegah dan menjebak kuman, baik virus maupun bakteri, agar tidak masuk lebih jauh ke dalam saluran pernapasan maupun sistem pencernaan. Namun, ketika kuman yang menyerang terlalu banyak atau sistem imun sedang menurun, amandel itu sendiri bisa terinfeksi dan mengalami peradangan, suatu kondisi medis yang dikenal dengan istilah tonsilitis.
Banyak masyarakat yang sering kali bertanya-tanya dan merasa khawatir terkait keparahan kondisi ini, terutama pertanyaan mengenai apakah amandel bisa menyebabkan kematian. Secara umum, radang amandel atau tonsilitis adalah penyakit yang sangat umum terjadi dan jarang sekali bersifat fatal atau mematikan. Pada sebagian besar kasus, gejala yang muncul seperti sakit tenggorokan, demam, kesulitan menelan, dan pembengkakan kelenjar getah bening akan mereda dengan sendirinya atau dengan perawatan sederhana dalam waktu satu hingga dua minggu.
Meskipun demikian, radang amandel tidak boleh disepelekan begitu saja. Pertanyaan tentang apakah amandel bisa menyebabkan kematian akan memiliki jawaban yang berbeda jika infeksi dibiarkan tanpa penanganan yang tepat dan berkembang menjadi komplikasi tingkat lanjut. Komplikasi parah seperti abses peritonsil yang menghalangi jalan napas, penyebaran infeksi bakteri ke pembuluh darah (sepsis), hingga komplikasi *obstructive sleep apnea* (henti napas saat tidur) pada akhirnya dapat mengancam nyawa jika penderitanya tidak segera mendapatkan pertolongan darurat. Jika kamu atau keluarga mengalami gejala berat yang mengarah pada kondisi ini, segeralah konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.
Transisi menuju penyembuhan tentunya memerlukan dukungan obat-obatan yang aman dan efektif. Untuk radang amandel yang masih dalam tahap ringan hingga sedang, ada berbagai produk pereda nyeri dan antiseptik tenggorokan yang bisa didapatkan secara mandiri di apotek. Nah, mau tahu apa saja pilihan obat untuk mengatasi radang amandel? Berikut ulasannya!
Rekomendasi Obat untuk Meredakan Radang Amandel
Berikut adalah beberapa rekomendasi obat, tablet hisap, dan obat kumur yang ampuh meredakan nyeri tenggorokan akibat radang amandel dan membunuh kuman penyebab infeksi. Untuk memudahkan, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah.
1. Degirol Hisap 0.25 mg 10 Tablet
Degirol merupakan tablet hisap yang sangat populer digunakan untuk mengatasi sakit tenggorokan akibat radang amandel. Produk ini memiliki kandungan aktif Dequalinium chloride 0.25 mg. Dequalinium chloride bekerja sebagai antiseptik yang sangat efektif dalam membasmi bakteri dan jamur di dalam rongga mulut serta tenggorokan yang menjadi penyebab infeksi tonsilitis.
Manfaat spesifik dari Degirol meliputi peredaan radang pada amandel, mengatasi sariawan, serta mengurangi iritasi pada dinding tenggorokan yang membuat penderitanya sulit untuk menelan makanan maupun minuman. Karena bentuknya tablet hisap, obat ini bekerja langsung secara lokal pada area yang terinfeksi ketika larut bersama air liur.
Dosis dan aturan pakai Degirol adalah sebagai berikut:
- Dewasa dan anak-anak di atas usia 10 tahun: Hisap 1 tablet secara perlahan, dapat diulang setiap 3-4 jam.
- Maksimal penggunaan dalam sehari adalah 8 tablet.
- Obat ini tidak dianjurkan untuk ditelan secara utuh atau dikunyah.
Peringatan: Hindari penggunaan jika memiliki alergi terhadap Dequalinium chloride. Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Degirol Hisap 0.25 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc
2. SP Troches Rasa Strawberry 12 Tablet
Pilihan selanjutnya adalah SP Troches. Sama seperti Degirol, SP Troches juga diformulasikan dalam bentuk tablet hisap dengan kandungan aktif Dequalinium chloride. Varian rasa strawberry ini sangat disukai, terutama karena rasa manis dan sensasi buahnya dapat membantu mengurangi rasa pahit atau tidak nyaman di mulut yang sering dialami saat sedang sakit radang amandel.
Cara kerjanya adalah dengan merusak dinding sel bakteri dan jamur penyebab infeksi di area tenggorokan dan amandel, sehingga mencegah kuman tersebut untuk berkembang biak lebih banyak. Manfaat utama dari SP Troches adalah mengobati infeksi mukosa mulut, meredakan nyeri amandel, serta mengatasi radang gusi dan sariawan.
Dosis dan aturan pakainya adalah:
- Dewasa dan anak-anak: Hisap 1 tablet secara perlahan-lahan di dalam mulut.
- Dosis dapat diulang setiap beberapa jam sesuai kebutuhan dan tingkat keparahan nyeri, maksimal 6 hingga 8 tablet per hari.
Sebaiknya jangan langsung minum air setelah menghisap tablet ini agar zat aktifnya dapat bekerja lebih lama melapisi tenggorokan. Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan SP Troches Rasa Strawberry 12 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc
3. Betadine Obat Kumur 190 ml
Untuk melengkapi pengobatan dari luar secara lokal, kamu bisa menggunakan Betadine Obat Kumur. Produk ini mengandung bahan aktif Povidone iodine 1%. Povidone iodine dikenal luas sebagai zat antiseptik spektrum luas yang sangat tangguh dalam membasmi bakteri, virus, dan jamur patogen dalam hitungan detik setelah kontak dengan mukosa mulut.
Manfaat Betadine Obat Kumur sangat beragam, mulai dari mengobati radang amandel, radang tenggorokan (faringitis), sariawan, gusi bengkak, hingga sekadar menghilangkan bau mulut tidak sedap (halitosis) yang sering kali muncul menyertai infeksi amandel akibat penumpukan kuman.
Dosis dan aturan pakai yang dianjurkan:
- Gunakan sebanyak 15 ml (takar menggunakan tutup botol yang tersedia).
- Kumur-kumur di area rongga mulut dan tenggorokan (gargle) selama kurang lebih 30 hingga 60 detik.
- Lakukan sebanyak 3-5 kali dalam sehari setelah makan atau menyikat gigi.
Peringatan: Betadine Obat Kumur HANYA untuk dikumur, tidak boleh ditelan. Hindari penggunaan rutin jangka panjang tanpa indikasi dan hindari penggunaan pada penderita gangguan tiroid karena kandungan iodine-nya. Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Betadine Obat Kumur 190 ml di Toko Kesehatan Halodoc
4. Cooling 5 Cherry 15 ml
Bila radang amandel menyebabkan nyeri telan yang sangat parah hingga kamu kesulitan untuk minum air sekalipun, Cooling 5 Cherry bisa menjadi solusi instan. Produk ini merupakan obat semprot (spray) rongga mulut yang mengandung Phenol 1.4% sebagai agen aktif utamanya.
Phenol memiliki efek ganda, yakni sebagai antiseptik kuat untuk membunuh kuman sekaligus memiliki efek anestesi (mati rasa) lokal yang cepat. Manfaat utamanya adalah meredakan secara instan rasa sakit dan perih di tenggorokan akibat amandel yang membengkak, iritasi setelah tindakan medis di mulut, hingga sariawan berat.
Dosis dan aturan pakainya sangat praktis:
- Dewasa dan anak-anak di atas usia 12 tahun: Semprotkan 2-3 kali tepat ke arah tenggorokan atau area amandel yang sakit.
- Dapat diulang setiap 2 jam atau sesuai dengan petunjuk, namun jangan berlebihan.
Pastikan untuk tidak menyemprotkan produk ini ke arah mata atau hidung. Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Cooling 5 Cherry 15 ml di Toko Kesehatan Halodoc
Konsultasi dengan Dokter Umum via Halodoc
Jika kamu mengalami gejala radang amandel yang tidak kunjung membaik setelah mencoba rekomendasi obat di atas, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Umum terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.
Faktor Pemicu Radang Amandel yang Sering Diabaikan
- Kebersihan gigi dan mulut yang buruk, memicu penumpukan sisa makanan pembawa bakteri.
- Terlalu sering mengonsumsi makanan yang bersifat iritatif seperti makanan super pedas, berminyak, atau minuman es.
- Paparan asap rokok pasif dan polusi udara kotor yang melemahkan silia tenggorokan.
- Berbagi peralatan makan atau minum dengan orang yang sedang menderita radang tenggorokan.
Komplikasi Berbahaya dari Radang Amandel
Untuk menjawab tuntas pertanyaan apakah amandel bisa menyebabkan kematian, kita harus melihat dari kacamata komplikasi. Jika infeksi amandel yang disebabkan oleh bakteri (terutama *Streptococcus pyogenes*) diabaikan, ia dapat memicu kondisi sistemik yang mengancam jiwa. Berikut adalah komplikasi parah yang harus diwaspadai:
1. Abses Peritonsil (Quinsy)
Abses peritonsil adalah komplikasi serius di mana infeksi menyebar dari amandel ke jaringan lunak di sekitarnya, membentuk kantung berisi nanah yang sangat besar. Pembengkakan ini bisa sangat ekstrem hingga mendorong uvula (anak tekak) ke satu sisi. Jika dibiarkan, pembengkakan ini dapat menyumbat jalan napas penderitanya secara total atau nanah tersebut dapat pecah dan terhirup ke dalam paru-paru yang menyebabkan pneumonia aspirasi.
2. Obstructive Sleep Apnea (OSA) Berbahaya
Amandel yang meradang kronis dapat mengalami pembesaran (hipertrofi) permanen. Saat penderita tidur, otot tenggorokan menjadi rileks dan amandel yang membesar tersebut bisa menutup jalan napas. Penderita akan mengalami henti napas sesaat yang terjadi berulang-ulang sepanjang malam. Dalam jangka panjang, kondisi henti napas ini menurunkan kadar oksigen dalam darah secara drastis, memicu tekanan darah tinggi (hipertensi pulmonal), dan pada kasus yang sangat berat bisa menyebabkan gagal jantung kanan (kor pulmonal).
3. Sindrom Lemierre
Meski sangat jarang, ini adalah kondisi fatal di mana infeksi bakteri dari radang amandel (biasanya bakteri *Fusobacterium necrophorum*) menyebar ke vena jugularis internal di leher, menyebabkan peradangan dan pembentukan gumpalan darah yang terinfeksi (tromboflebitis). Gumpalan ini bisa pecah dan menyebar melalui aliran darah menuju paru-paru, sendi, dan otak, menyebabkan sepsis yang bisa memicu syok dan kematian dengan cepat.
4. Demam Rematik dan Kerusakan Jantung
Apabila radang amandel disebabkan oleh bakteri *Streptococcus* Grup A dan tidak diobati dengan antibiotik hingga tuntas, sistem kekebalan tubuh dapat bereaksi berlebihan dan justru menyerang jaringan tubuh yang sehat. Kondisi ini disebut demam rematik. Dampak paling mematikan dari demam rematik adalah peradangan pada otot dan katup jantung (karditis), yang dapat menyebabkan kerusakan katup jantung permanen hingga gagal jantung di kemudian hari.
Tanda Bahaya dan Kapan Harus ke Dokter
1. Munculnya Gejala Darurat Pernapasan
Jika radang amandel disertai dengan sesak napas akut, pernapasan yang berbunyi mengi (stridor), bibir atau wajah yang membiru (sianosis), atau hingga penderita tidak bisa menelan air liurnya sendiri (ngeces atau *drooling*), segera kunjungi unit gawat darurat. Ini adalah tanda pasti adanya penyumbatan jalan napas atas.
2. Demam Tinggi dan Kaku Kuduk
Demam di atas 39 derajat Celsius yang tidak turun meski sudah minum paracetamol, disertai dengan tubuh sangat lemas, denyut jantung tidak beraturan, dan leher terasa sangat kaku saat ditundukkan bisa menjadi pertanda infeksi telah menyebar ke aliran darah (sepsis) atau mencapai selaput otak (meningitis). Kondisi ini butuh injeksi antibiotik secepat mungkin dari tenaga medis.
Studi Terkait Komplikasi Amandel
International Journal of Pediatric Otorhinolaryngology menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa hipertrofi atau pembesaran amandel yang parah pada anak-anak merupakan kontributor paling umum terhadap *Obstructive Sleep Apnea* (OSA) pediatrik.
Studi tersebut menemukan bahwa jika OSA pada kasus pembesaran tonsil tidak ditangani secara bedah (tonsilektomi), anak-anak memiliki risiko jauh lebih tinggi mengalami gangguan kardiovaskular, perubahan neurokognitif, gangguan pertumbuhan, hingga pada tingkat esktrem kematian mendadak selama tidur akibat asfiksia, meskipun kasus kematian sangat langka. Ini menegaskan bahwa amandel yang dibiarkan membesar secara patologis sangat berbahaya.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Tonsillitis – Symptoms and causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Peritonsillar Abscess: Symptoms, Causes & Treatment.
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2024. Lemierre Syndrome.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Rheumatic fever and rheumatic heart disease.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Mengenal Radang Amandel (Tonsilitis) dan Penanganannya.
FAQ
1. Jadi, apakah amandel bisa menyebabkan kematian secara langsung?
Secara langsung radang amandel sangat jarang menyebabkan kematian. Kematian hanya terjadi akibat komplikasi parah yang dibiarkan tanpa penanganan medis, seperti abses peritonsil yang menyumbat jalan napas total, infeksi pembuluh darah leher (sindrom Lemierre), atau gagal jantung akibat demam rematik sekunder dari infeksi bakteri *Streptococcus*.
2. Apakah semua jenis peradangan amandel perlu dioperasi?
Tidak. Operasi amandel (tonsilektomi) biasanya hanya disarankan jika radang amandel terjadi berulang kali dalam satu tahun (tonsilitis kronis), jika pembengkakan amandel menyebabkan henti napas saat tidur (sleep apnea), atau jika muncul dugaan adanya tumor pada amandel. Infeksi akut biasa cukup diatasi dengan obat-obatan dan istirahat.
3. Minuman apa yang bisa meredakan radang amandel di rumah?
Kamu bisa meminum air hangat yang dicampur dengan madu dan sedikit perasan lemon. Madu memiliki sifat antibakteri alami dan efek melembapkan tenggorokan yang kering, sedangkan teh herbal hangat seperti teh chamomile dapat membantu meredakan inflamasi dan mengurangi rasa sakit menelan secara sementara.
4. Bagaimana cara membedakan amandel akibat virus dan bakteri?
Radang amandel karena virus biasanya disertai dengan gejala selesma seperti batuk, hidung beringus, dan mata merah. Sedangkan amandel karena infeksi bakteri (seperti *Strep throat*) cenderung muncul sangat tiba-tiba, disertai demam yang lebih tinggi, pembengkakan kelenjar getah bening di leher yang terasa nyeri saat ditekan, dan kerap terlihat adanya bercak atau lapisan nanah berwarna putih atau kekuningan pada amandel.



