Ad Placeholder Image

Apakah Penyakit Liver Menular? Kenali Faktanya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Juni 2026

Penyakit Liver Menular: Ketahui Jenis dan Cara Cegahnya

Apakah Penyakit Liver Menular? Kenali Faktanya!Apakah Penyakit Liver Menular? Kenali Faktanya!

DAFTAR ISI


Organ hati atau liver adalah salah satu organ internal terbesar dan paling kompleks dalam tubuh manusia. Liver memiliki lebih dari 500 fungsi vital yang bekerja tanpa henti setiap harinya. Mulai dari menyaring racun dari dalam darah, memproduksi empedu untuk mencerna lemak, menyimpan cadangan energi berupa glikogen, hingga mensintesis protein penting untuk pembekuan darah. Mengingat fungsinya yang sangat krusial, sekecil apa pun gangguan pada liver dapat berdampak besar pada kesehatan secara menyeluruh.

Penyakit liver adalah istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan berbagai kondisi medis yang merusak organ hati dan mengganggu kemampuannya dalam menjalankan fungsi normal. Kondisi ini bisa berkembang secara akut (tiba-tiba) maupun kronis (berlangsung lama). Sayangnya, karena liver memiliki kemampuan luar biasa untuk meregenerasi selnya sendiri dan mengkompensasi kerusakan awal, banyak orang tidak merasakan gejala sama sekali hingga penyakitnya sudah memasuki stadium lanjut seperti sirosis (pengerasan hati) atau bahkan kanker hati.

Salah satu pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh masyarakat terkait kondisi ini adalah: “Apakah penyakit liver menular?” Kekhawatiran ini sangat wajar, mengingat beberapa jenis penyakit liver memang sering dikaitkan dengan wabah atau penularan dari satu orang ke orang lain. Namun, penting untuk dipahami bahwa tidak semua penyakit liver memiliki sifat yang sama.

Nah, untuk meluruskan pemahaman tersebut dan mengetahui fakta medis yang sebenarnya, mari kita bedah secara tuntas mengenai apakah penyakit liver menular, apa saja jenisnya, serta bagaimana cara terbaik untuk melindungi diri kamu dan keluarga!

Fakta: Apakah Penyakit Liver Menular?

Jawaban singkat dari pertanyaan apakah penyakit liver menular adalah: Tergantung pada penyebabnya. Penyakit liver bukanlah satu penyakit tunggal, melainkan sebuah kelompok kondisi yang memiliki pemicu yang sangat beragam. Beberapa jenis penyakit liver sangat menular karena disebabkan oleh infeksi virus. Namun, sebagian besar penyakit liver lainnya sama sekali tidak menular karena dipicu oleh gaya hidup, faktor genetik, atau gangguan sistem kekebalan tubuh.

Oleh karena itu, sangat keliru jika kita menganggap bahwa semua penderita penyakit liver harus dijauhi karena takut tertular. Mengetahui secara pasti jenis penyakit liver apa yang sedang dihadapi adalah kunci utama untuk menentukan apakah kamu berisiko tertular atau tidak, serta langkah pencegahan apa yang harus diambil.

Jenis Penyakit Liver yang Menular

Penyakit liver yang menular secara eksklusif disebabkan oleh infeksi patogen, yang dalam hal ini hampir selalu berupa virus spesifik yang menargetkan sel-sel hati (hepatosit). Kondisi peradangan hati akibat infeksi virus ini secara medis dikenal dengan istilah Hepatitis virus. Ada lima jenis virus hepatitis utama, yaitu virus hepatitis A, B, C, D, dan E. Masing-masing memiliki cara penularan yang berbeda-beda:

1. Hepatitis A (HAV)

Hepatitis A adalah peradangan liver yang sangat menular dan umumnya bersifat akut. Penularan virus ini terjadi melalui rute fekal-oral. Artinya, kamu bisa tertular jika mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi oleh feses (tinja) penderita Hepatitis A. Penularan sering terjadi di daerah dengan sanitasi yang buruk, atau melalui konsumsi makanan yang tidak dimasak dengan matang oleh seseorang yang tidak mencuci tangan setelah dari toilet.

2. Hepatitis B (HBV)

Berbeda dengan Hepatitis A, Hepatitis B menular melalui paparan darah, air mani, atau cairan tubuh lainnya dari seseorang yang terinfeksi. Penularan utama terjadi melalui hubungan seksual tanpa kondom, berbagi jarum suntik yang tidak steril (sering terjadi pada pengguna narkoba suntik), pemakaian alat cukur atau sikat gigi bersama penderita, dan penularan vertikal dari ibu yang terinfeksi kepada bayinya saat proses persalinan. Hepatitis B bisa menjadi kronis dan berujung pada sirosis atau kanker hati.

3. Hepatitis C (HCV)

Hepatitis C menular terutama melalui kontak langsung dengan darah yang terinfeksi. Dulu, penularan sering terjadi melalui transfusi darah yang tidak diskrining (sebelum tahun 1990-an). Saat ini, penularan paling umum adalah melalui penggunaan jarum suntik secara bergantian. Meski jarang, Hepatitis C juga bisa menular melalui hubungan seksual yang melibatkan luka atau darah. Penyakit ini sering kali berkembang menjadi infeksi kronis (jangka panjang) tanpa gejala selama bertahun-tahun.

4. Hepatitis D (HDV)

Hepatitis D adalah jenis penyakit liver menular yang sangat unik. Virus ini tidak bisa bertahan hidup atau berkembang biak di dalam tubuh tanpa adanya virus Hepatitis B. Oleh karena itu, Hepatitis D hanya bisa menginfeksi seseorang yang sudah mengidap Hepatitis B. Cara penularannya persis sama dengan Hepatitis B, yaitu melalui kontak dengan darah dan cairan tubuh.

5. Hepatitis E (HEV)

Hepatitis E memiliki kemiripan dengan Hepatitis A dalam hal cara penularannya. Virus ini menyebar secara fekal-oral, terutama melalui air minum yang terkontaminasi feses penderita. Infeksi ini lebih sering ditemukan di negara-negara berkembang dengan akses air bersih yang masih terbatas. Hepatitis E biasanya sembuh dengan sendirinya, namun bisa sangat berbahaya dan bahkan berakibat fatal jika menginfeksi ibu hamil.

Jenis Penyakit Liver yang Tidak Menular

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, ada banyak jenis penyakit liver yang sama sekali tidak menular. Kamu tidak akan tertular kondisi ini meski makan bersama, berpelukan, atau bahkan melakukan kontak darah dengan penderitanya. Berikut adalah beberapa penyakit liver yang tidak menular:

1. Perlemakan Hati Non-Alkoholik (NAFLD / MASLD)

Nonalcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD), yang saat ini istilah medis terbarunya sering disebut sebagai Metabolic Dysfunction-Associated Steatotic Liver Disease (MASLD), adalah penumpukan lemak berlebih di dalam sel hati yang tidak terkait dengan konsumsi alkohol. Kondisi ini sangat erat kaitannya dengan obesitas, resistensi insulin, diabetes tipe 2, dan sindrom metabolik. NAFLD adalah salah satu penyebab utama penyakit liver kronis di seluruh dunia saat ini, dan seratus persen tidak menular.

2. Penyakit Liver Terkait Alkohol (Alcoholic Liver Disease)

Konsumsi minuman beralkohol dalam jumlah berlebihan dan dalam jangka waktu yang lama sangat beracun bagi sel-sel hati. Proses pemecahan alkohol di liver menghasilkan zat kimia beracun yang memicu peradangan dan merusak sel liver. Kondisi ini bisa berkembang dari perlemakan hati alkoholik, hepatitis alkoholik, hingga sirosis hati. Penyakit ini mutlak disebabkan oleh gaya hidup dan bukan merupakan penyakit menular.

3. Hepatitis Autoimun

Pada kondisi ini, sistem kekebalan tubuh kamu (imunitas) yang seharusnya melindungi tubuh dari infeksi, justru mengalami malfungsi dan menyerang sel-sel liver yang sehat. Serangan imun ini menyebabkan peradangan kronis yang bisa merusak liver. Penyebab pasti hepatitis autoimun belum sepenuhnya dipahami, namun faktor genetika dan lingkungan diduga memainkan peran penting. Karena ini adalah masalah sistem imun internal, penyakit ini tidak menular.

4. Penyakit Liver Genetik / Keturunan

Beberapa kondisi kelainan liver diturunkan dari orang tua ke anak melalui gen yang bermutasi. Kondisi ini murni masalah genetika dan tidak bisa ditularkan ke orang lain secara sosial. Beberapa contohnya adalah:

  • Hemokromatosis: Kondisi di mana tubuh menyerap dan menyimpan terlalu banyak zat besi dari makanan. Zat besi berlebih ini menumpuk di berbagai organ, termasuk liver, dan merusaknya.
  • Penyakit Wilson (Wilson’s Disease): Kelainan langka yang menyebabkan tembaga menumpuk di liver, otak, dan organ vital lainnya, sehingga menimbulkan keracunan berat.
  • Defisiensi Alfa-1 Antitripsin: Kekurangan protein pelindung khusus yang diproduksi oleh liver, yang dapat memicu kerusakan pada liver maupun paru-paru.

5. Sirosis dan Kanker Hati (Karsinoma Hepatoseluler)

Sirosis (terbentuknya jaringan parut secara permanen di hati) dan kanker hati pada dasarnya adalah stadium akhir atau komplikasi berat dari penyakit liver yang tidak ditangani, baik itu disebabkan oleh virus maupun non-virus. Kanker hatinya sendiri tidak menular. Namun, jika kanker tersebut diakibatkan oleh infeksi kronis Hepatitis B atau C, virus penyebab awalnya itulah yang menular.

Gejala Umum Penyakit Liver yang Harus Diwaspadai
  1. Penyakit Kuning (Jaundice): Kulit dan bagian putih mata berubah menjadi kekuningan karena penumpukan bilirubin.
  2. Perubahan Warna Urine dan Feses: Urine berubah warna menjadi sangat gelap seperti teh pekat, sementara feses berwarna pucat atau dempul.
  3. Pembengkakan Perut dan Kaki: Penumpukan cairan di rongga perut (asites) dan edema pada tungkai kaki.
  4. Kelelahan Kronis: Rasa lelah yang sangat ekstrem dan tidak hilang meski sudah beristirahat.
  5. Mudah Memar dan Berdarah: Liver yang rusak tidak bisa lagi memproduksi cukup protein pembekuan darah.

Kapan Harus Mewaspadai Gejala dan Berkonsultasi?

Mengingat liver sering disebut sebagai “organ yang diam” (silent organ) karena jarang menunjukkan gejala di tahap awal, sangat penting untuk waspada jika kamu mulai merasakan perubahan fisik seperti yang disebutkan dalam callout box di atas. Gejala seperti mata menguning atau perut membesar dengan cepat bukanlah sesuatu yang bisa ditangani sendiri di rumah.

Penyakit liver memerlukan diagnosis yang tepat menggunakan serangkaian tes seperti tes fungsi hati (SGOT/SGPT, bilirubin), USG perut, hingga pemeriksaan serologi untuk mendeteksi virus hepatitis. Jika kamu mengalami gejala-gejala yang mencurigakan, jangan menunda. Kamu bisa segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja, untuk mendapatkan asesmen awal dan rekomendasi pemeriksaan lebih lanjut.

Cara Mencegah Penularan dan Menjaga Kesehatan Liver

Kabar baiknya, baik penyakit liver yang menular maupun yang tidak menular, sebagian besar bisa dicegah melalui tindakan proaktif. Berikut adalah langkah-langkah pencegahan yang bisa kamu terapkan:

1. Lakukan Vaksinasi

Langkah paling efektif untuk mencegah penyakit liver menular adalah melalui imunisasi. Saat ini, vaksin yang aman dan efektif telah tersedia luas untuk mencegah Hepatitis A dan Hepatitis B. Sayangnya, belum ada vaksin untuk Hepatitis C, D, maupun E. Jadi, pastikan kamu dan keluarga (terutama anak-anak) sudah melengkapi jadwal vaksinasi dasar.

2. Terapkan Kebersihan Diri dan Sanitasi yang Baik

Karena Hepatitis A dan E menular lewat makanan dan air yang terkontaminasi, biasakan untuk selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama setelah dari toilet, setelah mengganti popok, dan sebelum menyiapkan makanan. Pastikan air minum sudah direbus hingga matang dan hindari makanan mentah di daerah dengan sanitasi buruk.

3. Praktikkan Hubungan Seksual yang Aman

Gunakan kondom setiap kali berhubungan seksual untuk mengurangi risiko penularan virus Hepatitis B dan Hepatitis C. Hindari pula kebiasaan bergonta-ganti pasangan seksual.

4. Hindari Berbagi Barang Pribadi dan Jarum Suntik

Jangan pernah berbagi sikat gigi, pisau cukur, atau gunting kuku dengan orang lain, karena alat-alat ini bisa saja terpapar darah dalam jumlah mikroskopis. Selain itu, pastikan jarum yang digunakan untuk tato, tindik, atau akupunktur telah disterilisasi dengan baik. Tentu saja, hindari penggunaan narkoba suntik sama sekali.

5. Jaga Pola Makan dan Berat Badan Ideal

Untuk mencegah penyakit liver tidak menular seperti perlemakan hati (NAFLD), jagalah pola makan sehat dengan memperbanyak sayur, buah, dan biji-bijian. Batasi asupan makanan tinggi gula, lemak jenuh, dan karbohidrat olahan. Sebagai langkah pencegahan ekstra atau untuk memenuhi kebutuhan mikronutrisi harian pendukung fungsi hati, kamu juga bisa beli vitamin, suplemen, atau produk kesehatan secara online di Halodoc. Pesananmu akan dikirim dari apotek terpercaya langsung ke depan rumah tangga.

6. Konsumsi Alkohol dengan Bijak atau Hentikan Sama Sekali

Untuk mencegah kerusakan hati akibat alkohol, batasi konsumsinya secara drastis. Jika kamu sudah didiagnosis mengalami penyakit liver jenis apa pun, pantangan mutlak adalah berhenti mengonsumsi alkohol selamanya agar liver tidak bekerja semakin berat.

Studi Terkait Penyakit Liver

World Health Organization (WHO) menerbitkan data di tahun 2024 yang menjelaskan bahwa secara global, diperkirakan terdapat 254 juta orang yang hidup dengan infeksi Hepatitis B kronis dan 50 juta orang dengan infeksi Hepatitis C kronis. Temuan mengejutkan lainnya dari laporan tersebut adalah bahwa angka kematian akibat hepatitis virus justru mengalami peningkatan, dengan perkiraan 1,3 juta kematian setiap tahunnya di seluruh dunia, yang sebagian besar disebabkan oleh komplikasi sirosis dan kanker hati.

Studi ini menyoroti bahwa masalah penyakit liver, khususnya yang menular (virus), masih menjadi darurat kesehatan global. Tingginya angka kesakitan ini sebagian besar disebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat untuk melakukan skrining deteksi dini dan rendahnya cakupan vaksinasi di negara-negara berkembang. Oleh karena itu, edukasi publik mengenai jalur penularan dan pencegahan menjadi sangat krusial.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Hepatitis.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Liver disease – Symptoms and causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Liver Disease: Types, Symptoms, Causes & Treatment.
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). Diakses pada 2024. What Is Viral Hepatitis?
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Waspadai Penyakit Hepatitis.

FAQ

1. Apakah penyakit liver sama dengan penyakit kuning?

Penyakit kuning (jaundice) bukanlah sebuah penyakit, melainkan salah satu gejala dari penyakit liver. Kondisi ini terjadi ketika liver tidak mampu memproses bilirubin dengan baik, sehingga pigmen kuning tersebut menumpuk di dalam darah dan merembes ke kulit serta bagian putih mata.

2. Apakah penderita penyakit liver boleh berolahraga?

Secara umum, berolahraga justru sangat dianjurkan terutama bagi penderita perlemakan hati (NAFLD) karena dapat membantu membakar lemak dan meningkatkan sensitivitas insulin. Namun, bagi penderita liver yang sudah berada di stadium lanjut (sirosis atau gagal hati), olahraga harus disesuaikan dengan rekomendasi dokter karena tubuh biasanya sangat mudah lelah.

3. Apakah penyakit liver bisa sembuh total?

Tergantung jenis dan tingkat keparahannya. Penyakit seperti Hepatitis A dan perlemakan hati stadium awal sering kali bisa sembuh total dengan sendirinya atau melalui perubahan gaya hidup. Hepatitis C kini juga bisa disembuhkan dengan obat antivirus modern. Namun, kondisi seperti sirosis dan hepatitis autoimun adalah penyakit seumur hidup yang kerusakannya tidak bisa diputarbalikkan, meski perkembangannya bisa dikontrol.

4. Apakah penyakit liver bisa dicegah dengan minum suplemen herbal?

Kamu harus sangat berhati-hati dengan klaim suplemen herbal. Beberapa herbal justru bisa beracun bagi liver jika dikonsumsi sembarangan (hepatotoksik). Cara terbaik menjaga liver adalah dengan vaksinasi, tidak minum alkohol, makan sehat, dan selalu berkonsultasi dengan dokter atau apoteker sebelum mengonsumsi suplemen jangka panjang.