Ad Placeholder Image

Apakah Step Bisa Menyebabkan Kematian? Ini Faktanya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Mei 2026

Apakah Step Bisa Menyebabkan Kematian? Pahami Risiko

Apakah Step Bisa Menyebabkan Kematian? Ini FaktanyaApakah Step Bisa Menyebabkan Kematian? Ini Faktanya

Apakah Step (Kejang) Bisa Menyebabkan Kematian? Ini Penjelasannya

Step atau kejang adalah gangguan aktivitas listrik otak yang dapat menyebabkan berbagai gejala, mulai dari gerakan tubuh yang tidak terkontrol hingga kehilangan kesadaran. Pertanyaan mengenai apakah step bisa menyebabkan kematian sering muncul, mengingat sifatnya yang terkadang dramatis. Meskipun jarang terjadi, kejang memang memiliki potensi untuk berakibat fatal.

Risiko kematian akibat kejang umumnya berkaitan dengan kondisi kejang yang terus-menerus atau komplikasi serius yang mungkin timbul. Memahami risiko ini penting untuk penanganan yang tepat dan pencegahan komplikasi yang lebih lanjut.

Apa Itu Step (Kejang)?

Step, atau yang lebih dikenal dengan istilah medis kejang, merupakan kondisi neurologis yang ditandai dengan perubahan mendadak dalam aktivitas listrik otak. Perubahan ini bisa menyebabkan berbagai gejala, seperti gerakan otot yang tidak disengaja, kehilangan kesadaran sementara, perubahan perilaku, atau gangguan sensorik.

Kejang dapat terjadi pada siapa saja, dari bayi hingga orang dewasa, dan bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Kondisi ini bisa bersifat akut (mendadak) akibat pemicu tertentu atau merupakan manifestasi dari kondisi kronis seperti epilepsi.

Risiko Kematian Akibat Step (Kejang)

Ya, step atau kejang bisa menyebabkan kematian, meskipun kasusnya tergolong jarang. Kematian dapat terjadi karena beberapa alasan, baik secara langsung maupun tidak langsung akibat komplikasi yang timbul selama atau setelah kejang. Pemahaman tentang penyebab dan faktor risiko ini sangat penting untuk mitigasi dan penanganan yang efektif.

Faktor-faktor yang meningkatkan risiko kematian terkait kejang meliputi kondisi kejang yang berkepanjangan dan komplikasi serius pada sistem tubuh vital. Selain itu, kecelakaan yang terjadi selama episode kejang juga bisa berakibat fatal.

Penyebab Kematian Terkait Kejang

Beberapa kondisi spesifik dan komplikasi dapat menyebabkan kematian pada individu yang mengalami kejang. Penting untuk mengidentifikasi penyebab-penyebab ini agar dapat dilakukan intervensi medis yang tepat dan cepat.

Status Epileptikus

Status epileptikus adalah kondisi kejang yang berlangsung lebih dari lima menit, atau terjadinya kejang berulang tanpa pemulihan kesadaran di antara episode kejang. Ini adalah kondisi medis darurat yang dapat mengancam jiwa.

Jika tidak ditangani dengan cepat, status epileptikus dapat menyebabkan kerusakan otak permanen, gagal napas, atau gagal jantung, yang pada akhirnya bisa berujung pada kematian. Penanganan medis segera diperlukan untuk menghentikan kejang dan mencegah komplikasi serius.

SUDEP (Sudden Unexpected Death in Epilepsy)

SUDEP, atau Kematian Mendadak yang Tidak Dapat Dijelaskan pada Epilepsi, adalah penyebab kematian paling sering pada penderita epilepsi yang tidak dapat dijelaskan oleh penyebab lain. SUDEP biasanya terjadi saat penderita epilepsi tidur.

Mekanisme pasti SUDEP belum sepenuhnya dipahami, namun sering dikaitkan dengan masalah pernapasan (henti napas pasca-kejang) atau gangguan irama jantung yang terjadi selama atau segera setelah kejang. Risiko SUDEP lebih tinggi pada individu dengan kejang yang tidak terkontrol.

Komplikasi Lain dan Kecelakaan

Selain status epileptikus dan SUDEP, beberapa komplikasi lain juga bisa menjadi penyebab kematian terkait kejang:

  • Henti Napas: Kejang dapat memengaruhi pusat kontrol pernapasan di otak, menyebabkan henti napas sementara yang berkepanjangan.
  • Gangguan Jantung: Kejang bisa memicu aritmia atau gangguan irama jantung yang berbahaya, terutama pada individu dengan kondisi jantung yang sudah ada.
  • Kecelakaan: Selama kejang, kehilangan kesadaran atau kontrol otot dapat menyebabkan kecelakaan fatal seperti tenggelam jika kejang terjadi di air, jatuh dari ketinggian, atau kecelakaan lalu lintas jika kejang terjadi saat mengemudi.

Kapan Harus Mencari Bantuan Medis Segera?

Penting untuk mencari bantuan medis segera jika seseorang mengalami kejang dengan karakteristik tertentu. Penanganan cepat dapat mencegah komplikasi yang lebih serius dan berpotensi mengancam jiwa.

Segera hubungi layanan darurat atau bawa ke unit gawat darurat jika kejang berlangsung lebih dari 5 menit, terjadi kejang berulang tanpa pemulihan kesadaran, kejang pertama kali pada seseorang, atau jika ada cedera serius selama kejang.

Pencegahan dan Manajemen Risiko

Manajemen yang tepat dapat mengurangi risiko komplikasi serius dan kematian akibat kejang. Hal ini meliputi kepatuhan terhadap pengobatan dan pemantauan kondisi kesehatan secara berkala.

Pencegahan meliputi penggunaan obat antiepilepsi sesuai anjuran dokter, menghindari pemicu kejang yang diketahui, dan menjalani gaya hidup sehat. Edukasi mengenai pertolongan pertama pada kejang juga krusial bagi keluarga dan lingkungan sekitar.

Kesimpulan dan Rekomendasi Halodoc

Step atau kejang memang bisa menyebabkan kematian, meskipun kejadiannya jarang dan sering kali terkait dengan komplikasi serius seperti status epileptikus atau SUDEP. Memahami risiko dan penyebabnya merupakan langkah penting dalam penanganan.

Halodoc merekomendasikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter spesialis saraf jika mengalami kejang atau memiliki riwayat epilepsi. Kepatuhan terhadap rencana pengobatan, pemantauan rutin, dan penanganan cepat saat terjadi kejang berkepanjangan adalah kunci untuk mengelola kondisi ini dan mengurangi risiko komplikasi fatal.