Ad Placeholder Image

Apakah Sunat Itu Wajib? Cek Hukumnya Sekarang!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   10 April 2026

Apakah Sunat Itu Wajib? Mari Pahami Hukumnya.

Apakah Sunat Itu Wajib? Cek Hukumnya Sekarang!Apakah Sunat Itu Wajib? Cek Hukumnya Sekarang!

Apakah Sunat Itu Wajib: Memahami Hukum dan Manfaatnya dalam Islam serta Perspektif Medis

Sunat atau khitan bagi laki-laki merupakan praktik yang sangat dikenal dalam ajaran Islam, namun sering kali menimbulkan pertanyaan mengenai status hukumnya. Apakah sunat itu wajib atau hanya sekadar anjuran? Artikel ini akan mengulas secara mendalam status hukum sunat menurut berbagai mazhab ulama, dasar syariatnya, hingga manfaat kesehatan yang diakui secara medis, untuk memberikan pemahaman yang komprehensif.

Apa Itu Sunat (Khitan)?

Sunat atau khitan adalah prosedur pembedahan minor untuk mengangkat sebagian atau seluruh kulit kulup (preputium) yang menutupi ujung penis. Praktik ini telah ada sejak ribuan tahun lalu dan dilakukan oleh berbagai budaya dan agama di seluruh dunia. Dalam Islam, sunat bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga bagian dari syariat agama yang memiliki dasar hukum dan hikmah tersendiri.

Bagaimana Hukum Sunat (Khitan) dalam Islam?

Pertanyaan “apakah sunat itu wajib” sering menjadi topik diskusi di kalangan umat Islam. Berdasarkan analisis para ulama, sunat bagi laki-laki adalah anjuran kuat (sunnah muakkadah) dan dianggap mendekati wajib oleh mayoritas ulama. Tidak ada satu pun ulama yang mengingkari pentingnya pelaksanaan sunat.

Pandangan Mazhab Ulama Mengenai Sunat

Perbedaan pandangan mengenai status hukum sunat lebih pada nuansa dan tingkat penekanan, namun esensinya tetap mengarah pada sangat dianjurkannya praktik ini. Berikut adalah rangkuman pandangan dari empat mazhab utama dalam Islam:

  • Mazhab Syafi’i dan Hanbali
  • Menurut Mazhab Syafi’i dan Hanbali, sunat bagi laki-laki Muslim hukumnya adalah wajib. Pandangan ini didasarkan pada dalil-dalil kuat yang menganggapnya sebagai bagian integral dari syariat Islam dan fitrah manusia yang harus dipenuhi. Mereka berpendapat bahwa kewajiban ini bertujuan untuk kesempurnaan ibadah dan kebersihan diri.

  • Mazhab Hanafi dan Maliki
  • Sementara itu, Mazhab Hanafi dan Maliki lebih condong mengkategorikan sunat sebagai sunnah muakkadah, yakni sunnah yang sangat dianjurkan. Meskipun tidak wajib mutlak, pelaksanaannya dianggap sangat penting dan memiliki pahala besar. Alasan di balik pandangan ini sering dikaitkan dengan aspek kesehatan dan kemudahan dalam menjaga kebersihan.

Kesimpulannya, meskipun ada perbedaan nuansa hukum di kalangan mazhab, semua ulama sepakat bahwa sunat adalah praktik yang sangat dianjurkan dalam Islam. Bagi seorang Muslim, melaksanakannya adalah bentuk ketaatan terhadap perintah agama dan penjagaan kebersihan diri.

Dasar Hukum dan Hikmah Disyariatkannya Sunat

Disyariatkannya khitan dalam Islam tidak lepas dari berbagai dasar hukum dan hikmah yang terkandung di dalamnya.

  • Perintah Allah dan Sunnah Nabi
  • Khitan merupakan syariat yang diwariskan dari Nabi Ibrahim AS dan dicontohkan secara langsung oleh Nabi Muhammad SAW. Ini adalah bagian dari fitrah manusia yang disebutkan dalam beberapa hadis, menunjukkan keselarasan dengan ajaran Islam dan tata cara hidup yang bersih.

  • Kebersihan dan Ibadah
  • Salah satu hikmah utama sunat adalah mempermudah pembersihan area genital. Kulup yang tidak disunat berpotensi menumpuk smegma (campuran sel kulit mati, minyak, dan cairan tubuh) serta kotoran, yang bisa menjadi media perkembangbiakan bakteri. Dengan sunat, kebersihan lebih mudah terjaga, sehingga menjadi syarat sahnya ibadah seperti salat, karena menuntut tubuh dalam keadaan suci dari najis.

  • Manfaat Kesehatan
  • Selain alasan agama, sunat juga memiliki manfaat kesehatan yang telah diakui secara medis. Praktik ini berkontribusi pada penurunan risiko berbagai kondisi kesehatan.

Manfaat Kesehatan Sunat yang Diakui Medis

Berbagai penelitian medis telah menunjukkan bahwa sunat memiliki sejumlah manfaat kesehatan yang signifikan, antara lain:

  • Mengurangi Risiko Infeksi Saluran Kemih (ISK)
  • Bayi laki-laki yang tidak disunat memiliki risiko lebih tinggi mengalami infeksi saluran kemih dibandingkan dengan bayi yang disunat. Hal ini disebabkan oleh potensi penumpukan bakteri di bawah kulup.

  • Mencegah Fimosis dan Parafimosis
  • Fimosis adalah kondisi kulup yang terlalu ketat sehingga sulit ditarik ke belakang, sedangkan parafimosis adalah kondisi kulup yang terjebak di belakang kepala penis dan tidak bisa kembali ke posisi semula. Kedua kondisi ini dapat dicegah dengan sunat.

  • Menurunkan Risiko Infeksi Menular Seksual (IMS)
  • Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sunat dapat mengurangi risiko penularan infeksi menular seksual tertentu, termasuk HIV, pada laki-laki.

  • Mengurangi Risiko Kanker Penis
  • Meskipun jarang terjadi, kanker penis lebih sering ditemukan pada laki-laki yang tidak disunat. Sunat dapat membantu menurunkan risiko penyakit ini.

  • Mempermudah Kebersihan Organ Intim
  • Seperti yang disebutkan sebelumnya, sunat membuat area genital lebih mudah dibersihkan, sehingga mengurangi risiko penumpukan kotoran dan bakteri.

Kapan Waktu Terbaik untuk Melakukan Sunat?

Dalam Islam, tidak ada batasan usia yang ketat untuk sunat, namun umumnya dianjurkan untuk dilakukan saat masih kanak-kanak, bahkan saat bayi. Secara medis, sunat pada bayi atau anak-anak memiliki proses penyembuhan yang cenderung lebih cepat dan risiko komplikasi yang lebih rendah. Namun, sunat juga dapat dilakukan pada usia remaja atau dewasa, dengan pertimbangan medis yang tepat.

Kesimpulan: Apakah Sunat Wajib atau Sunnah Muakkadah?

Secara umum, sunat bagi laki-laki Muslim adalah anjuran yang sangat kuat (sunnah muakkadah) dan dianggap wajib oleh sebagian besar ulama, terutama mazhab Syafi’i dan Hanbali. Pandangan ini didasarkan pada pentingnya sunat sebagai bagian dari fitrah, syariat Islam, dan tuntutan kebersihan dalam ibadah. Manfaat kesehatan yang diakui secara medis juga semakin memperkuat urgensi praktik ini. Melaksanakan sunat adalah bentuk ketaatan kepada agama dan upaya menjaga kesehatan diri.

Rekomendasi Medis dari Halodoc

Bagi yang mempertimbangkan untuk melakukan sunat atau memiliki pertanyaan lebih lanjut, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. Dokter dapat memberikan informasi detail mengenai prosedur, persiapan yang diperlukan, risiko, serta perawatan pasca-sunat yang sesuai dengan kondisi individu. Dapatkan informasi kesehatan terpercaya dan buat janji konsultasi dokter melalui Halodoc untuk memastikan keputusan terbaik bagi kesehatan.