Ad Placeholder Image

Apakah Wanita Hamil Bisa Keputihan? Ini Jawabannya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   13 Mei 2026

Wanita Hamil Keputihan? Jangan Panik, Ini Normal!

Apakah Wanita Hamil Bisa Keputihan? Ini Jawabannya!Apakah Wanita Hamil Bisa Keputihan? Ini Jawabannya!

Apakah Wanita Hamil Mengalami Keputihan? Ini Penjelasannya

Banyak wanita hamil bertanya-tanya, apakah wanita hamil mengalami keputihan? Jawabannya adalah ya, keputihan sangat umum terjadi selama kehamilan, bahkan bisa menjadi salah satu tanda awal kehamilan. Kondisi ini disebabkan oleh perubahan hormon yang signifikan dalam tubuh ibu hamil, terutama peningkatan hormon estrogen dan progesteron.

Keputihan normal saat hamil dikenal dengan istilah leukorrhea, yaitu cairan vagina yang bening atau berwarna putih susu, encer, tidak berbau, serta tidak menyebabkan gatal atau rasa perih. Namun, penting untuk diingat bahwa tidak semua keputihan adalah normal. Keputihan yang disertai bau menyengat, berwarna kuning atau hijau, terasa gatal, atau menimbulkan nyeri dapat menjadi tanda infeksi yang memerlukan pemeriksaan medis segera.

Definisi Keputihan Saat Hamil

Keputihan saat hamil adalah kondisi di mana terjadi peningkatan produksi cairan dari vagina. Fenomena ini merupakan respons alami tubuh terhadap perubahan fisiologis selama kehamilan. Cairan ini berfungsi untuk melindungi jalan lahir dari infeksi dan menjaga keseimbangan pH vagina.

Keputihan fisiologis atau normal yang terjadi pada ibu hamil disebut leukorrhea. Karakteristik leukorrhea adalah cairan bening hingga putih susu, tekstur encer, tidak mengeluarkan bau, dan tidak menyebabkan iritasi seperti gatal atau perih.

Jenis Keputihan Saat Hamil

Penting untuk membedakan antara keputihan normal dan keputihan tidak normal selama kehamilan. Perbedaan ini membantu ibu hamil mengenali kapan harus mencari bantuan medis.

Keputihan Normal (Leukorrhea)

Keputihan normal saat hamil memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Cairan berwarna bening atau putih susu.
  • Tekstur encer dan lengket.
  • Tidak berbau atau memiliki bau yang sangat ringan.
  • Tidak menyebabkan gatal, nyeri, atau kemerahan pada area vagina.
  • Jumlahnya dapat meningkat seiring bertambahnya usia kehamilan.

Keputihan Tidak Normal

Keputihan yang tidak normal saat hamil bisa menjadi indikasi adanya infeksi atau masalah kesehatan lain. Ciri-cirinya meliputi:

  • Berwarna kuning, hijau, abu-abu, atau kemerahan.
  • Tekstur kental, bergumpal, atau berbusa.
  • Memiliki bau yang menyengat dan tidak sedap, seperti bau amis.
  • Disertai rasa gatal, panas, nyeri saat buang air kecil, atau nyeri saat berhubungan intim.
  • Terjadi pendarahan atau bercak darah yang tidak biasa.

Penyebab Keputihan Normal Saat Hamil

Peningkatan keputihan normal selama kehamilan disebabkan oleh beberapa faktor, yang utamanya adalah perubahan hormonal. Penyebab utamanya meliputi:

  • Peningkatan Hormon Estrogen dan Progesteron: Selama kehamilan, kadar kedua hormon ini melonjak drastis. Peningkatan estrogen merangsang produksi cairan vagina, sementara progesteron membantu menjaga lapisan rahim.
  • Peningkatan Aliran Darah ke Area Panggul: Tubuh wanita hamil mengalami peningkatan volume darah dan aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk ke area panggul dan vagina. Hal ini menyebabkan peningkatan sekresi kelenjar di sekitar leher rahim dan dinding vagina, yang berkontribusi pada produksi cairan vagina yang lebih banyak.
  • Perlindungan Leher Rahim dan Janin: Keputihan juga berperan sebagai mekanisme pertahanan alami tubuh. Cairan ini membantu membersihkan bakteri dari jalan lahir dan melindungi leher rahim dari potensi infeksi yang bisa membahayakan janin.

Kapan Harus Khawatir dengan Keputihan Saat Hamil?

Meskipun keputihan adalah hal yang wajar selama kehamilan, beberapa tanda dan gejala harus diwaspadai sebagai indikasi masalah serius. Ibu hamil disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter jika mengalami keputihan dengan karakteristik berikut:

  • Berwarna kuning kehijauan, abu-abu, atau cokelat.
  • Berbau tidak sedap, seperti bau amis atau busuk.
  • Disertai rasa gatal yang parah, nyeri, atau sensasi terbakar pada vagina.
  • Vagina terlihat merah, bengkak, atau iritasi.
  • Terjadi nyeri saat buang air kecil atau saat berhubungan intim.
  • Adanya bercak darah atau pendarahan vagina yang tidak biasa.

Gejala-gejala ini bisa menjadi tanda infeksi jamur, infeksi bakteri (vaginosis bakterial), atau infeksi menular seksual, yang semuanya memerlukan diagnosis dan penanganan medis untuk mencegah komplikasi pada ibu dan janin.

Penanganan Keputihan Saat Hamil

Keputihan normal saat hamil umumnya tidak memerlukan penanganan khusus, cukup dengan menjaga kebersihan area kewanitaan. Namun, untuk keputihan tidak normal yang disebabkan oleh infeksi, penanganan medis sangat diperlukan.

Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk menentukan jenis infeksi dan meresepkan pengobatan yang aman untuk ibu hamil, seperti antibiotik atau antijamur. Penting untuk tidak mencoba mengobati sendiri keputihan yang tidak normal, karena beberapa obat mungkin tidak aman untuk kehamilan.

Pencegahan Keputihan Tidak Normal Saat Hamil

Meskipun tidak semua jenis keputihan dapat dicegah, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk meminimalkan risiko keputihan tidak normal selama kehamilan:

  • Jaga Kebersihan Area Kewanitaan: Bersihkan vagina dari depan ke belakang setelah buang air kecil dan besar untuk mencegah bakteri dari anus masuk ke vagina.
  • Hindari Penggunaan Sabun Beraroma: Sabun atau produk pembersih vagina yang mengandung pewangi dapat mengganggu keseimbangan pH alami vagina dan memicu iritasi atau infeksi.
  • Gunakan Pakaian Dalam Katun: Pilih pakaian dalam yang terbuat dari bahan katun yang menyerap keringat dan tidak terlalu ketat agar sirkulasi udara baik.
  • Ganti Pakaian Dalam Secara Teratur: Gantilah pakaian dalam setidaknya dua kali sehari atau setiap kali terasa lembap.
  • Hindari Douche Vagina: Mencuci bagian dalam vagina dengan douche dapat menghilangkan bakteri baik dan meningkatkan risiko infeksi.
  • Keringkan Area Genital Setelah Mandi: Pastikan area vagina benar-benar kering setelah mandi untuk mencegah pertumbuhan bakteri atau jamur di lingkungan yang lembap.

Keputihan adalah bagian alami dari kehamilan. Memahami perbedaannya antara yang normal dan tidak normal sangat penting untuk kesehatan ibu dan janin.

Jika memiliki kekhawatiran tentang keputihan saat hamil atau mengalami gejala yang tidak biasa, segera konsultasikan dengan dokter kandungan. Layanan konsultasi dokter profesional dan praktis tersedia melalui aplikasi Halodoc, memudahkan ibu hamil mendapatkan saran medis yang akurat dan tepat waktu.