Ari Ari di Bawah: Jangan Panik, Ini Solusinya!

Ari-ari di bawah atau plasenta previa adalah suatu kondisi medis yang terjadi selama kehamilan, di mana plasenta (ari-ari) menempel di bagian bawah rahim dan menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir (serviks). Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan hebat sebelum atau selama persalinan, berpotensi membahayakan ibu dan janin. Meskipun seringkali memerlukan pemantauan ketat dan persalinan melalui operasi caesar, plasenta previa juga bisa “naik” seiring bertambahnya usia kehamilan.
Apa Itu Plasenta Previa?
Plasenta atau ari-ari adalah organ penting yang berkembang di dalam rahim selama kehamilan. Fungsinya adalah menyalurkan oksigen dan nutrisi dari ibu ke janin, serta membuang limbah dari janin. Normalnya, plasenta menempel di bagian atas atau samping rahim, jauh dari jalan lahir.
Pada kasus ari-ari di bawah atau plasenta previa, plasenta menempel di bagian bawah rahim dan sebagian atau seluruhnya menghalangi serviks. Serviks adalah pembukaan rahim yang akan melebar saat persalinan. Ketika serviks mulai menipis atau melebar menjelang persalinan, pembuluh darah yang menghubungkan plasenta ke rahim dapat robek, menyebabkan perdarahan.
Ada beberapa jenis plasenta previa, yaitu:
- Plasenta previa totalis: Plasenta menutupi seluruh jalan lahir.
- Plasenta previa parsialis: Plasenta menutupi sebagian jalan lahir.
- Plasenta previa marginalis: Plasenta berada sangat dekat dengan tepi serviks, tetapi tidak menutupinya.
Jenis-jenis ini menentukan tingkat risiko dan penanganan yang diperlukan.
Gejala Plasenta Previa
Gejala utama ari-ari di bawah adalah perdarahan vagina tanpa rasa sakit yang terjadi pada trimester kedua atau ketiga kehamilan. Perdarahan ini bisa ringan (bercak) hingga sangat berat dan mengancam jiwa. Seringkali perdarahan muncul dan berhenti secara sporadis.
Pada beberapa kasus, perdarahan mungkin disertai dengan kontraksi rahim, meskipun biasanya tidak nyeri. Penting untuk segera mencari pertolongan medis jika mengalami perdarahan vagina saat hamil. Pemeriksaan dokter kandungan diperlukan untuk mengetahui penyebab perdarahan.
Penyebab dan Faktor Risiko Plasenta Previa
Penyebab pasti plasenta previa seringkali tidak diketahui. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seorang wanita mengalami kondisi ari-ari di bawah ini.
- Riwayat operasi caesar sebelumnya: Jaringan parut pada rahim setelah operasi caesar dapat memengaruhi tempat plasenta menempel.
- Kehamilan kembar atau ganda: Ukuran plasenta yang lebih besar meningkatkan kemungkinan menutupi jalan lahir.
- Usia ibu yang lanjut: Wanita hamil di atas 35 tahun memiliki risiko lebih tinggi.
- Pernah mengalami plasenta previa sebelumnya.
- Riwayat operasi rahim lainnya: Seperti pengangkatan mioma.
- Merokok atau penggunaan narkoba.
- Rahim dengan bentuk abnormal.
Diagnosis Plasenta Previa
Ari-ari di bawah atau plasenta previa umumnya didiagnosis melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG) rutin pada trimester kedua kehamilan. USG transvaginal seringkali lebih akurat untuk memastikan posisi plasenta relatif terhadap serviks.
Jika terdiagnosis pada awal kehamilan, dokter akan terus memantau posisi plasenta. Penting untuk tidak melakukan pemeriksaan vagina manual jika dicurigai plasenta previa karena dapat memicu perdarahan hebat.
Penanganan dan Pengobatan Plasenta Previa
Tidak ada pengobatan yang dapat mengubah posisi plasenta setelah ia menempel. Penanganan ari-ari di bawah berfokus pada pengelolaan perdarahan, perpanjangan kehamilan, dan keselamatan ibu serta janin. Strategi penanganan akan disesuaikan berdasarkan usia kehamilan, jumlah perdarahan, dan jenis plasenta previa.
- Pemantauan Ketat: Jika perdarahan minimal dan usia kehamilan masih muda, ibu hamil akan dipantau ketat. Dokter mungkin menyarankan istirahat di tempat tidur, menghindari aktivitas berat, dan pantang berhubungan intim.
- Perawatan di Rumah Sakit: Untuk perdarahan yang lebih signifikan atau berulang, ibu hamil mungkin perlu dirawat di rumah sakit. Ini memungkinkan pemantauan berkelanjutan dan akses cepat ke transfusi darah atau persalinan darurat jika diperlukan.
- Obat-obatan: Kortikosteroid dapat diberikan untuk mempercepat pematangan paru-paru janin jika ada kemungkinan persalinan prematur.
- Persalinan Caesar: Mayoritas kasus plasenta previa, terutama plasenta previa totalis, memerlukan persalinan melalui operasi caesar. Hal ini dilakukan untuk menghindari risiko perdarahan hebat yang bisa terjadi jika serviks mulai melebar pada persalinan normal. Persalinan caesar biasanya direncanakan antara minggu ke-36 hingga ke-37 kehamilan, atau lebih cepat jika terjadi perdarahan berat.
Penting untuk diketahui bahwa seringkali plasenta yang awalnya terdeteksi di bawah dapat “naik” atau bermigrasi menjauhi serviks seiring dengan pertumbuhan rahim selama kehamilan.
Pencegahan Plasenta Previa
Plasenta previa atau ari-ari di bawah umumnya tidak dapat dicegah. Namun, mengelola faktor risiko yang dapat dikontrol dapat membantu mengurangi kemungkinan terjadinya kondisi ini. Menghindari merokok dan penggunaan narkoba adalah langkah penting yang dapat diambil selama kehamilan.
Pemeriksaan kehamilan rutin (antenatal care) sangat krusial. Melalui pemeriksaan rutin, dokter dapat mendeteksi kondisi seperti plasenta previa lebih awal dan merencanakan penanganan yang tepat. Konsultasi teratur dengan dokter kandungan memastikan kesehatan ibu dan janin terpantau optimal.
Kondisi ari-ari di bawah atau plasenta previa memerlukan perhatian medis yang serius. Jika mengalami gejala seperti perdarahan vagina tanpa rasa sakit selama kehamilan, segera konsultasikan dengan dokter kandungan. Melalui aplikasi Halodoc, dapat dengan mudah terhubung dengan dokter spesialis untuk mendapatkan diagnosis dan rencana perawatan yang tepat, demi menjaga kesehatan ibu dan janin.



