Ad Placeholder Image

Arti Telinga Berdengung, Pahami Gejala dan Sebabnya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   23 April 2026

Mengapa Telinga Berdengung? Pahami Artinya!

Arti Telinga Berdengung, Pahami Gejala dan SebabnyaArti Telinga Berdengung, Pahami Gejala dan Sebabnya

Apa Arti Telinga Berdengung (Tinnitus) dan Penyebabnya?

Sensasi suara dengungan, desisan, deru, atau siulan di telinga yang tidak berasal dari sumber eksternal dikenal sebagai telinga berdengung atau tinnitus. Kondisi ini bukanlah penyakit, melainkan sebuah gejala yang menandakan adanya masalah kesehatan lain di dalam tubuh. Tinnitus dapat terjadi pada siapa saja, tetapi lebih sering ditemukan pada individu berusia lanjut.

Memahami Definisi Tinnitus atau Telinga Berdengung

Tinnitus merujuk pada persepsi suara di telinga atau kepala seseorang tanpa adanya stimulus akustik dari luar. Suara yang dirasakan bisa bervariasi, mulai dari dengungan ringan, desisan seperti uap, deru ombak, hingga suara siulan yang konstan. Sensasi ini dapat bersifat sementara atau berlangsung secara terus-menerus, memengaruhi satu telinga atau keduanya.

Meskipun seringkali tidak berbahaya, tinnitus yang persisten dapat mengganggu konsentrasi, pola tidur, dan kualitas hidup secara keseluruhan. Penting untuk diketahui bahwa tinnitus bukan penyakit, melainkan indikator bahwa ada sesuatu yang tidak berfungsi dengan baik pada sistem pendengaran atau bagian tubuh lainnya.

Apa Saja Gejala Tinnitus?

Gejala utama tinnitus adalah mendengar suara fantom, yaitu suara yang tidak memiliki sumber eksternal. Suara ini dapat bervariasi dalam jenis dan intensitasnya.

  • Dengungan konstan atau intermiten.
  • Desisan lembut seperti suara serangga atau uap.
  • Deru yang mirip dengan suara ombak atau angin.
  • Siulan bernada tinggi.
  • Bunyi klik atau denyutan.

Tingkat kenyaringan suara ini bisa berbeda-beda pada setiap individu dan mungkin lebih terasa saat berada di lingkungan yang tenang. Beberapa orang merasakan gejala ini di satu telinga, sementara yang lain merasakannya di kedua telinga.

Penyebab Umum Telinga Berdengung

Tinnitus dapat dipicu oleh berbagai kondisi kesehatan yang memengaruhi telinga, saraf pendengaran, atau otak. Memahami penyebab dasarnya sangat penting untuk penanganan yang tepat.

Gangguan Pendengaran

Ini adalah penyebab paling umum dari tinnitus. Kehilangan pendengaran terkait usia, yang dikenal sebagai presbikusis, dapat menyebabkan tinnitus seiring waktu. Paparan suara bising yang terlalu keras, baik secara mendadak maupun kronis, juga dapat merusak sel-sel rambut kecil di koklea (telinga bagian dalam) yang bertanggung jawab untuk mengirimkan sinyal suara ke otak. Kerusakan ini bisa memicu persepsi suara berdengung.

Penumpukan Kotoran Telinga

Kotoran telinga yang berlebihan dan mengeras dapat menghalangi saluran telinga. Hal ini tidak hanya memengaruhi pendengaran, tetapi juga dapat menyebabkan tekanan pada gendang telinga, yang berujung pada sensasi berdengung.

Infeksi Telinga

Infeksi pada telinga tengah atau luar dapat menyebabkan peradangan dan penumpukan cairan. Kondisi ini dapat memengaruhi transmisi suara dan memicu tinnitus sementara atau persisten hingga infeksi teratasi.

Cedera Telinga atau Kepala

Trauma fisik pada kepala atau telinga, seperti benturan keras atau cedera akibat ledakan suara, dapat merusak struktur telinga bagian dalam. Kerusakan ini dapat mengganggu fungsi pendengaran normal dan menyebabkan tinnitus.

Masalah Sirkulasi Darah

Kondisi medis tertentu yang memengaruhi pembuluh darah, seperti tekanan darah tinggi atau aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah), dapat menyebabkan aliran darah yang bergejolak di dekat telinga. Ini kadang-kadang dapat dipersepsikan sebagai suara denyutan atau deru di telinga (tinnitus pulsatil).

Efek Samping Obat-obatan Tertentu

Beberapa jenis obat memiliki efek samping ototoksik, yang berarti dapat merusak telinga bagian dalam atau saraf pendengaran. Contoh obat yang dapat menyebabkan tinnitus antara lain aspirin dosis tinggi, beberapa antibiotik, diuretik, dan antidepresan tertentu. Tinnitus seringkali mereda setelah penghentian atau penyesuaian dosis obat.

Kapan Harus Mencari Bantuan Medis untuk Tinnitus?

Jika telinga berdengung terjadi setelah infeksi saluran pernapasan atas dan tidak membaik dalam seminggu, konsultasi medis dianjurkan. Selain itu, segera temui dokter apabila tinnitus terjadi tiba-tiba, tanpa penyebab yang jelas, atau disertai dengan pusing dan gangguan pendengaran. Konsultasi juga diperlukan jika tinnitus sangat mengganggu aktivitas harian.

Strategi Mengatasi dan Mencegah Tinnitus

Penanganan tinnitus sangat bergantung pada identifikasi dan pengobatan penyebab dasarnya. Jika penyebabnya dapat diatasi, tinnitus seringkali akan mereda.

Mengatasi Tinnitus

  • Pengobatan Penyebab Dasar: Jika disebabkan oleh kotoran telinga, dokter akan membersihkannya. Infeksi telinga akan diobati dengan antibiotik atau obat lain.
  • Perubahan Obat: Jika tinnitus adalah efek samping obat, dokter mungkin akan mengubah dosis atau jenis obat.
  • Terapi Suara: Menggunakan alat bantu dengar, perangkat suara putih, atau aplikasi suara relaksasi dapat membantu menutupi suara tinnitus dan mengurangi persepsinya.
  • Manajemen Stres: Teknik relaksasi, yoga, atau meditasi dapat membantu mengurangi tingkat stres yang seringkali memperburuk tinnitus.

Pencegahan Tinnitus

  • Lindungi Pendengaran: Gunakan pelindung telinga seperti penutup telinga atau penyumbat telinga saat terpapar suara bising yang keras, misalnya di konser, tempat kerja yang bising, atau saat menggunakan alat berat.
  • Kurangi Paparan Suara Keras: Hindari mendengarkan musik dengan volume sangat tinggi melalui headphone atau earphone dalam waktu lama.
  • Jaga Kesehatan Kardiovaskular: Kelola tekanan darah, kolesterol, dan hindari kebiasaan merokok. Gaya hidup sehat mendukung sirkulasi darah yang baik dan dapat mencegah tinnitus yang berkaitan dengan pembuluh darah.
  • Perhatikan Penggunaan Obat: Diskusikan dengan dokter mengenai potensi efek samping ototoksik dari obat-obatan yang sedang dikonsumsi.

Kesimpulan dan Rekomendasi Halodoc

Telinga berdengung atau tinnitus adalah gejala yang memerlukan perhatian medis untuk mengidentifikasi penyebabnya. Meskipun seringkali tidak berbahaya, tinnitus yang persisten dapat memengaruhi kualitas hidup. Dengan diagnosis yang tepat dan penanganan penyebab dasarnya, gejala ini dapat dikelola secara efektif.

Apabila mengalami telinga berdengung yang mengganggu atau disertai gejala lain, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis THT. Melalui aplikasi Halodoc, dapat membuat janji dengan dokter, melakukan konsultasi secara daring, atau mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan. Ketersediaan informasi medis yang akurat dan akses ke layanan kesehatan profesional adalah kunci untuk menjaga kesehatan telinga secara optimal.