• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Atlet Rugbi Berisiko Tinggi Terkena Patah Tulang Selangka

Atlet Rugbi Berisiko Tinggi Terkena Patah Tulang Selangka

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Sebaiknya selalu berhati-hati ketika melakukan berbagai aktivitas untuk hindari terjatuh yang dapat mengakibatkan cedera. Saat jatuh, kamu bisa mengalami berbagai risiko cedera, salah satunya adalah patah tulang selangka. Tulang selangka terletak pada kanan dan kiri dada bagian atas dan tepat berada di bawah leher. Saat terjatuh dengan posisi tangan terlentang atau membentur bahu terlebih dahulu, kamu akan mengalami risiko patah tulang selangka.

Baca juga: Anak Patah Tulang Selangka, Orangtua Harus Apa?

Tidak hanya jatuh dengan benturan pada bahu, hantaman cukup keras pada olahraga rugbi juga menyebabkan atlet rugbi berisiko tinggi mengalami patah tulang selangka. Meskipun dapat menyebabkan gangguan pada pergerakan lengan, tetapi patah tulang selangka dapat diatasi dengan penyangga lengan (arm sling). Simak ulasan pengobatan yang tepat untuk atasi patah tulang selangka, di sini!

Bukan Hanya Atlet Rugbi, Ini Kondisi yang Berisiko Alami Patah Tulang Selangka

Patah tulang selangka merupakan kondisi yang sangat umum dialami akibat kecelakaan lalu lintas, saat berolahraga, dan juga ketika mengalami benturan cukup keras pada bagian bahu. Berikut ini beberapa kegiatan yang rentan menyebabkan kamu alami patah tulang selangka:

  1. Jatuh dengan posisi tangan yang terlentang atau jatuh menimpa bahu terlebih dahulu.
  2. Olahraga juga berisiko tinggi menyebabkan kamu alami patah tulang selangka apalagi jika olahraga tersebut melakukan kontak fisik, misalnya olahraga rugbi atau judo.
  3. Kecelakaan lalu lintas, seperti kecelakaan ketika bermotor atau bersepeda berisiko tinggi menyebabkan patah tulang selangka.
  4. Proses persalinan yang tidak berjalan dengan baik juga dapat tingkatkan risiko bayi mengalami patah tulang selangka ketika melewati jalan lahir.

Itulah beberapa kondisi yang dapat sebabkan kondisi patah tulang selangka. Tulang selangka tidak akan mengeras, hingga kamu memasuki usia 20 tahun. Untuk itu, mengapa anak-anak dan remaja sangat rentan alami patah tulang selangka. 

Tulang selangka akan mengeras saat kamu beranjak dewasa, tetapi perlu berhati-hati saat memasuki usia lanjut. Kondisi ini akan membuat tulang kembali rapuh akibat faktor usia.

Baca juga: Inilah Gejala yang Terjadi saat Patah Tulang Selangka

Gejala Patah Tulang Selangka

Tulang selangka yang retak atau patah akan menyebabkan rasa nyari yang cukup parah. Apalagi jika pengidap menggerakan bagian bahu. Tidak hanya itu, ada beberapa gejala lain yang menandakan patah tulang selangka, seperti pembengkakan pada bagian tulang selangka, perdarahan jika tulang merusak jaringan kulit, mati rasa atau kesemutan pada bagian yang mengalami cedera, hingga bahu yang terlihat lebih ke bawah karena tulang selangka tidak dapat menyangga.

Segera kunjungi rumah sakit terdekat dan lakukan pemeriksaan ketika kamu mengalami cedera pada bagian tulang selangka. Cari rumah sakit terdekat menggunakan aplikasi Halodoc agar kondisi darurat yang kamu alami dapat segera diatasi. 

Pengobatan Patah Tulang Selangka

Selain pemeriksaan fisik, dokter juga akan melakukan CT Scan untuk melihat area yang mengalami cedera dengan lebih jelas. Pada kasus cedera yang terbilang ringan, patah tulang selangka dapat sembuh dengan perawatan mandiri menggunakan penyangga lengan. Penyangga lengan atau arm sling berguna untuk menahan lengan dan tulang pada posisi yang normal.

Penggunaan obat-obatan juga kerap digunakan untuk menghilangkan rasa nyeri yang muncul akibat patah tulang. Kondisi patah tulang selangka yang terbilang parah membutuhkan penanganan melalui tindakan operasi untuk dilakukan pemasangan pen yang bertujuan untuk menyambung tulang yang patah.

Baca juga: Pentingnya Terapi Fisik untuk Atasi Patah Tulang Selangka

Tentunya, pemulihan patah tulang selangka disesuaikan dengan tingkat keparahannya. Pada anak-anak membutuhkan waktu sekitar 6 minggu, sedangkan pada orang dewasa sekitar 3 bulan untuk masa pemulihan. 

Setelah tindakan pada kondisi patah tulang, pengidap patah tulang selangka juga membutuhkan perawatan lain yang bisa meningkatkan kembali fungsi tulang selangka, salah satunya melakukan fisioterapi.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Broken Collarbone.
National Health Service UK. Diakses pada 2020. Broken Collarbone.