• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Awas, Rendah Diri Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental

Awas, Rendah Diri Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Rendahnya rasa percaya diri bisa disebabkan karena pengalaman masa kecil yang penuh kekerasan ataupun hal negatif, sehingga efeknya dapat bertahan hingga dewasa. Menurut Alfred Adler, psikolog dari Australia, pengalaman masa kecil seperti mendengar komentar-komentar negatif tentang dirinya akan merusak citra diri seorang anak yang akan terbawa hingga dewasa. 

Perawakan fisik, status sosial, pesan budaya misalnya seorang perempuan harus langsing dan pola asuh dapat mengembangkan perasaan rendah diri. Disadari atau tidak, perasaan rendah diri ini dapat memengaruhi kesehatan mental. 

Baca juga: Bedanya Percaya Diri dan Narsistik

Lebih kompleks lagi, rasa percaya diri adalah faktor penentu yang menggerakkan seseorang untuk membuat keputusan hidup yang sehat, konstruktif, dan adaptif. Orang yang memiliki rasa percaya diri rendah dapat membuat keputusan yang merusak diri sendiri seperti mentolerir perilaku negatif ke dirinya yang pada akhirnya merugikan diri sendiri.

Dampak Rendah Diri Terhadap Kesehatan Mental

Tadi sudah dibahas apa pemicu rendah diri dan bagaimana pengaruhnya terhadap kesehatan mental. Pengaruh paling signifikan dari rendahnya rasa percaya diri terhadap kesehatan mental adalah sebagai berikut:

1. Menciptakan kecemasan, stres, kesepian, dan peningkatan kemungkinan depresi.

2. Menimbulkan masalah pada inteaksi sosial mulai dari persahabatan, pekerjaan, sampai ke relasi percintaan. 

3. Menghambat pencapaian pendidikan dan karier.

4. Menyebabkan peningkatan kerentanan terhadap penyalahgunaan narkoba dan alkohol.

Baca juga: Cara Menumbuhkan Rasa Percaya Diri pada Remaja

Hal yang terburuk dari semuanya adalah rendahnya rasa percaya pada diri sendiri dapat membawa seseorang semakin tidak produktif atau bahkan secara aktif merusak diri sendiri. Karenanya, menyadari dampak buruk perasaan rendah diri terhadap kesehatan mental sangat penting untuk membangun rasa percaya diri. 

Belajar mencintai diri sendiri dan berusaha untuk hidup lebih baik bisa menjadi cara untuk menjadi lebih percaya diri. Sebenarnya kuncinya adalah menantang dan menyesuaikan pikiran negatif ini menjadi pikiran yang lebih positif. Belajar menghargai dan merawat pikiran dan fisik melalui gaya hidup sehat juga penting. 

Pola makan, olahraga, dan meditasi yang baik dapat menjadi batu loncatan pertama dalam memperoleh kembali kepercayaan diri, baik secara fisik dan emosional. Terlibat sepenuhnya dengan orang yang kita cintai juga faktor yang tidak boleh diluputkan. 

Baca juga: Hati-Hati, 4 Hal Ini Bisa Turunkan Percaya Diri Anak

Merasa dicintai dan didukung adalah cara yang bagus untuk mulai meningkatkan rasa percaya diri. Jika kamu tidak memiliki teman dekat atau keluarga, pertimbangkan untuk bergabung dengan kelompok pendukung atau bahkan menjadi sukarelawan. Membantu orang lain adalah cara yang bagus untuk membantu diri sendiri.

Jika kamu butuh informasi lebih detail mengenai masalah kesehatan mental bisa ditanyakan langsung ke Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Berdamai dengan Diri Sendiri Kunci Tingkatkan Percaya Diri

Membantah suara hati yang selalu mengkritisi diri sendiri adalah hal pertama yang bisa dilakukan untuk meningkatkan rasa percaya diri. Daripada berfokus pada mengevaluasi diri sendiri, sebaliknya kamu dapat mengakui ketika segala sesuatunya sulit dan mencoba menguatkan diri sendiri. 

Ini bisa dilakukan dengan cara memaafkan diri sendiri ketika tidak melakukan sesuatu sesuai dengan harapan. Cobalah untuk bersikap lembut pada diri sendiri daripada mengkritik diri sendiri ketika segala sesuatunya tidak berjalan seperti yang diharapkan. 

Hal ini bisa sangat sulit jika kamu tidak terbiasa melakukannya. Waspadai emosi yang ada pada dirimu. Jika kamu merasa kesal dengan suatu situasi, cobalah untuk membiarkan diri mengalami emosi itu secara seimbang, tanpa menekannya atau benar-benar terbawa perasaan. 

Saat mempraktikkan hal ini, cobalah untuk tidak terlalu menilai diri sendiri karena memiliki emosi negatif. Jika kamu dapat menyadari kalau setiap emosi datang dan pergi dan pada akhirnya berlalu, itu akan membantu kamu untuk tidak kewalahan oleh perasaanmu. Cobalah gali potensi dalam dirimu yang bisa dikembangkan. Menemukan hal positif pada diri sendiri akan membantu kamu meningkatkan rasa percaya diri. Selamat mencoba, ya! 

Referensi:
Everyday Health. Diakses pada 2020. What Can Cause an Inferiority Complex?
Psych Central. Diakses pada 2020. How Does Low Self-Esteem Negatively Affect You?
The University of Texas at Austin. Diakses pada 2020. Self-Esteem.