Ad Placeholder Image

Badan Sakit Olahraga: Kapan Lanjut, Kapan Berhenti?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   01 April 2026

Badan Sakit Setelah Olahraga: Lanjut atau Berhenti?

Badan Sakit Olahraga: Kapan Lanjut, Kapan Berhenti?Badan Sakit Olahraga: Kapan Lanjut, Kapan Berhenti?

Badan Sakit Setelah Olahraga: Kapan Boleh Lanjut dan Kapan Harus Berhenti?

Nyeri otot setelah olahraga merupakan pengalaman umum, terutama bagi yang baru memulai atau meningkatkan intensitas latihan. Kondisi ini sering disebut Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS) dan umumnya tidak berbahaya. Namun, penting untuk membedakan nyeri otot normal ini dengan cedera yang membutuhkan perhatian medis. Memahami perbedaan ini krusial untuk menentukan apakah boleh melanjutkan aktivitas fisik atau perlu istirahat dan berkonsultasi dengan profesional kesehatan.

Definisi Nyeri Otot Setelah Olahraga (DOMS) dan Cedera

Nyeri Otot Tertunda (DOMS) adalah sensasi pegal atau nyeri tumpul pada otot yang biasanya muncul 12 hingga 24 jam setelah aktivitas fisik dan dapat bertahan hingga 72 jam. DOMS terjadi karena mikrotrauma kecil pada serat otot dan jaringan ikat yang diinduksi oleh aktivitas fisik, terutama jenis latihan eksentrik. Ini adalah bagian normal dari proses adaptasi dan penguatan otot.

Berbeda dengan DOMS, cedera otot mengacu pada kerusakan struktural yang lebih signifikan pada otot, tendon, atau ligamen. Cedera bisa berupa regangan otot (strain), robekan, atau kondisi lain yang menyebabkan rasa sakit tajam, pembengkakan parah, dan keterbatasan fungsi. Cedera seringkali memerlukan penanganan medis untuk pemulihan optimal.

Memahami Perbedaan: Nyeri Otot Wajar (DOMS) vs. Cedera Serius

Mengenali perbedaan antara DOMS dan cedera sangat penting untuk mengambil keputusan tepat mengenai kelanjutan latihan. Nyeri otot wajar menandakan tubuh sedang beradaptasi dan memulihkan diri. Sementara itu, nyeri akibat cedera merupakan sinyal peringatan yang tidak boleh diabaikan. Berikut adalah panduan untuk membedakannya:

Kapan Boleh Melanjutkan Olahraga Saat Mengalami DOMS?

Nyeri otot setelah olahraga boleh dilanjutkan dengan intensitas rendah jika memiliki karakteristik berikut:

  • Nyeri ringan hingga sedang: Sensasi pegal atau nyeri tumpul yang terasa saat otot bergerak atau ditekan, bukan nyeri tajam yang menusuk.
  • Simetris: Nyeri terjadi di kedua sisi tubuh secara merata, misalnya kedua paha atau kedua lengan, setelah melakukan latihan yang melibatkan kedua sisi tubuh.
  • Membaik dengan gerakan ringan: Aktivitas ringan seperti jalan santai, peregangan lembut, atau bersepeda pelan justru membantu mengurangi rasa nyeri dan kekakuan.

Jika kondisi nyeri otot memenuhi kriteria di atas, melanjutkan olahraga ringan seperti jalan kaki atau peregangan dapat membantu sirkulasi darah dan mempercepat pemulihan. Penting untuk menghindari latihan berat yang menargetkan kelompok otot yang sama yang sedang mengalami DOMS.

Kapan Harus Berhenti Olahraga dan Segera ke Dokter?

Hentikan segera aktivitas fisik dan periksakan diri ke dokter jika nyeri otot setelah olahraga menunjukkan tanda-tanda cedera serius:

  • Nyeri tidak tertahankan atau semakin hebat: Nyeri yang sangat parah, tiba-tiba, atau terus meningkat intensitasnya.
  • Pembengkakan parah atau memar: Area yang cedera mengalami pembengkakan signifikan, perubahan warna kulit menjadi kebiruan atau keunguan.
  • Otot sulit atau tidak bisa digerakkan sama sekali: Keterbatasan signifikan dalam menggerakkan bagian tubuh yang nyeri.
  • Nyeri hanya di satu sisi tubuh saat gerakan simetris: Misalnya, nyeri parah hanya pada satu paha setelah squat, padahal latihan dilakukan untuk kedua kaki.
  • Urine berubah warna menjadi gelap: Ini bisa menjadi tanda rhabdomyolysis, kondisi serius yang memerlukan penanganan medis segera.
  • Nyeri tidak hilang lebih dari seminggu: Nyeri yang berkepanjangan dan tidak membaik dalam kurun waktu tujuh hari.

Tanda-tanda ini memerlukan evaluasi medis untuk diagnosis dan penanganan yang tepat. Mengabaikannya dapat memperburuk cedera dan menghambat proses pemulihan.

Cara Efektif Mengatasi Nyeri Otot Setelah Olahraga (DOMS)

Untuk meredakan DOMS dan mempercepat pemulihan otot, beberapa strategi berikut dapat diterapkan:

  • Gerakan aktif: Lakukan peregangan ringan, jalan kaki santai, atau renang ringan. Gerakan ini membantu meningkatkan aliran darah ke otot dan mengurangi kekakuan.
  • Pijat dan kompres: Pijat lembut area yang nyeri atau gunakan foam roller untuk meredakan ketegangan otot. Kompres dingin dapat membantu mengurangi peradangan di awal (24-48 jam pertama), sedangkan kompres hangat bisa diterapkan setelah 48 jam untuk meningkatkan relaksasi otot dan aliran darah.
  • Pemanasan dan pendinginan: Selalu lakukan pemanasan sebelum memulai latihan untuk mempersiapkan otot, dan pendinginan setelah latihan untuk membantu pemulihan otot.
  • Hidrasi cukup: Pastikan konsumsi air putih cukup sebelum, selama, dan setelah berolahraga untuk menjaga fungsi otot dan proses pemulihan.
  • Nutrisi baik: Konsumsi protein cukup setelah berolahraga untuk mendukung perbaikan dan pertumbuhan otot. Karbohidrat juga penting untuk mengisi kembali cadangan energi.

Penting untuk diingat bahwa setiap tubuh bereaksi berbeda. Dengarkan tubuh dan sesuaikan penanganan DOMS sesuai kebutuhan.

Pencegahan Nyeri Otot Setelah Olahraga

Meskipun DOMS adalah hal yang normal, beberapa langkah dapat dilakukan untuk meminimalkan intensitasnya:

  • Progresi bertahap: Tingkatkan intensitas dan durasi latihan secara perlahan, berikan waktu bagi tubuh untuk beradaptasi.
  • Pemanasan yang adekuat: Lakukan pemanasan dinamis selama 5-10 menit sebelum latihan utama.
  • Pendinginan efektif: Lakukan peregangan statis setelah berolahraga.
  • Hidrasi dan nutrisi: Jaga asupan cairan dan nutrisi yang seimbang secara konsisten.
  • Istirahat cukup: Berikan waktu istirahat yang cukup bagi otot untuk pulih dan beregenerasi.

Pencegahan yang baik membantu tubuh beradaptasi lebih baik terhadap tuntutan latihan dan mengurangi risiko nyeri berlebihan.

Pertanyaan Umum Seputar Nyeri Otot Setelah Olahraga

Berapa lama nyeri otot setelah olahraga biasanya berlangsung?

Nyeri otot setelah olahraga (DOMS) umumnya berlangsung antara 24 hingga 72 jam setelah aktivitas fisik. Puncaknya sering terjadi pada 48 jam pertama.

Apakah DOMS pertanda baik bahwa otot bertumbuh?

Ya, DOMS sering dianggap sebagai indikator bahwa otot telah menerima stimulus yang cukup untuk memulai proses adaptasi dan pertumbuhan. Namun, absennya DOMS bukan berarti latihan tidak efektif.

Bolehkah minum obat pereda nyeri untuk DOMS?

Obat pereda nyeri yang dijual bebas seperti ibuprofen dapat membantu mengurangi rasa sakit dan peradangan. Namun, penggunaannya harus bijak dan tidak boleh menjadi kebiasaan. Lebih baik fokus pada metode non-farmakologis.

Rekomendasi Halodoc

Mendengarkan tubuh adalah kunci utama dalam menentukan apakah badan sakit setelah olahraga boleh lanjut atau tidak. Jika mengalami nyeri otot wajar (DOMS), aktivitas fisik ringan dapat menjadi bagian dari proses pemulihan. Namun, jika nyeri terasa tidak wajar, disertai pembengkakan parah, kesulitan bergerak, atau tanda-tanda cedera lainnya, segera hentikan olahraga dan jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Melalui aplikasi Halodoc, dapat mencari informasi lebih lanjut atau membuat janji temu dengan dokter spesialis olahraga atau fisioterapis untuk evaluasi dan penanganan yang tepat. Menjaga kesehatan dan kebugaran perlu dilakukan dengan bijak dan aman.