Ad Placeholder Image

Badan Sering Meriang? Ini Penyebab dan Tips Atasi.

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   30 April 2026

Badan Sering Meriang? Ini Penyebab dan Cara Atasinya

Badan Sering Meriang? Ini Penyebab dan Tips Atasi.Badan Sering Meriang? Ini Penyebab dan Tips Atasi.

Pengertian Badan Sering Meriang

Badan sering meriang adalah kondisi ketika seseorang merasakan sensasi dingin atau kedinginan, seringkali diikuti dengan peningkatan suhu tubuh ringan atau demam. Sensasi ini adalah respons alami sistem kekebalan tubuh terhadap berbagai kondisi. Saat tubuh mendeteksi adanya ancaman, seperti infeksi, ia akan berusaha melawan dengan meningkatkan suhu inti.

Peningkatan suhu ini bertujuan menciptakan lingkungan yang kurang kondusif bagi pertumbuhan patogen. Walaupun seringkali tidak berbahaya, meriang yang berulang atau disertai gejala lain bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan yang memerlukan perhatian.

Penyebab Badan Sering Meriang

Meriang yang terjadi berulang kali dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi ringan hingga penyakit yang lebih serius. Memahami penyebabnya penting untuk penanganan yang tepat.

  • Infeksi (Virus atau Bakteri): Ini adalah penyebab paling umum. Ketika tubuh terinfeksi virus (seperti flu, pilek) atau bakteri (misalnya, infeksi saluran kemih, radang tenggorokan), sistem imun akan aktif. Reaksi ini sering kali memicu respons inflamasi dan meningkatkan suhu tubuh sebagai bagian dari mekanisme pertahanan.
  • Kurang Tidur atau Stres Berlebihan: Kurang tidur yang kronis dan tingkat stres yang tinggi dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Kondisi ini membuat seseorang lebih rentan terhadap infeksi dan dapat memicu respons tubuh seperti meriang sebagai tanda kelelahan atau gangguan keseimbangan internal.
  • Dehidrasi: Kekurangan cairan dalam tubuh atau dehidrasi dapat memengaruhi regulasi suhu tubuh. Ketika tubuh kekurangan air, ia bisa kesulitan mempertahankan suhu normal, sehingga memicu sensasi meriang atau bahkan demam ringan.
  • Kurang Nutrisi: Asupan nutrisi yang tidak memadai, terutama kekurangan vitamin dan mineral penting, dapat melemahkan sistem imun. Tubuh yang kekurangan gizi cenderung lebih rentan terhadap penyakit, yang dapat bermanifestasi sebagai meriang berulang.
  • Efek Samping Obat atau Vaksin: Beberapa jenis obat-obatan dapat memiliki efek samping yang menyebabkan meriang atau demam. Begitu pula dengan vaksinasi, respons imun tubuh terhadap antigen yang dimasukkan dapat menyebabkan meriang ringan sebagai tanda bahwa tubuh sedang membangun kekebalan.
  • Kondisi Medis Lain: Meriang juga bisa menjadi gejala dari kondisi medis lain seperti anemia, gangguan tiroid, atau penyakit autoimun. Dalam kasus ini, meriang adalah salah satu indikasi adanya masalah kesehatan yang mendasari.

Gejala Lain yang Menyertai Meriang

Selain sensasi dingin atau peningkatan suhu tubuh, badan sering meriang dapat disertai dengan gejala lain. Gejala-gejala ini dapat membantu mengidentifikasi penyebab yang mendasari.

  • Kelelahan dan kelemahan umum.
  • Nyeri otot dan sendi.
  • Sakit kepala.
  • Nafsu makan menurun.
  • Berkeringat (setelah periode meriang).
  • Batuk atau pilek (jika disebabkan infeksi saluran pernapasan).

Penanganan dan Cara Mengatasi Badan Sering Meriang

Penanganan awal untuk badan sering meriang bertujuan untuk meredakan gejala dan mendukung pemulihan tubuh. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan di rumah:

  • Perbanyak Minum Air Putih: Hidrasi yang cukup sangat penting untuk membantu tubuh mengatur suhu dan mendukung fungsi kekebalan. Minum air, jus buah, atau sup dapat mencegah dehidrasi.
  • Istirahat yang Cukup: Tidur yang berkualitas dan istirahat yang memadai memungkinkan tubuh memperbaiki diri dan memperkuat sistem imun. Hindari aktivitas berat yang dapat memperparah kondisi.
  • Makan Makanan Bergizi: Konsumsi makanan kaya vitamin dan mineral, terutama buah-buahan, sayuran, dan protein. Nutrisi yang seimbang mendukung sistem kekebalan tubuh agar bekerja optimal.
  • Kelola Stres: Teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau aktivitas santai lainnya dapat membantu mengurangi tingkat stres. Stres yang terkontrol dapat meningkatkan daya tahan tubuh.
  • Obat Pereda Demam: Jika meriang disertai demam, paracetamol dapat digunakan untuk membantu menurunkan suhu tubuh dan meredakan rasa tidak nyaman. Selalu ikuti dosis yang tertera pada kemasan.
  • Minuman Hangat: Jahe hangat atau teh herbal dapat memberikan kenyamanan dan membantu meredakan sensasi dingin. Jahe dikenal memiliki sifat anti-inflamasi alami.

Pencegahan Agar Badan Tidak Sering Meriang

Mencegah badan sering meriang melibatkan adopsi gaya hidup sehat yang mendukung sistem kekebalan tubuh. Langkah-langkah pencegahan ini penting untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan.

  • Menjaga kebersihan diri, termasuk rajin mencuci tangan.
  • Menerapkan pola makan sehat dan seimbang.
  • Memastikan tidur yang cukup dan berkualitas setiap malam.
  • Berolahraga secara teratur untuk menjaga kebugaran tubuh.
  • Mengelola stres dengan baik melalui teknik relaksasi.
  • Vaksinasi sesuai jadwal yang direkomendasikan.
  • Menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Meskipun seringkali dapat ditangani di rumah, badan sering meriang yang terus berlanjut atau memburuk memerlukan perhatian medis. Konsultasi ke dokter sangat dianjurkan jika:

  • Meriang tidak membaik setelah beberapa hari penanganan di rumah.
  • Suhu tubuh sangat tinggi (di atas 39 derajat Celsius).
  • Disertai gejala parah seperti sesak napas, nyeri dada, kebingungan, atau ruam.
  • Meriang terjadi pada bayi, lansia, atau individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
  • Terdapat kekhawatiran mengenai penyebab yang mendasari.

Melalui aplikasi Halodoc, seseorang dapat dengan mudah berkonsultasi dengan dokter secara daring untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan rekomendasi pengobatan yang tepat. Dokter dapat memberikan arahan berdasarkan gejala yang dialami.