• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bagaimana Cara Berdamai dengan Pengalaman Traumatis?

Bagaimana Cara Berdamai dengan Pengalaman Traumatis?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Ketika hal-hal buruk terjadi yang meninggalkan perasaan trauma, perlu waktu untuk mengatasi rasa sakit dan merasa aman lagi. Butuh waktu untuk menerima apa yang telah terjadi dan belajar untuk berdamai dengan peristiwa tersebut.

Sebaik-baiknya adalah menghadapi kenyataan tentang apa yang terjadi daripada bertanya-tanya tentang apa yang mungkin terjadi. Untuk berdamai dengan pengalaman traumatis kamu tidak bisa melewatinya sendiri, sangat melegakan untuk membicarakan apa yang terjadi dengan orang yang dapat dipercaya ataupun profesional kesehatan mental.

Jangan Memendam Perasaan

Terluka dan sedih adalah perasaan yang wajar. Jangan merasa malu dengan ragam-ragam perasaan tersebut. Memendamnya hanya akan membuat kamu merasa lebih buruk dan dapat merusak kesehatan.

Menjadi aktif dapat mengalihkan pikiran dari apa yang telah terjadi, tetapi kamu perlu waktu untuk memikirkan apa yang terjadi sehingga dapat menerima kenyataan itu. Luangkan waktu untuk kembali ke rutinitas lamamu.

Baca juga: Hati-Hati, Suka Menyakiti Diri Sendiri Ganggu Kesehatan Mental

Melarikan diri ke alkohol atau obat-obatan berbahaya lain dapat menghilangkan ingatan yang menyakitkan untuk sementara waktu, tetapi mereka akan menghentikan diri untuk menerima apa yang telah terjadi. Bahkan, dampaknya juga dapat mengakibatkan depresi dan masalah kesehatan lainnya.

Ketika sedang dalam masa traumatis cobalah untuk menunda keputusan besar apa pun. Kamu sedang berada dalam kondisi yang tidak stabil untuk membuat keputusan yang kemudian akan disesali.

Trauma emosional dan psikologis adalah hasil dari peristiwa yang luar biasa menegangkan yang menghancurkan rasa aman dan membuat kamu merasa tidak berdaya. Trauma psikologis dapat membuat kamu berada di pusara emosi, ingatan, dan kecemasan yang mengecewakan dan susah untuk hilang. 

Pengalaman traumatis seringkali melibatkan ancaman terhadap kehidupan atau keselamatan, yang membuat kamu merasa kewalahan dan terisolasi. Jika kamu mengalaminya, tanyakan langsung lewat aplikasi Halodoc.  

Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu.  Caranya, cukup download Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah.

Tips Berdamai dengan Pengalaman Traumatis

Trauma dapat mengganggu keseimbangan alami tubuh dan olahraga dapat membantu kamu mengembalikan keseimbangan tersebut. Saat berolahraga, tidak hanya membakar adrenaline dan melepaskan endorfin, tetapi juga membantu memperbaiki sistem saraf.

Cobalah berolahraga selama 30 menit atau lebih. Pilihlah jenis latihan yang ritmis dan melibatkan kedua lengan dan kaki seperti berjalan, berlari, berenang, bola basket, atau bahkan menari.  Olahraga juga dapat membuat kamu mengalihkan fokus dari masalah ke latihan. 

Baca juga: Alasan Psikologis Kenapa Drama Korea Begitu Digemari

Orang yang mengalami trauma biasanya punya kecenderungan menarik diri dari orang lain. Tetap terhubung dengan orang lain akan membantu diri untuk pulih. Kamu tidak perlu membicarakan trauma itu. 

Tetap terhubung dengan orang lain tidak harus melibatkan berbicara tentang trauma. Kamu bisa membicarakan hal-hal lain, seperti hobi dan hal-hal menyenangkan lainnya. Penting bagi kamu untuk memiliki teman mengobrol yang bisa dipercaya. 

Berpartisipasilah dalam kegiatan sosial, meskipun kamu tidak menyukainya juga dapat membantu.  Bergabunglah dengan kelompok pendukung untuk penyintas trauma. Berhubungan dengan orang lain yang menghadapi masalah yang sama dapat membantu mengurangi rasa terisolasi dan mendengar bagaimana orang lain mengatasinya, dapat membantu menginspirasi dalam memulihkan diri sendiri.

Menjadi tenaga sukarelawan juga dapat bermanfaat untuk diri sendiri. Ini semacam menantang perasaan tidak berdaya yang sering menyertai trauma. Berbagi dengan orang lain dapat membantu kamu untuk lebih bersyukur. 

Jika kamu tinggal sendirian atau jauh dari keluarga dan teman, penting untuk menjangkau dan mencari teman baru. Ikuti kelas atau bergabunglah dengan klub untuk bertemu orang-orang dengan minat yang sama, terhubung dengan asosiasi alumni, tetangga atau rekan kerja.

Referensi:
Royal College of Psychiatrists. Diakses pada 2020. Coping after a traumatic event.
Help Guide. Diakses pada 2020. Emotional and Psychological Trauma.