• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bagaimana Cara Menangani Infeksi Virus?

Bagaimana Cara Menangani Infeksi Virus?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Bagaimana Cara Menangani Infeksi Virus?

Halodoc, Jakarta - Infeksi virus terjadi ketika virus memasuki tubuh seseorang dan menyerang sel di dalam tubuh lalu berkembang biak. Ada banyak sekali jenis infeksi virus, bergantung pada bagian tubuh yang terinfeksi.

Beberapa jenis infeksi virus bisa menular dari seseorang ke orang lain, seperti herpes, flu, maupun HIV. Sementara itu, beberapa lainnya ditularkan melalui benda yang sudah terkontaminasi maupun gigitan hewan.

Baca juga: 4 Penyakit Kulit Ini Dipicu oleh Virus

Pemeriksaan untuk Mendiagnosis Infeksi Virus

Agar bisa mengetahui apakah kamu mengalami infeksi virus atau masalah kesehatan lain, tentu kamu harus melakukan pemeriksaan ke rumah sakit terdekat atau bertanya pada dokter terkait gejala yang kamu rasakan. 

Jika ingin berobat ke rumah sakit tanpa antre atau tanya jawab dengan dokter lebih mudah, kamu bisa gunakan aplikasi Halodoc. Jadi, pastikan kamu sudah download aplikasi Halodoc di ponselmu ya!

Melalui gejala yang muncul, dokter bisa memberikan dugaan atau diagnosis bahwa seseorang mengidap infeksi virus. Akan tetapi, terkadang dokter pun menyarankan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan guna mendapatkan diagnosis yang lebih akurat. Beberapa jenis pemeriksaan lanjutan yang dilakukan sebagai berikut:

  • Pemeriksaan perhitungan darah lengkap. Pemeriksaan ini dilakukan guna mengetahui jumlah sel darah putih. Pasalnya, jumlah sel darah putih bisa saja mengalami peningkatan maupun penurunan karena infeksi virus.
  • Pemeriksaan c-reactive protein (CRP). Tes ini dilakukan untuk mengukur kadar protein C reaktif yang dibuat di hati. Umumnya, angka CRP pada seseorang yang mengalami infeksi virus akan cenderung meningkat, tetapi kadarnya tidak lebih dari 50 mg/L.
  • Pemeriksaan Enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA). Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi adanya antibodi di dalam darah yang berhubungan dengan infeksi virus, khususnya virus varicella zoster, HIV, serta virus hepatitis B dan C.
  • Pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR). Tes ini dilakukan guna memisahkan dan menggandakan DNA virus sehingga jenis virus yang menginfeksi tubuh akan lebih mudah dan tepat diketahui. Tes ini juga dapat digunakan untuk mendeteksi infeksi yang terjadi karena virus herpes simplex atau varicella zoster.
  • Pemindaian menggunakan mikroskop elektron. Dokter akan menggunakan mikroskop elektron untuk memindai sampel jaringan tubuh atau darah. Melalui alat tersebut, gambar yang dihasilkan akan lebih jelas dibandingkan dengan mikroskop biasa.

Terkadang, infeksi virus cenderung sulit dibedakan dengan infeksi bakteri. Jika ini terjadi, dokter biasanya akan melakukan kultur atau pengambilan sampel berupa darah atau urine untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium. Selain itu, beberapa kasus infeksi pada tubuh juga memerlukan prosedur biopsi atau pengambilan sampel pada jaringan tubuh untuk dilakukan pengamatan lanjutan menggunakan mikroskop.

Baca juga: Ini Jenis-Jenis Penyakit yang Memerlukan Antibiotik

Cara Mengobati Infeksi Virus

Pengobatan infeksi virus bergantung pada jenisnya. Jenis infeksi virus seperti infeksi pada sistem pencernaan dan pernapasan biasanya tidak memerlukan penanganan karena gejala akan membaik dengan sendirinya. Namun, dokter akan meresepkan beberapa jenis obat guna mengurangi gejala yang kamu rasakan. 

Perlu diketahui bahwa beberapa jenis obat antivirus hanya berfungsi untuk mencegah virus berkembang tetapi tidak membunuh virus tersebut. Ada pula jenis obat yang bisa memicu terjadinya beberapa efek samping, seperti demam, tubuh terasa lemah, dan nyeri pada otot.

Baca juga: Begini Cara Kerja Vaksin Mencegah Virus di Dalam Tubuh

Selain itu, dokter akan menyarankan kamu untuk banyak beristirahat dan minum air putih. Bahkan, jika memang diperlukan, asupan cairan bisa diberikan melalui infus.



Referensi:
MSD Manual. Diakses pada 2021. Overview of Viral Infections.
WebMD. Diakses pada 2021. Bacterial and Viral Infections.