Ad Placeholder Image

Bagaimana Cara Mengeluarkan Air dari Telinga? Coba Ini!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   23 April 2026

Bagaimana Cara Mengeluarkan Air dari Telinga? Mudah!

Bagaimana Cara Mengeluarkan Air dari Telinga? Coba Ini!Bagaimana Cara Mengeluarkan Air dari Telinga? Coba Ini!

Cara Mengeluarkan Air dari Telinga secara Aman dan Efektif

Air yang masuk dan terjebak di dalam telinga setelah berenang, mandi, atau keramas adalah kondisi umum yang bisa menimbulkan sensasi tidak nyaman. Meskipun seringkali dapat keluar dengan sendirinya, air yang tertahan terlalu lama berisiko menyebabkan masalah kesehatan, seperti infeksi telinga. Penting untuk mengetahui cara mengeluarkan air dari telinga secara aman dan efektif guna mencegah komplikasi lebih lanjut.

Mengapa Air Bisa Masuk ke Telinga?

Struktur telinga luar dirancang untuk melindungi bagian dalamnya dari benda asing. Namun, air tetap bisa masuk dan terjebak di saluran telinga. Ini paling sering terjadi saat aktivitas yang melibatkan air, seperti berenang, menyelam, mandi, atau bahkan keramas. Tekanan air atau posisi kepala tertentu dapat menyebabkan air melewati pertahanan alami telinga.

Bahaya Air Terjebak di Telinga

Air yang tidak segera dikeluarkan dari telinga dapat menimbulkan beberapa masalah. Selain rasa tidak nyaman dan penurunan pendengaran sementara, kondisi ini dapat menjadi lingkungan ideal bagi bakteri atau jamur untuk berkembang biak. Hal ini bisa memicu infeksi telinga luar atau otitis eksterna, yang sering dikenal sebagai “swimmer’s ear”. Gejala otitis eksterna meliputi nyeri, kemerahan, bengkak, dan keluarnya cairan dari telinga.

Metode Aman Mengeluarkan Air dari Telinga

Ada beberapa langkah yang bisa dicoba untuk mengeluarkan air yang terjebak di telinga. Penting untuk melakukan metode ini dengan hati-hati untuk menghindari cedera pada saluran telinga atau gendang telinga.

Metode Gerakan dan Gravitasi

  • Miringkan Kepala dan Guncangkan. Miringkan kepala ke samping, sehingga telinga yang kemasukan air menghadap ke bawah. Tarik perlahan daun telinga (pinna) ke berbagai arah, sambil menggoyangkan kepala secara lembut. Gravitasi dapat membantu menarik air keluar.
  • Berbaring Miring. Baringkan tubuh miring dengan telinga yang kemasukan air menempel pada bantal selama beberapa menit. Posisi ini memungkinkan gravitasi bekerja secara pasif, menarik air keluar dari telinga.

Membuat Vakum dan Gerakan Mulut

  • Gerakan Mengunyah atau Menguap. Mengunyah permen karet atau menguap dapat membantu membuka saluran Eustachius. Saluran ini menghubungkan telinga tengah ke tenggorokan belakang dan dapat membantu menyeimbangkan tekanan, sehingga air di telinga tengah dapat mengalir keluar.
  • Manuver Valsava. Tarik napas dalam-dalam, kemudian tutup mulut dan cubit hidung. Lalu, coba embuskan napas secara perlahan seolah-olah akan membuang napas melalui hidung. Lakukan dengan hati-hati dan jangan terlalu kuat untuk menghindari kerusakan pada gendang telinga.
  • Membuat Vakum Ringan. Tekan telapak tangan secara erat pada telinga yang kemasukan air, lalu lepaskan dengan cepat. Gerakan ini dapat menciptakan sedikit vakum yang dapat membantu menarik air keluar. Ulangi beberapa kali dengan lembut.

Menggunakan Panas Ringan

  • Pengering Rambut. Nyalakan pengering rambut pada pengaturan suhu paling rendah dan hembuskan udara hangat ke arah telinga dari jarak sekitar 30 cm. Jangan gunakan suhu panas tinggi atau dekatkan pengering rambut terlalu dekat, karena dapat melukai kulit di dalam telinga. Gerakan udara dapat membantu menguapkan air.

Tetes Telinga Khusus (dengan Pengawasan)

  • Tetes Telinga Bebas. Beberapa apotek menyediakan tetes telinga yang dirancang khusus untuk mengeluarkan air. Umumnya, tetes ini mengandung alkohol isopropil yang membantu mengeringkan air dan asam asetat untuk mencegah pertumbuhan bakteri. Konsultasikan dengan apoteker atau dokter sebelum penggunaan, terutama jika terdapat riwayat masalah telinga.
  • Cuka Putih dan Alkohol Gosok. Campuran cuka putih dan alkohol gosok dengan perbandingan 1:1 dapat digunakan sebagai tetes telinga buatan sendiri. Alkohol membantu mengeringkan air, sementara cuka membantu membunuh bakteri. Namun, metode ini tidak dianjurkan jika terdapat kemungkinan gendang telinga pecah atau infeksi telinga.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Jika air di telinga tidak juga keluar setelah mencoba berbagai metode di atas, atau jika muncul gejala lain seperti nyeri telinga yang parah, keluarnya cairan (nanah atau darah), demam, atau perubahan pendengaran, segera konsultasikan dengan dokter. Dokter spesialis Telinga Hidung Tenggorokan (THT) dapat melakukan pemeriksaan untuk menentukan penyebabnya dan memberikan penanganan yang tepat. Penanganan yang terlambat dapat memperburuk infeksi dan menyebabkan komplikasi jangka panjang.

Pencegahan Agar Air Tidak Masuk Telinga

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Beberapa langkah dapat dilakukan untuk mengurangi risiko air masuk ke telinga:

  • Gunakan Pelindung Telinga. Saat berenang atau mandi, gunakan penyumbat telinga (earplug) atau topi renang yang menutupi telinga.
  • Keringkan Telinga dengan Hati-hati. Setelah selesai beraktivitas di air, miringkan kepala dan keringkan bagian luar telinga dengan handuk lembut. Hindari penggunaan cotton bud terlalu dalam karena dapat mendorong kotoran atau air lebih jauh ke dalam telinga.

Apabila air yang terjebak menyebabkan infeksi telinga (otitis eksterna atau otitis media), gejala seperti nyeri dan demam mungkin muncul. Namun, penggunaan obat ini harus berdasarkan anjuran dan dosis yang tepat sesuai usia dan kondisi. Konsultasi dengan dokter diperlukan untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan infeksi yang sesuai.

Kesimpulan dan Rekomendasi Halodoc

Mengeluarkan air dari telinga dapat dilakukan dengan beberapa metode sederhana dan aman seperti gerakan kepala, gravitasi, atau teknik vakum ringan. Pencegahan dengan menggunakan pelindung telinga juga sangat dianjurkan. Jika metode rumahan tidak berhasil, atau jika muncul gejala nyeri, demam, atau gangguan pendengaran, segera cari bantuan medis. Melalui Halodoc, dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis THT untuk mendapatkan saran, diagnosis akurat, dan rekomendasi penanganan yang tepat secara praktis dan terpercaya.