• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bagaimana Cara Penularan Impetigo?

Bagaimana Cara Penularan Impetigo?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Impetigo adalah infeksi kulit yang umum dan sangat menular yang terutama menyerang bayi dan anak-anak. Impetigo biasanya muncul dengan penampakan luka merah di wajah, terutama di sekitar hidung dan mulut anak, serta di tangan dan kaki. Luka juga bisa pecah dan berkembang menjadi kerak berwarna madu.

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko impetigo. Di antaranya adalah anak-anak berusia 2-5 tahun, kondisi cuaca yang hangat dan lembap, partisipasi olahraga tertentu yang melibatkan kontak kulit ke kulit, serta sistem kekebalan tubuh yang rendah. Bagaimana cara penularan impetigo? Selengkapnya baca di sini!

Baca juga: Mengapa Lansia Rentan Mengalami Infeksi Kulit

Mengenal Penularan Impetigo

Impetigo adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh salah satu atau kedua bakteri jenis Streptococcus grup A dan Staphylococcus aureus. Pada dasarnya, impetigo adalah infeksi ringan yang bisa terjadi di mana saja di tubuh. Namun, kondisi ini paling sering memengaruhi kulit yang terbuka, seperti di sekitar hidung dan mulut atau di lengan atau tungkai.

Penyakit ini memiliki gejala berupa merah, luka gatal yang pecah, dan mengeluarkan cairan bening atau nanah selama beberapa hari. Selanjutnya, keropeng kuning berkerak atau "berwarna madu" terbentuk di atas luka, yang kemudian sembuh tanpa meninggalkan bekas luka.

Biasanya, perlu waktu 10 hari untuk munculnya luka setelah seseorang terkena strep grup A. Bagaimana cara penularannya? Kontak dekat dengan orang lain yang mengalami impetigo adalah faktor risiko penyebaran yang paling umum. 

Misalnya, jika seseorang mengalami impetigo, sering kali kondisi ini bisa menyebar ke orang lain di rumah. Impetigo juga juga cenderung menyebar di mana pun ketika sekelompok besar orang berkumpul. Kondisi sesak dan desak-desakan seperti di sekolah dan pusat penitipan anak dapat meningkatkan penyebaran impetigo.

Informasi selengkapnya mengenai penyebaran dan pencegahan impetigo dapat ditanyakan langsung di Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Bagaimana Pencegahan Impetigo

Orang bisa terkena impetigo lebih dari sekali. Memiliki impetigo tidak melindungi seseorang untuk mendapatkannya lagi di masa depan. Meskipun tidak ada vaksin untuk mencegah impetigo, ada beberapa hal yang dapat dilakukan orang untuk melindungi diri mereka sendiri dan orang lain.

Baca juga: Kebiasaan yang Ternyata Dapat Memperparah Gejala Tinea Corporis

1. Merawat Luka

Tutupi luka yang disebabkan oleh impetigo untuk membantu mencegah penyebaran strep grup A ke orang lain. Jika kamu sedang mengalami kudis, mengobati infeksi tersebut juga akan membantu mencegah impetigo.

Bersihkan semua luka kecil dan luka yang merusak kulit (seperti lecet dan goresan) dengan sabun dan air. Bersihkan dan tutupi luka yang mengering atau terbuka dengan perban yang bersih dan kering sampai sembuh. Jika kamu mengalami luka terbuka atau infeksi aktif, hindari menghabiskan waktu di bak air panas, kolam renang, serta kolam alami semisal danau atau sungai.

2. Menjaga Kebersihan

Kamu harus mencuci pakaian, seprai, dan handuk siapa saja yang mengalami impetigo setiap hari. Selain itu, peralatan ataupun pakaian yang digunakan orang tersebut tidak boleh dibagikan dengan orang lain. Setelah dicuci, barang-barang ini baru aman digunakan orang lain.

Baca juga: Main Arung Jeram, Hati-Hati Kutu Air

Cara terbaik untuk mencegah atau menyebarkan strep grup A adalah dengan sering mencuci tangan. Ini sangat penting terutama setelah batuk atau bersin. Untuk mempraktikkan kebersihan yang baik, kamu harus:

  • Tutupi mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin.
  • Masukkan tisu bekas ke dalam keranjang sampah.
  • Batuk atau bersin ke lengan atas atau siku, bukan tangan, jika tidak ada tisu.
  • Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air setidaknya selama 20 detik.
  • Gunakan antiseptik berbahan dasar alkohol jika sabun dan air tidak tersedia.

Seseorang dengan impetigo biasanya tidak dapat menyebarkan bakteri ke orang lain setelah lesi sembuh. Orang yang didiagnosis dengan impetigo dapat kembali bekerja, sekolah, atau penitipan anak jika sudah memulai pengobatan antibiotik dan luka terbukanya sudah menutup.

Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2020. Impetigo.
MedicineNet. Diakses pada 2020. Impetigo: Symptoms, Transmission, Treatment, and Cure Center.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Impetigo.