• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bagaimana Mengatasi Anjing yang Terlalu Agresif?

Bagaimana Mengatasi Anjing yang Terlalu Agresif?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Bagaimana Mengatasi Anjing yang Terlalu Agresif?

Halodoc, Jakarta - Ketika anjing menggeram, membentak, atau menggigit, kamu dihadapkan pada anjing yang agresif. Agresif menjadi salah satu alasan utama pemilik anjing mencari bantuan pelatih anjing profesional atau ahli perilaku hewan. Namun, tidak hanya anjing yang lebih besar dan termasuk dalam "ras berbahaya" yang rentan terhadap agresif. Semua jenis anjing mampu menjadi agresif dalam situasi yang tepat.

Mengapa Anjing Berperilaku Agresif?

Perilaku agresif pada anjing mengacu pada perilaku apa pun yang terkait dengan menyerang. Ini termasuk menjadi diam, tubuh kaku, menggeram, menggonggong, menunjukkan gigi, menerjang, dan menggigit.

Langkah pertama bisa kamu lakukan untuk menghentikan perilaku ini adalah mencari tahu apa yang menyebabkan anjing berperilaku agresif. Beberapa anjing menggeram saat seseorang mendekati mereka saat mereka makan atau mengunyah tulang, misalnya. Sementara yang lain bereaksi agresif terhadap anak-anak atau orang asing.

Baca juga: 6 Hal yang Menyebabkan Anjing Menjadi Agresif

Agresif juga tidak harus ditujukan kepada seseorang. Beberapa anjing menjadi agresif di sekitar hewan lain, hanya hewan tertentu (kucing, tetapi bukan anjing lain), atau terhadap benda mati, seperti roda kendaraan atau peralatan berkebun. Hal utama yang perlu diingat adalah kamu tidak dapat membuat rencana untuk mengatasi anjing terlalu agresif sampai kamu tahu penyebabnya.

Mengatasi Anjing Terlalu Agresif

Semua jenis anjing sangat mungkin menunjukkan perilaku agresif. Jadi, kamu perlu mengetahui apa saja tanda ketika anjing menjadi agresif. Berikut ini beberapa di antaranya: 

  • Menggeram dan menyalak.
  • Tubuh kaku dan ekor bergoyang cepat.
  • Menjilat bibir atau menguap.
  • Bulu terangkat.
  • Meringkuk dan menyelipkan ekor.

Meski begitu, tidak semua anjing yang menunjukkan perilaku ini umumnya agresif. Pasalnya, banyak dari tanda peringatan ini juga merupakan indikasi kecemasan atau ketakutan.

Baca juga: Ini Pentingnya Mengajak Anjing untuk Berolahraga

Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Coba lakukan cara-cara berikut ini.

  • Tanyakan pada Dokter Hewan

Anjing yang biasanya tidak agresif, tetapi tiba-tiba menunjukkan perilaku agresif mungkin sedang merasa ada yang tidak beres pada tubuhnya. Masalah kesehatan yang dapat menyebabkan agresi termasuk hipotiroidisme, cedera yang menyakitkan, dan masalah neurologis, seperti ensefalitis, epilepsi, dan tumor otak.

Jadi, jika kamu mendapati anjing berperilaku agresif, segera tanyakan pada dokter hewan agar bisa dilakukan pemeriksaan. Kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc, sekarang sudah bisa tanya jawab dengan dokter hewan juga, lho! Selalu ingat bahwa pengobatan dapat membuat kesembuhan yang lebih besar pada perilaku anjing.

  • Hindari Menghukum Anjing

Menghukum anjing karena perilaku agresif biasanya menjadi bumerang dan justru dapat meningkatkan agresif. Jika kamu merespons anjing yang menggeram dengan memukul, berteriak, atau menggunakan metode hukuman lainnya, anjing bisa saja merasa perlu membela diri dengan menggigit.

Tidak hanya itu, memberikan hukuman juga dapat menyebabkan anjing menggigit orang lain tanpa peringatan. Misalnya, anjing yang menggeram pada anak-anak memberi tahu bahwa dia tidak nyaman berada di dekat mereka. Jika kamu menghukum anjing karena menggeram, dia mungkin tidak akan memberikan peringatan untukmu saat merasa tidak nyaman dan bisa saja langsung menggigit.

Baca juga: Waspadai Masalah Pencernaan pada Anjing di Musim Hujan

  • Libatkan Profesional

Jika dokter hewan mengumpulkan agresif bukan karena medis, inilah waktunya kamu memanggil pelatih anjing profesional. Tidak heran, agresif adalah masalah yang serius, kamu tidak boleh mencoba menanganinya sendiri. Seorang profesional dapat membantumu mencari tahu penyebab agresif anjing dan membuat rencana untuk mengelolanya.

Jadi, jangan biarkan anjing agresif tidak mendapatkan penanganan, ya! Tidak hanya berbahaya untuk diri sendiri, anjing agresif juga berbahaya untuk orang lain.



Referensi:
The Spruce Pets. Diakses pada 2021. How to Stop Aggressive Behavior in Dogs.