Ad Placeholder Image

Bagian Ayam yang Tidak Boleh Dimakan Ibu Hamil, Waspada!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   28 April 2026

Bagian Ayam yang Tidak Boleh Ibu Hamil Makan? Cek!

Bagian Ayam yang Tidak Boleh Dimakan Ibu Hamil, Waspada!Bagian Ayam yang Tidak Boleh Dimakan Ibu Hamil, Waspada!

Pentingnya Pilihan Makanan Ibu Hamil: Bagian Ayam yang Perlu Diperhatikan

Selama masa kehamilan, asupan makanan memegang peran krusial bagi kesehatan ibu dan perkembangan janin. Memilih makanan dengan cermat adalah langkah penting untuk memastikan nutrisi optimal serta menghindari risiko kesehatan yang tidak diinginkan. Salah satu sumber protein yang umum dikonsumsi adalah ayam. Namun, tidak semua bagian ayam aman atau disarankan untuk dikonsumsi ibu hamil dalam jumlah banyak, bahkan beberapa di antaranya perlu dihindari sama sekali.

Beberapa bagian ayam memiliki kandungan nutrisi atau potensi risiko tertentu yang memerlukan perhatian khusus bagi wanita hamil. Memahami bagian mana yang sebaiknya dibatasi atau dihindari dapat membantu ibu hamil membuat pilihan diet yang lebih aman dan sehat. Artikel ini akan mengulas secara detail bagian-bagian ayam tersebut serta alasannya.

Bagian Ayam yang Harus Dibatasi atau Dihindari Ibu Hamil

Untuk menjaga kesehatan optimal selama kehamilan, beberapa bagian ayam sebaiknya dibatasi atau dihindari konsumsinya oleh ibu hamil. Hal ini berkaitan dengan kandungan gizi tertentu dan potensi risiko kontaminasi bakteri.

Jeroan Ayam (Hati, Ampela, Jantung, Usus)

Jeroan ayam seringkali menjadi pilihan lauk yang lezat dan kaya rasa. Namun, bagi ibu hamil, konsumsi jeroan ayam perlu dibatasi atau bahkan dihindari.

  • Kandungan Kolesterol Tinggi: Jeroan ayam, terutama hati dan ampela, memiliki kadar kolesterol yang cukup tinggi. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol darah, yang tidak ideal selama kehamilan.
  • Kelebihan Vitamin A: Hati ayam secara khusus sangat kaya akan vitamin A dalam bentuk retinol. Meskipun vitamin A penting, asupan berlebihan selama kehamilan dapat bersifat teratogenik, yaitu berpotensi menyebabkan cacat lahir pada janin. Oleh karena itu, batasi konsumsi hati ayam untuk mencegah kelebihan vitamin A.
  • Potensi Akumulasi Toksin: Sebagai organ penyaring dalam tubuh ayam, jeroan berpotensi mengakumulasi zat-zat tertentu, termasuk sisa obat-obatan atau toksin lingkungan, meskipun dalam kadar yang sangat kecil.

Ceker dan Brutu (Pantat)

Ceker dan brutu adalah bagian ayam yang juga perlu diwaspadai, terutama jika kebersihannya diragukan atau proses memasaknya kurang sempurna.

  • Risiko Kontaminasi Bakteri: Ceker dan brutu seringkali merupakan bagian yang kurang bersih dan berpotensi menjadi tempat berkumpulnya bakteri. Jika tidak dibersihkan dengan sangat teliti dan dimasak hingga matang sempurna, risiko kontaminasi bakteri berbahaya seperti Salmonella atau Campylobacter dapat meningkat.
  • Kandungan Lemak pada Brutu: Brutu memiliki kandungan lemak yang cukup tinggi. Konsumsi lemak berlebihan dapat menambah asupan kalori yang tidak perlu dan berkontribusi pada peningkatan berat badan yang berlebihan selama kehamilan.

Kulit Ayam Berlebih

Meskipun lezat dan renyah, kulit ayam sebaiknya dibatasi konsumsinya oleh ibu hamil.

  • Kandungan Lemak Jenuh Tinggi: Kulit ayam mengandung lemak jenuh yang tinggi. Asupan lemak jenuh berlebih dapat meningkatkan kadar kolesterol dan tidak baik untuk kesehatan jantung ibu. Sebaiknya buang kulit ayam sebelum dimasak atau konsumsi secukupnya.

Daging Ayam Mentah atau Kurang Matang Sempurna

Ini adalah bagian terpenting yang wajib dihindari secara mutlak oleh ibu hamil.

  • Risiko Infeksi Bakteri: Daging ayam mentah atau yang dimasak kurang matang dapat mengandung bakteri berbahaya seperti Salmonella, Listeria, dan Campylobacter. Infeksi dari bakteri ini dapat menyebabkan gejala parah seperti diare, muntah, demam, dan dalam kasus tertentu, berisiko menyebabkan komplikasi serius pada kehamilan seperti keguguran, kelahiran prematur, atau infeksi pada janin.
  • Pentingnya Memasak Sempurna: Pastikan daging ayam dimasak hingga matang sempurna, tidak ada bagian yang masih merah muda, dan suhu internal mencapai standar keamanan pangan.

Pentingnya Keamanan Pangan selama Kehamilan

Memilih dan mengolah makanan dengan benar adalah kunci keamanan pangan bagi ibu hamil. Selalu pastikan bahan makanan segar, cuci bersih sebelum diolah, dan masak hingga matang sempurna. Hindari konsumsi makanan yang diolah secara tidak higienis atau diragukan kebersihannya.

Kondisi imun ibu hamil cenderung lebih rentan terhadap infeksi makanan. Oleh karena itu, perhatian ekstra terhadap kebersihan dan proses memasak sangat penting untuk mencegah risiko kesehatan bagi ibu dan janin.

Kapan Harus Berkonsultasi?

Jika ibu hamil tidak sengaja mengonsumsi bagian ayam yang berisiko atau mengalami gejala seperti mual, muntah, diare, atau demam setelah makan ayam, segera konsultasikan kondisi tersebut dengan dokter. Di Halodoc, ibu hamil dapat berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis kandungan untuk mendapatkan nasihat medis yang akurat dan penanganan yang tepat sesuai kondisi.