Ad Placeholder Image

Bagian Bawah Mata Sakit? Jangan Panik, Ini Solusinya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   08 Mei 2026

Sakit Bagian Bawah Mata? Ini Penyebab dan Solusinya

Bagian Bawah Mata Sakit? Jangan Panik, Ini Solusinya!Bagian Bawah Mata Sakit? Jangan Panik, Ini Solusinya!

Bagian Bawah Mata Sakit: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Rasa sakit di bagian bawah mata seringkali menimbulkan kekhawatiran dan ketidaknyamanan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari infeksi ringan hingga masalah kesehatan yang lebih serius. Memahami penyebab dan penanganan yang tepat sangat penting untuk menjaga kesehatan mata.

Penting untuk tidak mengabaikan rasa nyeri yang muncul di area sensitif ini. Penanganan yang bervariasi dari kompres hangat hingga kunjungan ke dokter, bergantung pada akar permasalahannya.

Apa Itu Sakit di Bagian Bawah Mata?

Sakit di bagian bawah mata adalah kondisi ketika seseorang merasakan nyeri, pegal, atau ketidaknyamanan pada area kulit dan jaringan di bawah kelopak mata bawah. Rasa sakit ini bisa bervariasi intensitasnya, dari ringan hingga parah. Sensasi ini dapat disertai dengan gejala lain seperti pembengkakan, kemerahan, atau gatal.

Mata adalah organ yang kompleks dan sensitif. Setiap bagiannya, termasuk area di bawahnya, bisa terpengaruh oleh berbagai kondisi internal maupun eksternal.

Penyebab Bagian Bawah Mata Sakit

Ada beberapa alasan mengapa seseorang bisa mengalami nyeri di area bawah mata. Beberapa penyebab umum meliputi:

Bintitan (Hordeolum)

Bintitan adalah infeksi bakteri pada kelenjar minyak di kelopak mata. Kondisi ini menyebabkan munculnya benjolan merah yang terasa nyeri, seringkali berisi nanah.

Bintitan umumnya disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Kebersihan tangan yang kurang baik dan sering menyentuh mata dapat meningkatkan risiko terjadinya bintitan.

Kalazion

Kalazion adalah benjolan kecil yang terbentuk di kelopak mata, biasanya tidak menimbulkan rasa nyeri. Kondisi ini terjadi akibat penyumbatan pada kelenjar minyak Meibom.

Meskipun tidak selalu nyeri, kalazion yang besar dapat menyebabkan tekanan dan ketidaknyamanan. Kalazion biasanya tumbuh lebih lambat daripada bintitan.

Alergi Mata (Konjungtivitis Alergi)

Reaksi alergi terhadap substansi tertentu seperti debu, serbuk sari, atau bulu hewan bisa menyebabkan iritasi mata. Gejala yang muncul meliputi mata merah, gatal, berair, dan terkadang nyeri.

Alergi mata juga dapat menyebabkan pembengkakan pada kelopak mata, termasuk area bawah mata. Menghindari pemicu alergi adalah langkah penting dalam pencegahannya.

Sinusitis

Sinusitis adalah peradangan pada lapisan sinus. Sinus-sinus ini terletak di sekitar hidung dan mata. Peradangan dapat menyebabkan nyeri tumpul di wajah, termasuk area di bawah mata.

Nyeri sinusitis sering memburuk saat menunduk atau ketika ada tekanan pada area sinus. Gejala lain bisa termasuk hidung tersumbat dan sakit kepala.

Mata Lelah (Astenopia)

Mata lelah terjadi akibat penggunaan mata berlebihan, kurang tidur, atau paparan layar digital terlalu lama. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa pegal atau nyeri ringan di sekitar mata.

Selain nyeri, mata lelah juga bisa disertai dengan sakit kepala, penglihatan kabur, atau mata kering. Istirahat yang cukup dan mengurangi waktu layar dapat membantu meringankan gejala.

Cedera

Benturan atau trauma fisik langsung pada area bawah mata dapat menyebabkan nyeri. Cedera bisa berupa goresan, memar, atau bahkan kerusakan yang lebih serius pada struktur mata.

Jika dicurigai ada cedera pada mata, pemeriksaan medis segera diperlukan. Nyeri akibat cedera seringkali akut dan dapat disertai dengan pembengkakan atau perubahan warna kulit.

Gejala Lain yang Menyertai Sakit di Bagian Bawah Mata

Rasa sakit di bawah mata dapat disertai dengan beberapa gejala lain, yang dapat membantu dalam menentukan penyebabnya. Gejala tersebut antara lain:

  • Pembengkakan atau benjolan di area bawah mata.
  • Kemerahan pada kulit atau mata.
  • Gatal-gatal di mata atau kelopak mata.
  • Keluarnya cairan dari mata, baik bening maupun nanah.
  • Sensitivitas terhadap cahaya (fotofobia).
  • Penglihatan kabur atau terganggu.
  • Demam atau gejala flu jika disebabkan oleh infeksi seperti sinusitis.

Penanganan Awal untuk Sakit di Bagian Bawah Mata

Penanganan awal dapat dilakukan untuk meredakan rasa sakit dan ketidaknyamanan. Beberapa metode yang bisa dicoba di rumah meliputi:

  • Kompres Hangat. Tempelkan kompres hangat pada area yang sakit selama 10-15 menit, beberapa kali sehari. Ini dapat membantu mengurangi nyeri dan melancarkan sumbatan pada kelenjar minyak.
  • Menjaga Kebersihan Mata. Bersihkan area mata dengan lembut menggunakan air bersih atau kapas yang dibasahi air hangat. Hindari menyentuh atau menggosok mata dengan tangan kotor.
  • Istirahat Mata Cukup. Beri waktu mata untuk beristirahat, terutama setelah penggunaan intensif. Batasi waktu di depan layar dan pastikan tidur cukup.
  • Obat Pereda Nyeri. Untuk nyeri ringan, obat pereda nyeri yang dijual bebas seperti parasetamol atau ibuprofen dapat membantu.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun beberapa kasus sakit di bawah mata dapat diatasi dengan perawatan mandiri, ada kondisi yang memerlukan perhatian medis profesional. Sebaiknya segera periksa ke dokter jika mengalami:

  • Nyeri yang sangat parah atau terus memburuk.
  • Keluarnya nanah atau cairan abnormal dari mata.
  • Penglihatan terganggu atau kabur secara tiba-tiba.
  • Mata sangat merah, bengkak, atau terasa sangat gatal.
  • Demam tinggi atau gejala infeksi lainnya.
  • Benjolan yang tidak kunjung hilang atau semakin membesar.
  • Dicurigai adanya cedera serius pada mata.

Pencegahan Sakit di Bagian Bawah Mata

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Beberapa langkah dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya sakit di bawah mata:

  • Cuci tangan secara teratur, terutama sebelum menyentuh wajah atau mata.
  • Hindari menggosok mata terlalu sering, terutama dengan tangan kotor.
  • Gunakan kacamata pelindung saat beraktivitas yang berisiko menyebabkan cedera mata.
  • Istirahatkan mata secara berkala saat bekerja di depan layar. Terapkan aturan 20-20-20 (setiap 20 menit, istirahatkan mata dengan melihat objek sejauh 20 kaki selama 20 detik).
  • Bersihkan riasan mata sebelum tidur.
  • Kelola alergi dengan menghindari pemicu atau menggunakan obat antialergi sesuai anjuran dokter.
  • Jaga hidrasi tubuh dan konsumsi makanan bergizi untuk mendukung kesehatan mata secara keseluruhan.

Jika mengalami sakit di bagian bawah mata yang disertai gejala mengkhawatirkan atau tidak membaik dengan penanganan awal, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan dokter. Melalui Halodoc, dapat dengan mudah terhubung dengan dokter spesialis mata untuk mendapatkan diagnosis dan rencana perawatan yang akurat dan tepat.