Ad Placeholder Image

Bagian Putih Mata Disebut Apa? Ini Jawabannya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   17 Juni 2026

Bagian Putih Mata Disebut? Ini Jawabannya!

Bagian Putih Mata Disebut Apa? Ini Jawabannya!Bagian Putih Mata Disebut Apa? Ini Jawabannya!

DAFTAR ISI


Mata adalah salah satu organ paling kompleks dan penting dalam tubuh manusia. Jika kamu pernah bercermin dan memperhatikan struktur matamu, kamu pasti menyadari bahwa sebagian besar area mata ditutupi oleh jaringan berwarna putih. Banyak orang awam sering bertanya, bagian putih mata disebut apa? Dalam istilah medis, bagian putih mata tersebut dikenal dengan nama sklera.

Sklera memiliki peran yang sangat vital dalam melindungi struktur bagian dalam mata yang rapuh. Namun, terkadang muncul istilah pencarian atau keluhan di masyarakat mengenai kondisi “mata putih semua”. Kondisi ini bisa merujuk pada dua hal: pertanyaan anatomis murni mengenai sklera, atau sebuah kondisi medis darurat di mana bagian hitam mata (pupil) atau bagian bening mata (kornea) berubah menjadi selaput putih pekat, sehingga mata tampak memutih secara keseluruhan.

Perubahan warna pada area kornea atau pupil yang seharusnya bening dan gelap menjadi putih adalah tanda bahaya (red flag) dalam dunia oftalmologi. Kondisi ini sering kali mengindikasikan adanya gangguan penglihatan yang parah, infeksi, pembentukan jaringan parut, atau bahkan tumor ganas pada mata. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk memahami anatomi mata normal dan mengenali tanda-tanda ketidaknormalan sejak dini agar penanganan tidak terlambat.

Nah, mau tahu apa saja penjelasan medis di balik bagian putih mata serta penyebab mengapa sebuah mata bisa tampak putih semua? Berikut ulasan lengkapnya!

Anatomi Sklera: Bagian Putih Mata dan Fungsinya

Sebelum membahas lebih jauh mengenai penyakit mata, penting untuk memahami apa itu sklera. Sklera adalah jaringan fibros yang kuat, buram (tidak tembus cahaya), dan berwarna putih yang menutupi sekitar 83 persen permukaan bola mata manusia. Sklera membentang dari tepi kornea (bagian bening di depan mata) hingga ke saraf optik di bagian belakang mata.

Sklera tersusun dari serat kolagen yang dianyam secara tidak beraturan dan serat elastis. Struktur ini memberikan kekuatan luar biasa pada bola mata. Ada beberapa fungsi utama sklera yang perlu kamu ketahui:

  • Menjaga Bentuk Bola Mata: Tekanan dari cairan di dalam mata (tekanan intraokular) ditahan oleh sklera, sehingga bola mata tetap berbentuk bulat sempurna. Bentuk yang bulat dan stabil ini sangat penting agar cahaya dapat difokuskan dengan benar ke retina.
  • Melindungi Organ Dalam Mata: Sklera bertindak bak perisai pelindung yang kuat terhadap trauma mekanis, benturan, atau cedera dari luar, menjaga struktur vital di dalamnya seperti retina dan lensa.
  • Tempat Melekatnya Otot Ekstraokular: Ada enam otot kecil yang menempel pada sklera. Otot-otot inilah yang memungkinkan mata kita bergerak ke berbagai arah dengan mulus, seperti melirik ke atas, bawah, kanan, dan kiri.

Dalam kondisi normal, sklera orang dewasa sehat berwarna putih bersih atau sedikit kebiruan pada anak-anak karena jaringannya lebih tipis. Seiring bertambahnya usia, sklera bisa tampak agak kekuningan akibat penumpukan lemak. Namun, sklera yang sehat tidak akan pernah menutupi area pupil atau iris mata.

Penyebab Kondisi “Mata Putih Semua” secara Medis

Jika seseorang mengeluhkan bahwa bagian depan matanya “putih semua” (menutupi area yang seharusnya hitam/kecoklatan), ini bukanlah sklera yang melebar, melainkan adanya kelainan pada kornea, lensa, atau ruang dalam mata. Berikut adalah beberapa penyakit utama yang menyebabkan mata tampak putih semua:

1. Leukoma Kornea (Kekeruhan Kornea)

Kornea adalah lapisan terluar mata yang letaknya tepat di depan iris dan pupil. Kornea yang normal harus sepenuhnya bening agar cahaya bisa masuk. Leukoma kornea adalah kondisi di mana kornea kehilangan transparansinya dan berubah warna menjadi putih pekat menyerupai susu. Hal ini sering kali disebabkan oleh infeksi parah (ulkus kornea), trauma fisik/bahan kimia, atau kekurangan vitamin A tingkat lanjut (xerophthalmia). Ketika leukoma menutupi seluruh kornea, mata akan terlihat putih semua dan penderitanya akan kehilangan penglihatan pada mata tersebut.

2. Katarak Matur atau Hipermatur

Katarak adalah kekeruhan yang terjadi pada lensa mata, yang letaknya berada di belakang pupil. Pada tahap awal, katarak mungkin tidak terlalu terlihat. Namun, jika dibiarkan hingga mencapai tahap matur (matang) atau hipermatur, lensa mata akan berubah menjadi sepenuhnya putih. Karena lensa berada di belakang pupil, pupil yang biasanya tampak hitam akan memantulkan warna putih pekat. Kondisi ini sering disebut sebagai leukokoria (pupil putih). Katarak adalah penyebab utama kebutaan yang dapat disembuhkan di seluruh dunia.

3. Retinoblastoma

Retinoblastoma merupakan jenis kanker mata langka yang paling sering menyerang anak-anak di bawah usia 5 tahun. Kanker ini berkembang di dalam retina (lapisan peka cahaya di belakang mata). Salah satu tanda paling khas dari retinoblastoma adalah leukokoria. Saat mata anak terkena sinar (misalnya flash kamera digital), pupil akan memantulkan cahaya berwarna putih seperti mata kucing, bukan pantulan kemerahan (red reflex) yang normal. Jika orang tua mendapati gejala ini, kondisi tersebut adalah keadaan gawat darurat yang butuh penanganan spesialis onkologi mata secepatnya.

4. Endoftalmitis

Endoftalmitis adalah peradangan purulen (bernanah) yang sangat berat pada bagian dalam bola mata, biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri atau jamur pasca operasi mata, atau trauma tembus bola mata. Pada kondisi ini, nanah dapat menumpuk di bilik mata depan (hypopyon), membuat area depan mata yang seharusnya bening tertutup cairan kental berwarna putih kekuningan, sehingga secara kasat mata, mata tampak putih dan bengkak.

Faktor Risiko Terjadinya Kekeruhan pada Mata
  1. Paparan sinar UV berlebihan tanpa menggunakan kacamata pelindung.
  2. Kekurangan asupan nutrisi esensial, terutama Vitamin A.
  3. Riwayat cedera mata atau masuknya benda asing tajam ke dalam mata.
  4. Infeksi berulang akibat penggunaan lensa kontak yang tidak higienis.
  5. Riwayat keluarga dengan penyakit mata bawaan seperti katarak kongenital atau retinoblastoma.

Diagnosis dan Penanganan Medis

Kondisi di mana mata berubah menjadi putih membutuhkan penanganan medis tingkat lanjut. Dokter spesialis mata akan melakukan serangkaian prosedur diagnostik untuk memastikan penyebab utamanya. Beberapa pemeriksaan yang umum dilakukan meliputi:

  • Slit Lamp Examination: Pemeriksaan dengan mikroskop khusus yang menggunakan cahaya intens untuk melihat struktur kornea, iris, lensa, dan ruang anterior mata secara sangat detail.
  • Ophthalmoscopy: Pemeriksaan bagian belakang mata (retina dan saraf optik) menggunakan alat oftalmoskop.
  • USG Mata (Ocular Ultrasound): Digunakan jika kornea atau lensa sudah terlalu keruh (putih semua) sehingga dokter tidak dapat melihat struktur di belakangnya. USG dapat mendeteksi adanya tumor (seperti retinoblastoma) atau ablasi retina di dalam mata.

Pengobatan akan sangat bergantung pada penyakit yang mendasarinya. Sebagai contoh, jika mata putih disebabkan oleh katarak matur, penanganan utamanya adalah tindakan operasi pengangkatan lensa yang keruh (fakoemulsifikasi) dan menggantinya dengan lensa buatan (Intraocular Lens/IOL). Sementara itu, jika disebabkan oleh leukoma kornea yang parah, pasien mungkin membutuhkan prosedur transplantasi kornea (keratoplasti) untuk mengembalikan penglihatannya.

Bagi kamu yang mungkin hanya mengalami keluhan mata ringan seperti mata lelah, kering, atau iritasi ringan yang membuat sklera tampak kemerahan, kamu tidak perlu panik. Untuk menjaga kesehatan dan hidrasi matamu, kamu bisa beli obat tetes mata atau vitamin kesehatan mata di Halodoc. Pesananmu akan diantar langsung ke rumah dengan aman dan cepat dari apotek terpercaya.

Kapan Harus ke Dokter?

Perubahan warna pada mata, terutama bagian hitam (pupil) yang memutih, bukanlah kondisi yang bisa ditangani dengan pengobatan rumahan atau obat bebas. Kamu harus segera mencari pertolongan medis apabila mengalami salah satu atau beberapa gejala berikut ini:

  1. Munculnya titik atau selaput putih yang semakin membesar di area kornea atau pupil.
  2. Penurunan tajam penglihatan secara drastis pada mata yang mengalami keputihan.
  3. Mata terasa sangat nyeri, berdenyut, dan tidak tertahankan.
  4. Mata menjadi sangat sensitif terhadap cahaya (fotofobia).
  5. Adanya riwayat benturan keras atau terkena paparan bahan kimia pada mata sesaat sebelum mata berubah warna.

Ingatlah bahwa jendela emas (golden period) dalam penanganan kasus penyakit mata sangatlah singkat. Keterlambatan diagnosis dapat menyebabkan kerusakan saraf optik permanen hingga kebutaan permanen. Jika kamu atau keluarga terdekat mengalami kelainan warna pada mata, jangan ragu untuk segera konsultasi ke dokter spesialis mata melalui Halodoc untuk mendapatkan arahan awal yang tepat sebelum berkunjung ke rumah sakit.

Konsultasi dengan Dokter Spesialis Mata via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Mata terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang

Studi Terkait Seputar Kekeruhan Mata

The Lancet Global Health menerbitkan sebuah riset komprehensif terkait penyebab utama kebutaan secara global. Studi tersebut menemukan bahwa katarak dan kekeruhan kornea (yang sering diidentifikasi masyarakat awam sebagai mata yang berubah memutih) menyumbang angka persentase tertinggi penyebab kebutaan yang sebenarnya dapat dicegah atau diobati.

Penelitian ini juga menggarisbawahi pentingnya edukasi kesehatan mata kepada masyarakat, khususnya di negara berkembang, untuk mengenali tanda leukokoria pada anak sejak dini. Deteksi leukokoria yang lambat berkorelasi langsung dengan tingginya tingkat kematian atau kehilangan bola mata pada anak penderita retinoblastoma.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
American Academy of Ophthalmology. Diakses pada 2024. Sclera.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Cataracts – Symptoms and causes.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Blindness and vision impairment.
National Eye Institute (NEI). Diakses pada 2024. Corneal Conditions.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Retinoblastoma: Symptoms, Causes & Treatment.

FAQ

1. Apakah mata putih semua pada lansia selalu berarti katarak?

Meskipun katarak matur adalah penyebab paling umum mata tampak putih semua pada populasi lanjut usia, kondisi lain seperti ulkus kornea atau pembentukan jaringan parut kornea kronis juga dapat menyebabkan gejala serupa. Dokter spesialis mata perlu melakukan pemeriksaan menggunakan alat khusus untuk membedakan apakah warna putih tersebut berasal dari lapisan luar (kornea) atau lapisan dalam (lensa).

2. Bisakah kondisi mata putih disembuhkan dengan obat tetes mata biasa?

Tidak bisa. Jika kekeruhan atau perubahan warna putih sudah terjadi secara struktural (seperti pada katarak atau leukoma kornea), obat tetes mata biasa yang dijual bebas tidak akan mampu menjernihkannya kembali. Kondisi seperti ini memerlukan intervensi medis tingkat lanjut, yang umumnya berupa tindakan operasi mikroskopi seperti operasi katarak atau transplantasi kornea.

3. Mengapa pupil bayi saya terlihat putih saat difoto menggunakan flash?

Pupil yang memantulkan warna putih (leukokoria) saat terpapar cahaya kamera flash merupakan tanda bahaya yang harus diwaspadai, terutama pada bayi dan balita. Ini bisa menjadi salah satu gejala dari retinoblastoma (kanker mata anak), katarak kongenital, atau Coats disease. Segera jadwalkan pemeriksaan anak dengan dokter spesialis mata anak (pediatric ophthalmologist) untuk evaluasi lebih lanjut.

4. Bagaimana cara menjaga bagian putih mata (sklera) agar tetap sehat?

Untuk menjaga sklera dan struktur mata secara keseluruhan tetap sehat, disarankan untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin A, lutein, dan asam lemak omega-3. Selain itu, pastikan untuk selalu menggunakan kacamata hitam pelindung UV saat berada di bawah terik matahari, mengistirahatkan mata dengan metode 20-20-20 saat bekerja di depan layar, dan melakukan pemeriksaan mata rutin setidaknya 1-2 tahun sekali ke dokter spesialis mata.