Ad Placeholder Image

Bahan Tape Singkong: Panduan Lengkap dan Mudah

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   04 Juni 2026

Bahan Tape Singkong: Rahasia Manis Fermentasi

Bahan Tape Singkong: Panduan Lengkap dan MudahBahan Tape Singkong: Panduan Lengkap dan Mudah

DAFTAR ISI


Tape singkong adalah salah satu makanan tradisional Indonesia yang dihasilkan dari proses fermentasi. Bagi masyarakat kita, tape bukan sekadar camilan manis dan asam, melainkan juga bagian dari warisan kuliner yang memiliki nilai gizi tinggi. Proses fermentasi yang melibatkan ragi mengubah pati dalam singkong menjadi gula sederhana, alkohol, dan berbagai asam organik yang bermanfaat bagi pencernaan.

Sebagai makanan probiotik, tape singkong mengandung mikroorganisme baik yang dapat membantu menjaga keseimbangan flora usus. Dalam dunia kesehatan, keseimbangan mikrobiota usus sangat krusial karena berkaitan erat dengan sistem kekebalan tubuh, penyerapan nutrisi, hingga kesehatan mental. Oleh karena itu, memahami cara pembuatan yang higienis sangat penting agar manfaat kesehatannya maksimal.

Meskipun menyehatkan, pembuatan tape singkong memerlukan ketelitian. Kontaminasi bakteri jahat selama proses fermentasi bisa menyebabkan gangguan pencernaan. Selain itu, penderita kondisi medis tertentu seperti diabetes atau gangguan lambung perlu memerhatikan porsi konsumsinya karena kadar gula dan alkohol alami yang terkandung di dalamnya.

Jika kamu memiliki keluhan pencernaan setelah mengonsumsi makanan fermentasi, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja. Selain itu, untuk menjaga daya tahan tubuh selama proses pemulihan, kamu juga bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah.

Nah, mau tahu bagaimana cara membuat tape singkong yang lezat, manis, dan tetap sehat? Berikut ulasan lengkapnya!

Manfaat Kesehatan Tape Singkong dari Perspektif Farmakologi

Dari sudut pandang farmakologi dan nutrisi, tape singkong mengalami perubahan biokimia yang signifikan selama fermentasi. Jamur Saccharomyces cerevisiae yang ada dalam ragi memecah karbohidrat kompleks menjadi bentuk yang lebih mudah dicerna. Berikut adalah beberapa manfaat utamanya:

1. Sumber Probiotik Alami

Proses fermentasi menghasilkan bakteri asam laktat yang berfungsi sebagai probiotik. Bakteri ini membantu menghambat pertumbuhan bakteri patogen di usus, meningkatkan gerak peristaltik usus, dan membantu mengatasi masalah sembelit.

2. Meningkatkan Kadar Vitamin B12

Singkong mentah sebenarnya tidak mengandung vitamin B12. Namun, melalui proses fermentasi oleh ragi, kadar vitamin B12 pada tape meningkat drastis. Vitamin ini sangat penting untuk pembentukan sel darah merah dan fungsi saraf yang optimal.

3. Menetralkan Antinutrisi

Singkong secara alami mengandung senyawa sianogenik dan fitat yang bisa menghambat penyerapan mineral. Fermentasi efektif menurunkan kadar senyawa antinutrisi ini, sehingga mineral seperti kalsium dan zat besi dalam singkong menjadi lebih mudah diserap oleh tubuh.

Cara Membuat Tape Singkong yang Benar dan Higienis

Kunci keberhasilan membuat tape yang manis (tanpa tambahan gula) dan tidak cepat busuk terletak pada kebersihan alat dan kualitas ragi. Berikut adalah panduan langkah demi langkahnya:

Persiapan Bahan dan Alat

  • 2 kg singkong kualitas baik (pilih singkong mentega agar teksturnya empuk).
  • 2-3 butir ragi tape (pastikan masih aktif dan sudah dijemur sebentar di bawah matahari).
  • Daun pisang secukupnya untuk alas dan penutup (bersihkan dan lap hingga kering).
  • Wadah plastik atau bambu yang memiliki tutup rapat.

Langkah Pembuatan

  1. Pengupasan dan Pembersihan: Kupas singkong, potong-potong sesuai selera, dan cuci bersih. Pastikan bagian kulit ari yang licin benar-benar hilang karena bisa menyebabkan tape terasa pahit.
  2. Pengukusan: Kukus singkong hingga matang namun jangan sampai terlalu lembek (sekitar 20-30 menit). Singkong yang terlalu matang akan menghasilkan tape yang berair dan terlalu lembek.
  3. Pendinginan (Tahap Paling Krusial): Angkat singkong dan letakkan di wadah datar yang bersih. Biarkan hingga benar-benar dingin pada suhu ruang. Jika ragi ditaburkan saat singkong masih hangat, jamur ragi akan mati dan fermentasi gagal.
  4. Pemberian Ragi: Hancurkan ragi tape hingga menjadi bubuk halus. Gunakan saringan untuk menaburkan ragi secara merata ke seluruh permukaan singkong. Gunakan penjepit makanan atau sarung tangan plastik agar tangan tidak langsung menyentuh singkong (mencegah kontaminasi bakteri).
  5. Fermentasi: Alasi wadah dengan daun pisang. Tata singkong yang sudah diragi, lalu tutup kembali dengan daun pisang dan tutup wadah dengan rapat. Letakkan di tempat yang gelap dan suhu ruang stabil.
  6. Waktu Tunggu: Biarkan proses fermentasi berlangsung selama 2 hingga 3 hari. Jangan membuka wadah sebelum waktunya agar suhu di dalam tetap stabil.
Tips Agar Tape Berhasil
  1. Pastikan semua alat (panci, wadah, tangan) benar-benar bebas dari minyak dan lemak. Minyak dapat menghambat pertumbuhan jamur ragi.
  2. Jangan gunakan ragi yang sudah berubah warna atau berbau apek.
  3. Gunakan daun pisang sebagai pembungkus karena mengandung polifenol yang membantu aroma tape lebih harum.

Keamanan dan Efek Samping yang Perlu Diperhatikan

Sebagai apoteker, saya perlu mengingatkan bahwa meskipun tape singkong adalah makanan sehat, konsumsinya harus tetap bijak. Tape mengandung alkohol alami hasil fermentasi (etanol). Semakin lama fermentasi dilakukan, kadar alkoholnya akan semakin tinggi.

Penderita gastritis atau maag akut sebaiknya membatasi konsumsi tape karena sifatnya yang asam dan mengandung gas yang dapat memicu peningkatan asam lambung. Selain itu, kadar gula yang tinggi pada tape hasil pemecahan pati membuat makanan ini perlu diwaspadai oleh penderita diabetes melitus. Selalu pantau kadar gula darah setelah mengonsumsi makanan fermentasi dalam porsi cukup besar.

Studi Mengenai Fermentasi Singkong

Food Microbiology Journal menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa fermentasi singkong menggunakan starter Saccharomyces cerevisiae dan bakteri asam laktat secara signifikan menurunkan kadar sianida hingga lebih dari 90%. Hal ini menjadikan produk fermentasi seperti tape lebih aman dikonsumsi dibandingkan singkong yang hanya direbus biasa, terutama untuk jenis singkong yang memiliki kadar sianida alami tinggi.

Penelitian lain menunjukkan bahwa konsumsi makanan fermentasi secara rutin dapat memperkuat integritas dinding usus dan mengurangi peradangan sistemik dalam tubuh. Hal ini mendukung teori bahwa kesehatan saluran cerna adalah kunci utama kesehatan seluruh organ tubuh.

Jika kamu merasakan gejala alergi atau gangguan pencernaan yang tidak biasa setelah mencoba membuat tape sendiri di rumah, segera konsultasikan dengan tenaga medis. Pastikan kebersihan lingkungan tempat kamu melakukan fermentasi agar tidak terjadi pertumbuhan jamur beracun seperti Aspergillus flavus yang bisa berbahaya bagi kesehatan.

Kamu bisa mendapatkan produk kesehatan pendukung pencernaan di Toko Kesehatan Halodoc dengan mudah. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.

Referensi:
Food Microbiology Journal. Diakses pada 2026. Impact of Fermentation on Cyanide Reduction in Cassava.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Traditional Fermented Foods and Their Health Benefits.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Tabel Komposisi Pangan Indonesia: Tape Singkong.
Journal of Applied Microbiology. Diakses pada 2026. Probiotic Potential of Microorganisms Isolated from Traditional Fermented Foods.

FAQ

1. Kenapa tape singkong saya terasa pahit?

Rasa pahit biasanya disebabkan oleh penggunaan ragi yang terlalu banyak atau kontaminasi bakteri selama proses pendinginan. Selain itu, singkong yang belum benar-benar bersih dari kulit ari juga bisa meninggalkan rasa getir.

2. Berapa lama tape singkong bisa disimpan?

Tape yang sudah matang sebaiknya segera dipindahkan ke dalam lemari es. Di suhu ruang, fermentasi akan terus berlanjut dan tape akan menjadi terlalu asam dan mengandung banyak alkohol. Di dalam kulkas, tape bisa bertahan sekitar 1-2 minggu.

3. Apakah ibu hamil boleh makan tape singkong?

Ibu hamil disarankan untuk membatasi atau menghindari konsumsi tape singkong karena kandungan alkohol alaminya. Meskipun kadarnya kecil, alkohol tetap berisiko bagi perkembangan janin jika dikonsumsi secara berlebihan.

4. Apa ciri-ciri fermentasi tape yang gagal?

Fermentasi dianggap gagal jika tape berbau busuk (bukan aroma alkohol manis), teksturnya berlendir, atau muncul jamur berwarna hitam/oranye di permukaan singkong. Jika ini terjadi, sebaiknya segera dibuang.

Punya Keluhan Pencernaan Setelah Makan Tape? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan fermentasi, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.