Bahaya! Inilah Olahraga yang Harus Dihindari Ibu Hamil

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   17 Mei 2018
Bahaya! Inilah Olahraga yang Harus Dihindari Ibu HamilBahaya! Inilah Olahraga yang Harus Dihindari Ibu Hamil

Halodoc, Jakarta - Berbadan dua bukanlah jadi alasan ibu hamil untuk berhenti berolahraga. Ingatlah, cara termudah agar ibu hamil tetap sehat dan bugar selama masa kehamilannya adalah dengan berolahraga secara teratur. Olahraga di sini bukan semata-mata untuk kesehatan Ibu saja, lo. Aktivitas fisik ini juga memberi manfaat pada bayi dalam kandungannya, terutama dalam masa pertumbuhan dan perkembangannya.

Namun, ketika ingin berolahraga tentunya ada banyak hal yang perlu ibu perhatikan. Misalnya, jenis-jenis olahraga yang ingin dilakukan. Pasalnya, ada beberapa olahraga yang sebaiknya ibu hamil hindari karena bisa membahayakan kondisi ibu dan janin. Nah, berikut olahraga yang harus dihindari ibu hamil.

1. Scuba Diving

Bagi kamu yang punya hobi diving atau scuba diving, sebaiknya hindari dulu aktivitas yang satu ini. Alasannya, ketika kamu muncul ke permukaan, gelembung udara bisa terbentuk di peredaran darah. Nah, hal inilah yang bisa membahayakan untuk pertumbuhan janin.

2. Olahraga dengan Kontak Fisik

Jangan coba-coba melakukan jenis olahraga yang satu ini. Misalnya, basket, sepak bola, bola voli, atau bela diri. Olahraga seperti itu bisa meningkatkan risiko terjatuh, benturan, atau terkena lemparan.

3. Bersepeda

Yang satu ini sebenarnya juga kurang disarankan bagi ibu hamil. Kata ahli, besepeda bisa meningkatkan risiko nyeri di tulang bagian bawah. Apalagi bila kegiatan ini dilakukan di jalan yang enggak rata atau berlubang. Enggak menutup kemungkinan, bisa memicu kontraksi dan membuat ibu terjatuh, sehingga membahayakan keselamatan janin dan ibu.

 

4. Tenis dan Bulutangki

Kedua olaraga ini sebenarnya cukup aman bila dilakukan dengan skala ringan, alias santai, dan kehamilannya enggak berisiko. Namun, bila sebelumnya kamu jarang melakukan kedua olahraga ini, kamu mungkin saja akan mengalami masalah pada keseimbangan dan pengaturan kecepatan langkah. Selain itu, perut yang semakin membesar pastinya akan membuat gerakan ibu makin terbatas.

5. Yoga Bikram

Olahraga yoga memang menyimpan banyak manfaat bagi ibu hamil. Namun, yoga bikram merupakan olahraga yang sebaiknya dihindari ibu hamil. Bikram yoga megharuskan pesertanya melakukan gerakan yoga di ruangan panas, bahkan bisa melebihan 40 derajat celcius. Nah, hal inilah yang bisa membahayakan ibu hamil. Pasalnya, kondisi tersebut bisa menimbulkan risiko bayi lahir cacat karena terpapar panas yang begitu tinggi.

6. Mendaki

Meski kamu sudah terbiasa melakukan aktivitas ini, cobalah untuk mengurangi intensitasnya. Selain itu, sebelum melakukannya cobalah untuk berdiskusi dengan dokter agar aktivitas ini berjalan dengan aman. Mendaki pastinya membutuhkan tenaga ekstra dan kontur jalan yang enggak rata bisa menimbulkan masalah keseimbangan ibu.

Nah, alternatifnya, cobalah olahraga yang disarankan oleh para ahli selama masa kehamilan. Misalnya, jogging ringan, jalan cepat, atau yoga prenatal. Menurut The American College of Obstetrcians and Gynecologist, yang harus diketetahui, apa pun jenis olahraga yang kamu lakukan, segeralah berhenti ketika mengalami gejala-gejala di bawah ini.

  • Perdarahan atau keluar cairan pada vagina.
  • Nyeri dada.
  • Pusing atau pening.
  • Otot terasa lemah.
  • Sakit pada betis atau bengkak.
  • Nyeri perut.
  • Sesak napas.
  • Sakit pada betis atau bengkak.

Nah, meski olahraga menyimpan banyak manfaat bagi ibu hamil, ibu perlu ekstra hati-hati ketika melakukannya. Selain itu, agar olahraga berjalan dengan aman dan hasilnya efektif, berdiskusilah terlebih dahulu dengan dokter kandungan.

(Baca juga: Ikuti Cara Ini Agar Cepat Hamil)

Kamu juga bisa lho mendiskusikan kondisi di atas dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!



Mulai Rp50 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Ahli seputar Kesehatan