Ad Placeholder Image

Bahaya Makan Beras Mentah? Ini Fakta dan Risikonya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   19 Juni 2026

Bahaya Makan Beras Mentah: Fakta & Risiko Kesehatan

Bahaya Makan Beras Mentah? Ini Fakta dan Risikonya!Bahaya Makan Beras Mentah? Ini Fakta dan Risikonya!

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu merasa ingin sekali mengonsumsi beras mentah saat sedang mencuci beras di dapur? Bagi sebagian orang di Indonesia, kebiasaan mengunyah beras mentah atau sering disebut “ngrawu” mungkin dianggap sebagai hal yang biasa atau sekadar hobi iseng. Namun, di balik teksturnya yang renyah, kebiasaan ini sebenarnya menyimpan berbagai risiko kesehatan yang tidak boleh disepelekan.

Beberapa orang meyakini bahwa makan beras mentah memiliki manfaat tertentu, mulai dari kecantikan hingga kesehatan pencernaan. Namun, sebagai seorang apoteker, saya perlu menekankan bahwa secara medis, beras memang diciptakan untuk dikonsumsi dalam keadaan matang. Proses pemasakan bukan hanya bertujuan untuk mengubah tekstur, tetapi juga untuk menonaktifkan zat-zat berbahaya dan membunuh mikroorganisme yang menempel pada bulir beras.

Sangat penting untuk memahami mengapa tubuh kamu tiba-tiba menginginkan sesuatu yang bukan makanan lazim seperti beras mentah. Sering kali, ini bukanlah sekadar keinginan lidah, melainkan sinyal dari tubuh akan adanya kekurangan nutrisi tertentu. Jika keinginan ini terus berlanjut, sangat disarankan bagi kamu untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam guna memastikan kondisi kesehatanmu.

Nah, mau tahu apa saja fakta medis di balik kebiasaan makan beras mentah ini? Berikut ulasannya!

Mitos dan Fakta Manfaat Makan Beras Mentah

Banyak informasi yang beredar di masyarakat mengenai manfaat makan beras mentah. Mari kita bedah satu per satu secara ilmiah agar kamu tidak terjebak dalam informasi yang keliru.

1. Mitos: Beras Mentah Mengandung Lebih Banyak Vitamin

Memang benar bahwa proses pencucian dan pemasakan yang berlebihan dapat mengurangi kadar vitamin B kompleks dalam beras. Namun, mengonsumsi beras mentah tidak lantas membuat vitamin tersebut terserap lebih baik oleh tubuh. Beras mengandung zat antinutrisi seperti asam fitat yang justru menghambat penyerapan mineral penting seperti seng dan kalsium jika dikonsumsi dalam keadaan mentah.

2. Mitos: Makan Beras Mentah Bagus untuk Kulit

Banyak yang mengira kandungan vitamin E dan antioksidan pada beras mentah dapat langsung mempercantik kulit. Kenyataannya, kulit manusia tidak mendapatkan manfaat langsung dari mengunyah beras mentah. Nutrisi untuk kulit lebih efektif didapatkan dari makanan matang yang bergizi seimbang atau suplemen yang teruji secara klinis.

3. Mitos: Membantu Menurunkan Berat Badan

Beberapa orang beranggapan bahwa mengunyah beras mentah yang keras dapat menekan nafsu makan. Padahal, beras mentah sangat sulit dicerna oleh lambung dan dapat menyebabkan perut kembung (bloating) serta sembelit yang justru mengganggu metabolisme tubuh.

Bahaya Mengonsumsi Beras Mentah bagi Tubuh

Mengonsumsi beras mentah secara rutin dapat menimbulkan dampak jangka pendek maupun jangka panjang yang merugikan. Sebagai tenaga kesehatan, saya sering menemukan kasus gangguan pencernaan akibat kebiasaan ini.

1. Keracunan Bakteri Bacillus Cereus

Beras yang belum dimasak sering kali terkontaminasi oleh spora Bacillus cereus. Bakteri ini adalah penyebab umum keracunan makanan. Spora ini sangat tahan banting dan hanya bisa mati melalui proses pemasakan dengan suhu yang tepat. Jika tertelan, bakteri ini dapat memproduksi toksin di dalam usus yang menyebabkan mual, muntah hebat, dan diare akut.

2. Paparan Lektin yang Tinggi

Lektin adalah sejenis protein yang berfungsi sebagai pelindung alami tanaman dari hama. Pada beras mentah, kadar lektin sangat tinggi. Protein ini bersifat lengket dan dapat menempel pada dinding usus, yang pada gilirannya mengganggu penyerapan nutrisi dan merusak sel-sel lapisan usus (leaky gut).

3. Kerusakan Gigi

Tekstur beras mentah yang sangat keras dapat menyebabkan abrasi pada enamel gigi. Jika dilakukan terus-menerus, gigi bisa mengalami keretakan kecil (microfracture) atau bahkan patah. Selain itu, sisa-sisa pati mentah yang terselip di sela gigi menjadi tempat berkembang biak bakteri penyebab karies.

Penting: Tanda Tubuh Kamu Mengalami Masalah
  1. Sering merasa pusing dan cepat lelah.
  2. Warna kulit dan telapak tangan tampak pucat.
  3. Keinginan kuat untuk makan benda non-pangan (beras, es batu, tanah).

Mengenal Gangguan Pica: Mengapa Kamu Mengidam Beras Mentah?

Dalam dunia medis, keinginan kuat untuk mengonsumsi benda-benda yang tidak memiliki nilai gizi (seperti beras mentah, tanah liat, atau kapur) disebut sebagai gangguan Pica. Kondisi ini bukan sekadar perilaku buruk, melainkan sering kali merupakan gejala dari masalah kesehatan yang lebih dalam.

Penyebab paling umum dari Pica adalah anemia defisiensi zat besi. Ketika tubuh kekurangan zat besi, otak terkadang memberikan sinyal yang salah, memicu keinginan untuk mengonsumsi sesuatu yang renyah atau bertekstur unik. Selain itu, kekurangan zinc (seng) juga dikaitkan dengan perilaku ini.

Jika kamu merasa tidak bisa berhenti mengunyah beras mentah, jangan ragu untuk beli obat online di Halodoc terutama suplemen penambah darah yang mengandung zat besi, tentunya setelah berkonsultasi dengan tenaga medis untuk dosis yang tepat.

Studi Mengenai Kebiasaan Makan Beras Mentah

Journal of Nutritional Science menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa konsumsi beras mentah secara signifikan meningkatkan risiko paparan logam berat seperti arsenik. Beras secara alami menyerap lebih banyak arsenik dari tanah dibandingkan tanaman pangan lainnya. Proses mencuci dan memasak beras dengan air yang banyak terbukti dapat mengurangi kadar arsenik tersebut hingga 40-60%, yang artinya mengonsumsi beras mentah meningkatkan risiko akumulasi logam berat dalam tubuh.

Studi lain dalam International Journal of Dentistry juga menyoroti bahwa individu dengan kebiasaan Pica terhadap benda keras seperti beras mentah memiliki risiko 3 kali lebih tinggi mengalami kerusakan permanen pada struktur gigi dibandingkan individu normal.

FAQ

1. Apakah makan sedikit beras mentah berbahaya?

Jika hanya sekali dan dalam jumlah yang sangat sedikit, tubuh mungkin masih bisa mentoleransi. Namun, risiko kontaminasi bakteri tetap ada, sehingga sebaiknya dihindari sepenuhnya.

2. Apa yang harus dilakukan jika anak makan beras mentah?

Pastikan anak minum banyak air putih untuk membantu melancarkan pencernaan. Pantau jika ada gejala mual atau diare, dan segera periksakan kadar hemoglobin anak ke dokter.

3. Apakah beras merah mentah lebih sehat dimakan?

Tidak. Beras merah mentah justru memiliki lapisan kulit ari yang lebih keras, sehingga lebih sulit dicerna dan mengandung kadar asam fitat yang lebih tinggi daripada beras putih mentah.

4. Bagaimana cara menghentikan keinginan makan beras mentah?

Langkah pertama adalah memeriksa kadar zat besi dalam darah. Jika ditemukan defisiensi, dokter akan memberikan suplemen. Selain itu, cobalah mengganti camilan beras mentah dengan kacang-kacangan panggang yang sehat.

Kesimpulannya, tidak ada manfaat medis yang valid dari mengonsumsi beras mentah. Sebaliknya, kebiasaan ini justru mengundang bahaya bagi pencernaan, gigi, dan kesehatan jangka panjang kamu. Segera identifikasi penyebab keinginan tersebut sebelum terjadi komplikasi yang lebih serius.

Kamu bisa mendapatkan obat-obatan atau suplemen penambah darah di atas dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Pica: Symptoms and Causes.
Healthline. Diakses pada 2026. Is It Safe to Eat Raw Rice?.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Iron Deficiency Anemia and Cravings.
WHO. Diakses pada 2026. Food Safety: Bacillus Cereus.

Punya Keinginan Makan Beras Mentah tapi Bingung Kenapa? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu sering merasa ingin mengunyah beras mentah atau punya keluhan kesehatan lain tapi bingung harus bagaimana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.