Ad Placeholder Image

Bahaya Terlalu Banyak Makan Telur, Wajib Tahu Ini!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Juni 2026

Terlalu Banyak Makan Telur: Apa Efeknya Bagi Tubuh?

Bahaya Terlalu Banyak Makan Telur, Wajib Tahu Ini!Bahaya Terlalu Banyak Makan Telur, Wajib Tahu Ini!

DAFTAR ISI


Telur adalah salah satu sumber protein hewani yang paling populer, terjangkau, dan mudah diolah di Indonesia. Kaya akan vitamin, mineral, dan lemak sehat, telur sering dijuluki sebagai “superfood”. Namun, seperti pepatah yang mengatakan bahwa segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, begitu pula dengan konsumsi telur. Banyak orang bertanya-tanya, apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh jika kita terlalu banyak mengonsumsi telur setiap harinya?

Penting untuk dipahami bahwa meskipun telur menyehatkan, kandungan nutrisi di dalamnya—terutama pada bagian kuning telur—memiliki konsentrasi lemak dan kolesterol yang cukup tinggi. Bagi individu dengan kondisi kesehatan tertentu, konsumsi yang tidak terkontrol dapat memicu berbagai reaksi tubuh, mulai dari gangguan metabolisme hingga masalah pada sistem pencernaan. Mengetahui batasan aman adalah kunci untuk tetap mendapatkan manfaat tanpa harus menanggung risiko kesehatan.

Dalam artikel ini, kita akan membedah secara mendalam mengenai dampak medis dari konsumsi telur yang berlebihan. Jika kamu merasa mengalami gejala kesehatan tertentu setelah mengonsumsi protein secara berlebih, sangat disarankan untuk segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan diagnosis yang akurat.

Nah, mau tahu apa saja dampak yang mungkin terjadi jika kamu terlalu banyak makan telur? Berikut ulasannya!

Bahaya Terlalu Banyak Makan Telur

Mengonsumsi telur dalam jumlah yang wajar (1-2 butir per hari) umumnya dianggap aman bagi kebanyakan orang dewasa sehat. Namun, ketika jumlahnya meningkat drastis, tubuh mungkin akan kesulitan memproses asupan nutrisi tersebut secara efisien. Salah satu risiko utama adalah kelebihan asupan kalori dan lemak jenuh jika telur digoreng dengan banyak minyak atau mentega.

Selain itu, telur mengandung protein tinggi yang jika dikonsumsi berlebihan dapat membebani kerja ginjal pada individu yang memang sudah memiliki riwayat gangguan fungsi ginjal. Protein memerlukan proses metabolisme yang menghasilkan produk sisa berupa urea; semakin banyak protein yang masuk, semakin keras ginjal bekerja untuk menyaring sisa-sisa tersebut dari darah.

Dampak pada Kolesterol dan Kesehatan Jantung

Salah satu perdebatan paling panjang dalam dunia nutrisi adalah kaitan antara kuning telur dan kolesterol darah. Satu butir telur besar mengandung sekitar 186 miligram kolesterol, yang semuanya terkonsentrasi di kuningnya. Bagi sebagian orang yang disebut sebagai “hyper-responders”, asupan kolesterol dari makanan dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan HDL secara signifikan.

Kadar kolesterol yang terus-menerus tinggi dapat memicu pembentukan plak pada dinding pembuluh darah (aterosklerosis). Jika ini terjadi, risiko penyakit jantung koroner dan stroke akan meningkat. Oleh karena itu, bagi pengidap diabetes atau hipertensi, pembatasan jumlah telur menjadi sangat krusial untuk menjaga profil lipid tetap stabil.

Tips Mengonsumsi Telur yang Sehat
  1. Prioritaskan metode memasak dengan merebus atau meminimalkan penggunaan minyak jenuh.
  2. Jika ingin makan lebih banyak, gunakan putih telurnya saja karena bebas kolesterol dan tinggi protein.
  3. Imbangi dengan konsumsi serat dari sayur-sayuran untuk membantu mengikat kolesterol di usus.

Risiko Gangguan Pencernaan

Pernahkah kamu merasa perut kembung atau sering buang angin setelah makan telur? Ini bisa jadi tanda bahwa sistem pencernaanmu sedang kewalahan. Telur tidak mengandung serat sama sekali. Diet yang terlalu tinggi protein telur tanpa asupan serat yang cukup dapat menyebabkan sembelit atau konstipasi.

Selain itu, beberapa individu memiliki intoleransi terhadap protein telur. Gejalanya bisa berupa sakit perut, mual, hingga diare. Jika gejala ini muncul setiap kali kamu makan telur dalam jumlah banyak, sebaiknya kurangi porsinya dan perhatikan reaksi tubuhmu. Kamu juga bisa dengan mudah beli obat online di Halodoc untuk mengatasi keluhan pencernaan ringan seperti kembung setelah makan.

Kaitan Telur dengan Masalah Kulit

Di masyarakat Indonesia, ada anggapan kuat bahwa banyak makan telur menyebabkan jerawat atau bisul. Secara medis, telur mengandung hormon progesteron dan lemak yang dapat merangsang kelenjar minyak (sebaceous glands) pada kulit. Jika produksi minyak berlebih, pori-pori lebih mudah tersumbat dan memicu peradangan berupa jerawat.

Meskipun bukan penyebab utama bagi semua orang, pada individu yang sensitif terhadap perubahan hormon atau memiliki jenis kulit berminyak, konsumsi telur berlebih sering kali memperburuk kondisi kulit yang sudah ada. Mengurangi asupan telur dan memperbanyak minum air putih sering kali membantu menenangkan peradangan pada kulit tersebut.

Studi Mengenai Konsumsi Telur dan Kesehatan

The Journal of the American Medical Association (JAMA) menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa konsumsi kolesterol makanan atau telur dalam jumlah tinggi dikaitkan dengan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian yang lebih tinggi secara signifikan. Studi ini menekankan bahwa setiap tambahan setengah telur per hari dapat meningkatkan risiko secara statistik pada populasi tertentu.

Penemuan ini mengingatkan kita bahwa meskipun telur adalah nutrisi yang padat, profil kesehatan individu sangat menentukan bagaimana tubuh bereaksi terhadap asupan tersebut. Relevansi studi ini sangat penting bagi masyarakat modern yang sering kali mengonsumsi protein hewani dalam porsi besar tanpa kontrol medis yang rutin.

Kesimpulannya, telur adalah makanan yang sangat baik jika dikonsumsi dalam porsi moderat. Namun, konsumsi berlebihan dapat membawa dampak negatif bagi jantung, pencernaan, dan kesehatan kulit. Jika kamu memiliki riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi atau merasa ada yang salah dengan tubuhmu setelah makan telur, jangan ragu untuk berkonsultasi.

Kamu bisa mendapatkan informasi lebih lanjut atau mencari produk pendukung kesehatan dengan praktis dan cepat melalui Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc agar mendapatkan penanganan yang tepat sesuai kondisi fisikmu.

Referensi:
Harvard T.H. Chan School of Public Health. Diakses pada 2026. Eggs.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Eggs: Are they good or bad for my cholesterol?.
Healthline. Diakses pada 2026. How Many Eggs Can You Safely Eat?.
WebMD. Diakses pada 2026. The Health Benefits of Eggs.

FAQ

1. Apakah benar kebanyakan makan telur menyebabkan bisul?

Secara medis, bisul disebabkan oleh infeksi bakteri. Namun, konsumsi telur berlebih pada orang yang alergi atau sensitif dapat memicu reaksi peradangan kulit yang sering disalahartikan sebagai bisul.

2. Berapa butir telur yang aman dikonsumsi setiap hari?

Untuk orang dewasa sehat, 1 hingga 2 butir telur per hari dianggap aman. Namun, jika kamu memiliki kolesterol tinggi atau diabetes, sebaiknya batasi hingga 3-4 butir per minggu.

3. Apakah putih telur lebih sehat daripada kuning telur?

Putih telur mengandung protein tinggi tanpa lemak dan kolesterol, sehingga lebih aman dikonsumsi dalam jumlah banyak. Kuning telur kaya vitamin tetapi mengandung lemak dan kolesterol tinggi.

4. Apa gejala kelebihan makan telur pada pencernaan?

Gejala yang paling umum adalah perut kembung, sering buang angin dengan aroma yang menyengat, mual, dan rasa begah di perut akibat tingginya kandungan protein yang harus dipecah.

Punya Keluhan Setelah Makan Telur atau Khawatir Kolesterol? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu merasa pusing, begah, atau khawatir dengan kadar kolesterol setelah makan telur? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

[Halodoc Intelligent Digital Assistant](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.