Bajigur adalah pilihan minuman yang tepat untuk menghangatkan tubuh dan menikmati cita rasa tradisional Indonesia.

DAFTAR ISI
- Bahan Utama Pembuat Bajigur
- Manfaat Kesehatan dari Bahan-Bahan Bajigur
- Risiko Jika Dikonsumsi Berlebihan
- Studi Terkait Bahan Tradisional
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- FAQ
Saat cuaca sedang dingin atau musim hujan tiba, mengonsumsi minuman hangat menjadi salah satu cara terbaik untuk menjaga suhu tubuh dan memberikan rasa nyaman. Salah satu minuman tradisional yang paling banyak dicari oleh masyarakat Indonesia, khususnya di tanah Sunda, adalah bajigur. Minuman berwarna cokelat dengan aroma harum yang khas ini tidak hanya nikmat, tetapi juga memiliki sejarah panjang sebagai minuman penghangat tubuh para petani di masa lampau.
Namun, di balik kenikmatan rasanya yang manis dan gurih, banyak orang yang mulai peduli dengan kesehatan sering bertanya-tanya mengenai komposisi dari minuman ini. Mengetahui kandungan makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh sangatlah penting, terutama bagi kamu yang sedang menjaga berat badan, memiliki riwayat kolesterol tinggi, atau sedang mengelola kadar gula darah karena diabetes.
Oleh karena itu, bagi penderita diabetes atau masalah metabolik lain yang penasaran bajigur terbuat dari apa dan apakah bahan-bahannya memicu lonjakan gula darah, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja. Dengan begitu, kamu bisa menikmati kuliner tradisional tanpa khawatir mengorbankan kesehatanmu.
Nah, mau tahu rincian lengkap mengenai apa saja bahan penyusun minuman khas Jawa Barat ini serta bagaimana dampaknya bagi kesehatan tubuhmu? Berikut ulasan lengkapnya!
Bahan Utama Pembuat Bajigur
Rasa gurih, manis, dan hangat dari bajigur tidak muncul begitu saja. Minuman ini merupakan hasil perpaduan berbagai rempah dan bahan alami yang direbus menjadi satu kesatuan. Berbeda dengan bandrek yang rasa pedas jahenya sangat kuat, bajigur memiliki profil rasa yang lebih lembut dan *creamy*. Berikut adalah bahan-bahan utama yang meracik segelas bajigur:
1. Santan Kelapa
Santan adalah kunci utama yang memberikan tekstur kental dan rasa gurih pada bajigur. Penggunaan santan kelapa membedakan bajigur dengan minuman rempah lainnya. Santan mengandung lemak nabati yang cukup tinggi, yang memberikan rasa kenyang dan tekstur *creamy* di mulut. Namun, karena kandungan lemak jenuhnya, konsumsi santan harus diperhatikan bagi mereka yang memiliki riwayat kolesterol tinggi.
2. Gula Aren (Gula Merah)
Warna cokelat pekat dan rasa manis karamel pada bajigur berasal dari gula aren murni. Gula aren sering dianggap memiliki indeks glikemik yang sedikit lebih rendah dibandingkan gula pasir putih, sehingga pelepasannya ke dalam darah sedikit lebih lambat. Gula aren juga masih mengandung beberapa mineral kelumit (trace minerals) seperti zat besi, kalsium, dan kalium karena proses pembuatannya yang lebih tradisional dan tidak melalui banyak proses pemurnian (*refining*).
3. Jahe
Meskipun tidak sepedas bandrek, jahe tetap menjadi komponen wajib dalam pembuatan bajigur. Jahe (*Zingiber officinale*) berfungsi memberikan sensasi hangat di tenggorokan dan perut. Senyawa aktif dalam jahe, seperti gingerol, memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan yang sangat baik untuk meredakan mual, perut kembung, dan gejala awal flu.
4. Daun Pandan
Daun pandan ditambahkan saat proses perebusan untuk memberikan aroma wangi yang khas dan menggugah selera. Selain aromanya yang menenangkan, daun pandan dalam pengobatan tradisional juga sering digunakan untuk membantu meredakan stres dan menurunkan tekanan darah ringan, berkat efek relaksasinya.
5. Kopi Bubuk Hitam
Ini adalah rahasia kecil di balik resep bajigur yang otentik. Sedikit tambahan bubuk kopi hitam asli (bukan kopi instan berasa) dicampurkan untuk memberikan sentuhan rasa pahit yang sangat tipis (subtle) guna menyeimbangkan rasa manis dari gula aren dan gurihnya santan. Kopi juga memberikan sedikit dorongan energi dari kafein.
6. Sedikit Garam dan Topping Pelengkap
Sejumput garam selalu ditambahkan untuk mengangkat seluruh profil rasa agar lebih seimbang dan gurih. Selain itu, saat disajikan, bajigur sering kali dilengkapi dengan potongan kolang-kaling, irisan kelapa muda, atau roti tawar yang dipotong dadu, menjadikannya minuman yang mengenyangkan.
Tips Membuat Bajigur yang Lebih Sehat di Rumah
- Ganti Santan Penuh: Gunakan santan encer, atau ganti dengan susu evaporasi rendah lemak dan susu almond untuk mengurangi asupan lemak jenuh.
- Kurangi Takaran Gula: Kurangi jumlah gula aren hingga 50% dari resep tradisional. Kamu juga bisa mengombinasikannya dengan pemanis alami rendah kalori seperti stevia.
- Perbanyak Rempah: Tambahkan porsi jahe atau kayu manis untuk meningkatkan rasa tanpa perlu menambahkan kalori ekstra dari gula.
Manfaat Kesehatan dari Bahan-Bahan Bajigur
Jika dikonsumsi dalam batas yang wajar dan tidak berlebihan, campuran rempah di dalam bajigur ternyata membawa sejumlah kebaikan untuk kesehatan tubuh. Berikut adalah beberapa manfaat utamanya:
1. Meredakan Gejala Masuk Angin dan Flu
Kandungan jahe dalam bajigur sangat efektif untuk melawan gejala flu, hidung tersumbat, dan rasa tidak nyaman akibat masuk angin. Senyawa *gingerol* membantu melebarkan pembuluh darah sehingga tubuh terasa lebih hangat dan sirkulasi darah menjadi lebih lancar. Efek diaforetik (memicu keringat) pada jahe juga membantu menurunkan demam ringan.
2. Memulihkan Energi dengan Cepat
Kombinasi antara karbohidrat sederhana dari gula aren dan lemak nabati dari santan membuat bajigur menjadi sumber energi instan. Ini sangat bermanfaat bagi kamu yang baru saja melakukan aktivitas fisik berat di cuaca dingin atau bagi para pekerja lapangan yang membutuhkan tambahan kalori cepat untuk memulihkan stamina.
3. Membantu Meredakan Mual dan Masalah Pencernaan
Jahe sejak lama dikenal sebagai pereda mual alami (anti-emetik). Mengonsumsi bajigur hangat dapat membantu menenangkan otot-otot saluran pencernaan yang tegang, mengurangi penumpukan gas (perut kembung), serta meredakan rasa mual, baik akibat mabuk perjalanan maupun masalah lambung ringan.
Risiko Jika Dikonsumsi Berlebihan
Meski memiliki manfaat, bajigur tetaplah minuman tradisional yang sarat akan kalori, lemak, dan gula. Mengonsumsinya setiap hari dalam jumlah besar berpotensi memicu masalah kesehatan. Berikut beberapa hal yang perlu diwaspadai:
1. Lonjakan Kadar Gula Darah
Meskipun gula aren lebih alami dari gula putih, ia tetaplah karbohidrat sederhana yang akan diubah menjadi glukosa oleh tubuh. Konsumsi bajigur yang terlalu manis dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang berbahaya bagi penderita diabetes melitus atau resistensi insulin.
2. Peningkatan Kadar Kolesterol
Santan mengandung lemak jenuh (saturated fat) yang cukup tinggi. Jika dikonsumsi berlebihan secara terus-menerus, lemak jenuh dapat berkontribusi pada peningkatan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) di dalam darah, yang merupakan faktor risiko utama penyakit jantung kardiovaskular dan stroke.
Studi Terkait Bahan Tradisional
National Center for Biotechnology Information (NCBI) menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa rimpang jahe (Zingiber officinale) memiliki potensi terapeutik yang kuat karena kandungan *gingerol* dan *shogaol* di dalamnya.
Studi klinis menunjukkan bahwa komponen bioaktif dalam jahe secara efektif bekerja sebagai antioksidan dan anti-inflamasi alami. Ini menguatkan bukti ilmiah mengapa minuman tradisional berbahan dasar jahe seperti bajigur dan bandrek sangat efektif dalam meredakan inflamasi ringan di saluran pernapasan saat flu, serta meredakan gangguan gastrointestinal seperti kembung dan dispepsia.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Konsultasi dengan Dokter Spesialis Gizi Klinik via Halodoc
Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Gizi Klinik terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Nutrition and healthy eating: Sweeteners.
National Institutes of Health (PubMed). Diakses pada 2024. The Amazing and Mighty Ginger.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Manfaat Rempah-Rempah Khas Indonesia untuk Kesehatan Tubuh.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Healthy diet fact sheet.
FAQ
1. Sebenarnya bajigur terbuat dari apa saja?
Bajigur terbuat dari campuran santan kelapa, gula aren, jahe segar, daun pandan, sedikit bubuk kopi hitam, dan garam. Rebusan semua bahan ini menghasilkan profil rasa yang gurih, manis, dan menghangatkan tubuh.
2. Apakah penderita diabetes boleh minum bajigur?
Penderita diabetes sebaiknya sangat berhati-hati atau membatasi konsumsi bajigur karena kandungan gula arennya cukup tinggi dan dapat memicu lonjakan gula darah secara cepat. Jika ingin mengonsumsi, sebaiknya buat sendiri dengan mengganti gula aren menggunakan pemanis khusus diabetes.
3. Apa perbedaan utama bajigur dan bandrek?
Perbedaan utamanya terletak pada bahan dasarnya. Bajigur menggunakan santan kelapa sehingga rasanya lebih gurih dan kental (*creamy*), sedangkan bandrek tidak menggunakan santan dan lebih berfokus pada kekuatan rasa pedas jahe serta lada, sehingga teksturnya lebih cair seperti teh.
4. Apakah bajigur baik untuk meredakan flu?
Ya, bajigur cukup baik dikonsumsi saat gejala awal flu muncul karena kandungan jahe di dalamnya dapat memberikan rasa hangat pada tenggorokan, melancarkan pernapasan, serta membantu meredakan perut kembung atau mual akibat masuk angin.



