Ad Placeholder Image

Bangun Pagi Bisa Turunkan Depresi? Ini Faktanya

Ditinjau oleh  dr. Rizal Fadli   08 Juni 2021
Bangun Pagi Bisa Turunkan Depresi? Ini FaktanyaBangun Pagi Bisa Turunkan Depresi? Ini Faktanya

Halodoc, Jakarta – Bangun pagi dapat memberikan banyak manfaat untuk kesehatan. Penelitian telah menunjukkan bahwa bangun pagi membuat orang lebih energik dan bersemangat menyelesaikan tugas-tugasnya. 

Bangun pagi juga membuat kamu bisa berpikir lebih jernih dan sigap saat memutuskan sesuatu. Tidak hanya itu saja, bangun pagi juga bisa menurunkan depresi. Benarkah demikian? Cek faktanya di sini!

Tubuh Diprogram untuk Bangun Pagi

Orang-orang yang secara alami bangun pagi lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan masalah kesehatan mental daripada mereka yang sering begadang dan bangun siang. Secara biologis tubuh diprogram untuk bangun pagi karena ini terkait dengan perasaan bahagia serta risiko skizofrenia dan depresi yang lebih rendah.

Orang-orang yang tidur larut malam berisiko lebih besar mengalami masalah mental karena harus melawan jam biologis alami. Itulah sebabnya mengapa bangun pagi bisa menurunkan depresi dan meningkatkan kualitas hidup.

Baca juga: 7 Manfaat Sehat Bangun Pagi

Terkait dengan depresi, salah satu manfaat yang sangat signifikan dari bangun pagi adalah berkurangnya tingkat stres. Bangun pagi dapat membuat hidupmu lebih teratur karena tidak perlu terburu-buru. Pun, kamu bisa memulai hari dengan lebih optimis dan positif sepanjang hari. 

Memulai hari lebih pagi juga dapat meningkatkan konsentrasi. Kamu memiliki waktu lebih untuk menyesuaikan diri dengan agenda hari ini, sehingga lebih fokus mengerjakan hal-hal yang spesifik. 

Bangun pagi juga dapat meningkatkan produktivitas karena: 

1. Otak cenderung paling waspada di pagi hari. Jika kamu dapat fokus tanpa gangguan di pagi hari, kamu dapat menyelesaikan lebih banyak pekerjaan.

2. Kamu cenderung membuat keputusan yang lebih baik dan berpikir lebih jernih di pagi hari daripada di sore dan malam hari.

3. Bangun pagi juga membuat kamu lebih berenergi dan bersemangat.

Pada akhirnya, keteraturan dan ketersediaan waktu yang lebih banyak karena bangun pagi dapat mengurangi stres yang bisa berujung pada depresi. Informasi selengkapnya mengenai bangun pagi dan kaitannya dengan penurunan depresi bisa ditanyakan langsung melalui aplikasi Halodoc. Kalau kamu butuh buat janji konsultasi dokter ke rumah sakit juga bisa melalui Halodoc.

Selain harus terburu-buru dan merasa seperti sedang mengejar ketertinggalan sepanjang hari, efek berbahaya dari bangun terlambat adalah kesulitan untuk tidur di jam yang normal. Jika kamu bangun setiap hari dalam seminggu pada pukul 6 pagi dan kemudian tidur sampai pukul 8 pagi atau 9 pagi pada hari Sabtu, ini akan mengganggu jam internalmu. Besar kemungkinan efek yang kamu rasakan akan menyerupai jet lag

Baca juga: Olahraga Sebelum Sarapan Bikin Cepat Kurus?

Itulah mengapa sangat penting bangun pagi dan menjadikannya rutinitas. Rutinitas pagi akan menentukan irama harimu sepanjang hari. Bagaimana caranya memulai dan membiasakan diri untuk bangun pagi? 

Baca juga: Milenial Harus Rutin Olahraga, Alasannya?

1. Mulai Perlahan

Jika kamu biasanya bangun jam 8 pagi dan memutuskan bahwa besok ingin bangun jam 5 pagi, kamu perlu memulainya perlahan. Cobalah bangun 15 menit lebih awal dari jam kamu biasanya bangun lalu perlahan ditingkatkan ke jam yang diinginkan. 

2. Tidur Lebih Awal

Mulailah tidur lebih awal dari biasanya. Dengan begitu kamu akan mendapatkan jam tidur yang cukup.

3. Atur Jam Alarm

Kamu bisa menyetel alarm untuk memutar lagu yang penuh inspirasi atau energik untuk membantu bangun pagi. Dibangunkan dengan lagu favoritmu akan lebih baik ketimbang hanya sekadar bunyi alarm biasa. 




Referensi:

Times of India. Diakses pada 2021. 5 golden benefits of waking up early.

Hindustan Times. Diakses pada 2021. Waking up early reduces the risk of suffering from depression, says new study.

Sleep Advisor. Diakses pada 2021. What are the Benefits of Waking up Early? [9 Tips Included].