Ad Placeholder Image

Bau Keputihan Saat Hamil: Jangan Panik, Ini Tandanya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   08 Mei 2026

Keputihan Berbau Saat Hamil: Wajar atau Tanda Bahaya?

Bau Keputihan Saat Hamil: Jangan Panik, Ini TandanyaBau Keputihan Saat Hamil: Jangan Panik, Ini Tandanya

Apa itu Keputihan Saat Hamil?

Keputihan adalah hal yang umum dialami wanita, termasuk saat kehamilan. Pada masa kehamilan, tubuh mengalami peningkatan kadar hormon estrogen dan aliran darah ke area vagina, yang menyebabkan peningkatan volume keputihan. Keputihan normal saat hamil umumnya memiliki ciri bening atau putih susu, tidak berbau, dan memiliki tekstur encer hingga sedikit kental.

Namun, jika keputihan berbau saat hamil, disertai perubahan warna atau gejala lain, ini bisa menjadi tanda adanya masalah. Penting bagi ibu hamil untuk dapat membedakan antara keputihan normal dan keputihan yang mengindikasikan infeksi. Mengenali tanda-tanda ini sangat krusial untuk kesehatan ibu dan janin.

Gejala Keputihan Berbau Saat Hamil yang Perlu Diwaspadai

Keputihan yang tidak normal selama kehamilan seringkali ditandai oleh beberapa gejala. Bau keputihan saat hamil yang menyengat, amis, atau busuk adalah indikator kuat adanya infeksi. Selain bau, perubahan pada keputihan juga meliputi warna dan konsistensi.

  • Warna keputihan berubah menjadi kuning, hijau, atau abu-abu.
  • Tekstur keputihan menjadi lebih kental, berbusa, atau seperti keju cottage.
  • Disertai rasa gatal yang parah di area vagina.
  • Muncul sensasi nyeri atau terbakar saat buang air kecil atau berhubungan intim.
  • Pembengkakan atau kemerahan pada bibir vagina.

Jika mengalami kombinasi gejala ini, konsultasi medis menjadi sangat dianjurkan.

Penyebab Utama Bau Keputihan Saat Hamil

Beberapa kondisi medis dapat menjadi penyebab keputihan berbau saat hamil. Infeksi adalah penyebab paling umum yang memerlukan perhatian medis. Berikut adalah beberapa penyebab yang sering terjadi:

Vaginosis Bakterialis (VB)

Vaginosis bakterialis terjadi ketika ada ketidakseimbangan bakteri baik dan jahat di vagina. Kondisi ini sering menyebabkan keputihan berwarna abu-abu atau putih susu dengan bau amis atau busuk yang sangat khas, terutama setelah berhubungan intim. VB adalah salah satu infeksi vagina paling umum selama kehamilan dan perlu ditangani karena dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan.

Infeksi Jamur

Infeksi jamur, atau kandidiasis vagina, juga umum terjadi pada ibu hamil karena perubahan hormon. Keputihan akibat infeksi jamur biasanya berwarna putih kental seperti keju cottage, disertai gatal hebat, kemerahan, dan rasa terbakar. Meskipun umumnya tidak berbau menyengat, kadang bisa ada bau samar seperti ragi.

Trikomoniasis

Trikomoniasis adalah infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh parasit. Gejalanya meliputi keputihan berwarna kuning kehijauan, berbusa, dan berbau busuk. Infeksi ini juga dapat menyebabkan gatal, kemerahan, serta nyeri saat buang air kecil atau berhubungan seks. Penting untuk segera diobati karena trikomoniasis dapat berdampak pada kehamilan.

Infeksi Menular Seksual Lainnya

Beberapa infeksi menular seksual lainnya seperti klamidia atau gonore juga dapat menyebabkan keputihan tidak normal dan berbau, meskipun mungkin tidak selalu menjadi gejala utama. Deteksi dini dan pengobatan sangat penting untuk mencegah komplikasi serius pada ibu dan janin.

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Setiap ibu hamil yang mengalami bau keputihan saat hamil yang tidak normal, disertai gatal, nyeri, atau perubahan warna, harus segera memeriksakan diri ke dokter. Infeksi pada vagina selama kehamilan bisa berisiko. Beberapa risiko yang mungkin terjadi meliputi persalinan prematur, ketuban pecah dini, atau infeksi pada janin. Penanganan dini dapat mencegah komplikasi serius dan menjaga kesehatan ibu serta bayi.

Penanganan Keputihan Berbau Saat Hamil

Penanganan keputihan berbau saat hamil harus dilakukan di bawah pengawasan dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin mengambil sampel keputihan untuk dianalisis di laboratorium guna menentukan penyebab pasti. Berdasarkan diagnosis, dokter akan meresepkan pengobatan yang aman untuk ibu hamil, seperti antibiotik untuk vaginosis bakterialis atau antijamur untuk infeksi jamur.

Penting untuk tidak melakukan swamedikasi atau menggunakan produk tanpa resep dokter. Pengobatan yang tidak tepat dapat memperburuk kondisi atau bahkan membahayakan kehamilan.

Pencegahan Keputihan Tidak Normal Saat Hamil

Beberapa langkah dapat membantu mengurangi risiko keputihan tidak normal selama kehamilan:

  • Menjaga kebersihan area intim dengan membasuh dari depan ke belakang setelah buang air.
  • Mengeringkan area vagina dengan lembut setelah mandi atau buang air kecil.
  • Memilih pakaian dalam berbahan katun yang menyerap keringat.
  • Menghindari penggunaan sabun kewanitaan beraroma atau douching, karena dapat mengganggu keseimbangan pH vagina.
  • Membatasi konsumsi gula dan makanan olahan yang dapat memicu pertumbuhan jamur.
  • Menggunakan kondom jika ada risiko infeksi menular seksual.

Rekomendasi Medis dari Halodoc

Keputihan berbau saat hamil bukanlah kondisi yang bisa diabaikan. Jika mengalami gejala keputihan tidak normal, segera konsultasikan dengan dokter kandungan. Halodoc menyediakan akses mudah untuk berbicara dengan dokter melalui chat atau video call, memesan obat, serta membuat janji temu di rumah sakit terdekat. Dapatkan informasi medis yang akurat dan penanganan yang tepat untuk menjaga kesehatan kehamilan.