Ad Placeholder Image

Bawah Mata Sakit? Ini Lho 5 Penyebab Umum dan Solusinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   24 April 2026

Bawah Mata Sakit: Jangan Panik! Ini Penyebab dan Solusi

Bawah Mata Sakit? Ini Lho 5 Penyebab Umum dan SolusinyaBawah Mata Sakit? Ini Lho 5 Penyebab Umum dan Solusinya

Sakit di Bawah Mata: Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

Sakit di bawah mata sering kali menimbulkan rasa tidak nyaman dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini bisa disertai dengan gejala lain seperti pembengkakan, gatal, atau kemerahan pada area mata. Memahami penyebab dan penanganan awal sangat penting untuk meredakan gejala dan mencegah komplikasi lebih lanjut. Meskipun sebagian besar kasus dapat ditangani di rumah, beberapa kondisi memerlukan perhatian medis profesional.

Apa Itu Sakit di Bawah Mata?

Sakit di bawah mata adalah kondisi di mana seseorang merasakan nyeri, perih, atau sensasi tidak nyaman pada kelopak mata bagian bawah atau area kulit di sekitarnya. Rasa sakit ini bisa bervariasi dari ringan hingga berat. Seringkali, nyeri ini merupakan indikasi adanya iritasi, peradangan, atau infeksi pada mata atau jaringan di sekitarnya.

Kondisi ini dapat muncul tiba-tiba atau berkembang secara bertahap. Gejala lain yang menyertai bisa menjadi petunjuk penting untuk mengidentifikasi penyebabnya, seperti mata yang terasa gatal atau mengalami kemerahan yang persisten.

Gejala yang Menyertai Bawah Mata Sakit

Rasa sakit di bawah mata jarang datang sendiri. Ada beberapa gejala penyerta yang umum dan dapat membantu mengidentifikasi akar masalahnya:

  • Mata bengkak, terutama di kelopak mata bagian bawah.
  • Rasa gatal atau sensasi terbakar pada mata.
  • Kemerahan pada mata atau area kulit di sekitarnya.
  • Mata berair atau keluar kotoran mata.
  • Adanya benjolan kecil yang nyeri di dekat tepi kelopak mata, seperti pada bintitan.
  • Penglihatan kabur atau sensitivitas terhadap cahaya.
  • Nyeri kepala atau tekanan di sekitar area mata.

Penyebab Umum Bawah Mata Sakit

Berbagai faktor bisa menjadi pemicu rasa sakit di bawah mata. Penting untuk mengetahui penyebabnya agar penanganan dapat dilakukan secara tepat. Berikut beberapa penyebab umum yang mendasari kondisi tersebut:

Hordeolum (Bintitan)

Bintitan adalah benjolan merah yang terasa nyeri di tepi kelopak mata. Kondisi ini terjadi akibat infeksi bakteri, biasanya bakteri Staphylococcus aureus, pada kelenjar minyak di kelopak mata. Seringkali, infeksi ini disebabkan oleh kebersihan tangan yang kurang terjaga atau penggunaan kosmetik mata yang terkontaminasi.

Benjolan bintitan berisi nanah dan dapat sangat sensitif saat disentuh. Meskipun umumnya tidak berbahaya, bintitan bisa menyebabkan rasa tidak nyaman dan mengganggu penampilan.

Blefaritis (Radang Kelopak Mata)

Blefaritis adalah peradangan pada kelopak mata yang menyebabkan kemerahan, gatal, dan iritasi. Kondisi ini terjadi ketika kelenjar minyak kecil di dekat pangkal bulu mata tersumbat. Blefaritis dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, alergi, atau kondisi kulit tertentu seperti rosacea atau dermatitis seboroik.

Gejala blefaritis meliputi kelopak mata yang lengket, terasa perih, dan munculnya kerak pada bulu mata, terutama saat bangun tidur. Kondisi ini bisa bersifat kronis dan memerlukan penanganan rutin.

Alergi

Reaksi alergi terhadap zat tertentu juga dapat menyebabkan sakit di bawah mata. Alergen seperti debu, serbuk sari, bulu hewan, atau produk kosmetik bisa memicu respons imun yang menyebabkan mata gatal, merah, bengkak, dan terkadang nyeri. Alergi mata seringkali bersifat bilateral, yaitu terjadi pada kedua mata.

Menghindari pemicu alergi adalah langkah utama dalam pencegahan dan penanganan. Obat tetes mata antihistamin atau oral dapat membantu meredakan gejala.

Sinusitis

Peradangan pada sinus, atau sinusitis, dapat menyebabkan nyeri yang menyebar ke area mata. Sinus adalah rongga berisi udara di dalam tulang wajah. Ketika sinus terinfeksi atau meradang, tekanan dapat menumpuk dan menyebabkan rasa sakit di sekitar mata, hidung, atau dahi.

Nyeri akibat sinusitis biasanya memburuk saat menunduk atau melakukan aktivitas fisik. Gejala lain yang menyertai bisa berupa hidung tersumbat, lendir kehijauan, atau demam.

Mata Lelah (Asthenopia)

Mata lelah adalah kondisi umum yang disebabkan oleh penggunaan mata secara berlebihan atau menatap layar digital terlalu lama tanpa istirahat. Kurangnya istirahat, pencahayaan yang tidak memadai, atau masalah penglihatan yang tidak terkoreksi juga bisa berkontribusi.

Gejala mata lelah meliputi mata terasa perih, kering, berat, pandangan kabur sementara, dan terkadang sakit di bawah mata. Istirahat cukup dan mempraktikkan aturan 20-20-20 saat bekerja dengan layar dapat membantu mengurangi ketegangan mata.

Penanganan Awal untuk Sakit di Bawah Mata

Untuk mengatasi sakit di bawah mata yang ringan, beberapa langkah penanganan awal dapat dilakukan di rumah:

  • Kompres hangat: Tempelkan kompres hangat pada area mata yang sakit selama 10-15 menit, 3-4 kali sehari. Ini membantu melancarkan aliran darah dan meredakan peradangan, terutama untuk bintitan.
  • Istirahat cukup: Beri waktu mata untuk beristirahat, terutama jika disebabkan oleh mata lelah. Hindari menatap layar digital terlalu lama.
  • Jaga kebersihan: Pastikan tangan selalu bersih sebelum menyentuh mata. Bersihkan riasan mata secara menyeluruh sebelum tidur.
  • Hindari menggosok mata: Menggosok mata dapat memperparah iritasi atau infeksi.
  • Gunakan tetes mata pelembap: Tetes mata tanpa resep dapat membantu meredakan mata kering dan iritasi.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Meskipun banyak kasus sakit di bawah mata dapat sembuh dengan penanganan rumahan, ada beberapa situasi di mana konsultasi dokter sangat dianjurkan:

  • Nyeri hebat yang tidak mereda atau justru memburuk.
  • Terjadi gangguan penglihatan, seperti pandangan kabur atau ganda.
  • Mata merah, bengkak, atau mengeluarkan nanah yang tidak kunjung membaik setelah beberapa hari.
  • Demam atau gejala lain yang menyertai, seperti sakit kepala parah.
  • Rasa sakit di bawah mata yang berulang atau kronis.

Pencegahan Agar Bawah Mata Tidak Sakit

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Beberapa langkah dapat dilakukan untuk mengurangi risiko sakit di bawah mata:

  • Rutin mencuci tangan dengan sabun dan air, terutama sebelum menyentuh wajah atau mata.
  • Bersihkan riasan mata dengan seksama setiap malam.
  • Ganti produk kosmetik mata, seperti maskara, setiap 3-6 bulan untuk mencegah penumpukan bakteri.
  • Istirahatkan mata secara berkala saat menggunakan perangkat digital dengan menerapkan aturan 20-20-20 (setiap 20 menit, lihat objek sejauh 20 kaki selama 20 detik).
  • Pastikan pencahayaan di ruangan cukup dan tidak terlalu terang atau gelap.
  • Kelola alergi dengan menghindari pemicu atau menggunakan obat yang direkomendasikan dokter.
  • Cukupi waktu tidur untuk menjaga kesehatan mata secara keseluruhan.

Kesimpulan dan Rekomendasi Halodoc

Sakit di bawah mata adalah keluhan umum yang dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari infeksi ringan seperti bintitan hingga kondisi lain seperti alergi atau mata lelah. Penanganan awal yang tepat dan menjaga kebersihan mata merupakan langkah penting untuk meredakan gejala.

Namun, jika nyeri terasa hebat, disertai gangguan penglihatan, atau gejala tidak membaik setelah penanganan mandiri, segera konsultasikan ke dokter. Halodoc menyediakan akses mudah untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis mata yang profesional dan berpengalaman, mendapatkan diagnosis akurat, serta rekomendasi pengobatan yang sesuai dengan kondisi.