Ad Placeholder Image

Bawang Prei: Bukan Daun Bawang, Ini Bedanya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Juni 2026

Bawang Prei Bukan Daun Bawang, Ini Bedanya!

Bawang Prei: Bukan Daun Bawang, Ini Bedanya!Bawang Prei: Bukan Daun Bawang, Ini Bedanya!

DAFTAR ISI


Bawang pre, atau yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan sebutan leek, merupakan salah satu jenis sayuran dari keluarga Allium yang sering digunakan sebagai pelengkap dan penyedap masakan. Sayuran ini masih berkerabat dekat dengan bawang putih, bawang merah, dan kucai. Di Indonesia, sayuran ini sering kali tertukar penyebutannya dengan daun bawang. Padahal, jika ditelisik lebih jauh, keduanya memiliki karakteristik bentuk, tekstur, rasa, dan fungsi kuliner yang cukup berbeda.

Secara bentuk, bawang pre memiliki ukuran batang yang jauh lebih besar, tebal, dan daunnya cenderung pipih serta berlapis-lapis. Sementara itu, daun bawang (scallion atau green onion) berukuran lebih kecil, ramping, dan bagian daun hijaunya berbentuk tabung berongga. Rasa bawang pre pun lebih manis dan lembut apabila dibandingkan dengan rasa tajam dan menyengat yang biasanya dihasilkan oleh jenis bawang lainnya.

Selain karena rasanya yang khas, mengonsumsi bawang-bawangan membawa banyak manfaat positif bagi fungsi organ tubuh. Namun, pada beberapa orang dengan kondisi pencernaan sensitif seperti Irritable Bowel Syndrome (IBS), sayuran Allium bisa memicu perut kembung atau gas berlebih. Jika kamu sering mengalami nyeri perut, kembung parah, atau gejala alergi setelah mengonsumsi sayuran ini, sebaiknya kamu segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan penanganan medis dan diagnosis yang tepat.

Nah, mau tahu apa saja sebenarnya beda sayuran ini dengan daun bawang serta khasiat kesehatannya? Berikut ulasan lengkapnya!

Apa Itu Bawang Pre?

Bawang pre (Allium ampeloprasum) adalah tanaman sayuran yang tidak membentuk umbi bulat yang besar seperti bawang merah atau bawang bombay. Alih-alih memiliki umbi yang membulat, sayuran ini menghasilkan silinder panjang berlapis dari pelepah daun yang saling tumpang tindih. Bagian yang paling sering dikonsumsi adalah bagian putih di atas akar hingga ke pangkal daun yang berwarna hijau muda.

Sejak zaman kuno, sayuran ini sudah menjadi bagian penting dari diet masyarakat Mediterania dan Timur Tengah. Bangsa Romawi kuno dan Yunani bahkan menganggap sayuran ini sebagai makanan yang menyehatkan tenggorokan dan pita suara. Di era modern, sayuran berdaging tebal ini sering diolah menjadi berbagai hidangan hangat, seperti sup krim (misalnya potato leek soup yang sangat populer di Eropa), semur, hingga pelengkap panggangan daging.

Perbedaan Bawang Pre dan Daun Bawang

Bagi masyarakat awam, membedakan bawang pre dan daun bawang di pasar tradisional atau swalayan kadang membingungkan. Berikut adalah beberapa indikator perbedaan yang sangat mencolok:

1. Segi Ukuran dan Bentuk Daun

Batang bawang pre jauh lebih besar dan tebal, diameternya bisa mencapai 3-5 cm. Daunnya berwarna hijau tua yang pekat, berbentuk pipih (datar), padat, dan tidak memiliki rongga di dalamnya. Di sisi lain, daun bawang ukurannya jauh lebih kecil, batangnya tipis, dan daun hijaunya berongga (seperti pipa atau sedotan panjang).

2. Tekstur Sayuran

Karena lapisannya sangat tebal dan rapat, tekstur bawang pre mentah sangat keras, alot, dan berserat. Itulah mengapa sayuran ini jarang dimakan mentah dan butuh waktu pemanasan (ditumis, direbus, atau dipanggang) agar teksturnya menjadi empuk dan meleleh di mulut. Sebaliknya, daun bawang bertekstur lebih renyah dan lembut, sehingga sangat cocok diiris tipis lalu ditaburkan mentah sebagai garnish (hiasan makanan) di atas bubur, mi ayam, atau soto.

3. Profil Rasa dan Aroma

Jika kamu mencicipi bawang pre, rasanya lebih cenderung manis, gurih yang halus (mild), dan aromanya tidak terlalu tajam merusak aroma asli masakan. Sedangkan daun bawang memiliki profil rasa pedas dan menyengat yang menyerupai bawang bombay muda, sehingga memberikan “tendangan” rasa yang kuat secara instan.

Tips Memilih dan Mengolah Bawang Pre
  1. Pilih batang yang lurus, kokoh, keras saat ditekan, dengan pangkal berwarna putih bersih dan daun hijau gelap yang segar (tidak layu atau menguning).
  2. Sayuran ini tumbuh tertimbun di dalam tanah pasir, sehingga sela-sela lapisannya sering kali menyimpan banyak kotoran atau lumpur.
  3. Cara membersihkannya: Potong memanjang batangnya, lalu bilas setiap lapisan di bawah air mengalir sambil digosok perlahan hingga tidak ada sisa tanah.

Kandungan Nutrisi Bawang Pre

Bawang pre adalah bahan makanan padat nutrisi. Artinya, ia rendah kalori tetapi sangat tinggi vitamin dan mineral. Dalam 100 gram bawang pre mentah, rata-rata terkandung sekitar 61 kalori, 1.5 gram protein, 14 gram karbohidrat, dan hampir 2 gram serat larut.

Selain itu, sayuran ini merupakan sumber mikronutrien penting, di antaranya:

  • Vitamin K: Sangat penting untuk proses pembekuan darah normal dan menjaga kepadatan tulang.
  • Vitamin A (Beta-karoten): Antioksidan kuat untuk menjaga kesehatan mata, sistem imun, dan reproduksi sel.
  • Folat (Vitamin B9): Nutrisi esensial yang diperlukan untuk pembentukan sel darah merah dan mencegah cacat tabung saraf pada janin selama masa kehamilan.
  • Vitamin C: Membantu produksi kolagen, perbaikan jaringan tubuh, dan memperkuat kekebalan dari infeksi kuman.
  • Mangan: Mineral mikro yang berguna untuk meringankan sindrom pramenstruasi (PMS) serta menjaga kesehatan kelenjar tiroid.

Untuk melengkapi kebutuhan vitamin dan mineral harian keluargamu apabila asupan dari makanan dirasa belum mencukupi, kamu bisa beli vitamin, suplemen, atau produk kesehatan online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah dengan cepat.

Manfaat Bawang Pre untuk Kesehatan

Berkat profil nutrisinya yang luar biasa kaya, sayuran Allium ini tidak hanya melezatkan masakan, tetapi juga bertindak sebagai pelindung alami tubuh dari berbagai ancaman penyakit. Berikut ini adalah serangkaian manfaat kesehatan yang ditawarkan:

1. Kaya Senyawa Antioksidan untuk Melawan Peradangan

Bawang pre mengandung polifenol, terutama antioksidan jenis kaempferol. Kaempferol terbukti dalam banyak studi mampu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan DNA akibat paparan radikal bebas dan stres oksidatif. Antioksidan ini dapat meredakan peradangan kronis di dalam tubuh, yang merupakan cikal bakal dari banyak penyakit serius seperti diabetes tipe 2, kanker, dan artritis (radang sendi).

2. Mendukung Fungsi Jantung Sehat

Keluarga Allium sudah lama dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular. Kaempferol yang terdapat di dalamnya membantu memproduksi oksida nitrat di dinding pembuluh darah, yang berfungsi melebarkan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi). Selain itu, kandungan folatnya yang tinggi membantu mengontrol kadar homosistein dalam darah. Homosistein yang berlebihan sering dikaitkan dengan peningkatan risiko penyumbatan pembuluh darah atau aterosklerosis.

3. Menjaga Kesehatan Pencernaan Berkat Prebiotik

Kesehatan sistem pencernaan sangat bergantung pada keseimbangan bakteri baik (probiotik) di dalam usus. Bawang pre merupakan sumber prebiotik alami, termasuk di dalamnya terdapat inulin—sejenis serat makanan larut air yang tidak dicerna oleh lambung, melainkan langsung menuju usus besar untuk menjadi “makanan” bagi bakteri baik Bifidobacteria dan Lactobacillus. Mikroflora usus yang sehat akan meningkatkan penyerapan nutrisi, memperlancar buang air besar (mencegah sembelit), dan bahkan memengaruhi kesehatan mental yang lebih baik.

4. Berpotensi Membantu Program Penurunan Berat Badan

Bagi kamu yang sedang berjuang memangkas lemak perut, sayuran ini bisa menjadi teman diet yang sangat baik. Kandungan kalorinya yang sangat rendah, berpadu dengan kandungan air dan serat yang sangat tinggi, dapat menciptakan sensasi rasa kenyang yang bertahan lama di lambung. Hal ini efektif menekan nafsu makan dan mencegah keinginan untuk mengemil makanan tidak sehat di sela-sela jam makan utama.

5. Melindungi Mata dari Penurunan Fungsi akibat Penuaan

Daun bagian hijaunya merupakan tempat bernaungnya lutein dan zeaxanthin—dua jenis antioksidan kuat yang terkonsentrasi di retina mata. Konsumsi lutein dan zeaxanthin dalam jumlah yang memadai dipercaya dapat melindungi mata dari kerusakan akibat paparan sinar biru gawai (gadget) serta mencegah degenerasi makula terkait usia dan terbentuknya katarak.

Studi Terkait

Journal of the National Cancer Institute menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa individu yang secara teratur mengonsumsi sayuran dari keluarga Allium (termasuk bawang pre, bawang putih, bawang merah) memiliki risiko lebih rendah untuk mengembangkan kanker gastrointestinal (lambung dan kolorektal).

Penelitian tersebut menyoroti bahwa senyawa organosulfur yang ada dalam bawang-bawangan bertindak aktif menghambat mutasi sel serta mendorong apoptosis (kematian sel terprogram) pada sel-sel prakanker di saluran pencernaan. Meski tidak bisa digunakan sebagai pengobatan tunggal untuk kanker, konsumsinya merupakan salah satu strategi diet preventif terbaik yang dianjurkan oleh pakar gizi.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2024. Are Leeks Good for You? 10 Emerging Benefits.
WebMD. Diakses pada 2024. Health Benefits of Leeks.
Medical News Today. Diakses pada 2024. What are the health benefits of leeks?
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. The Many Health Benefits of Allium Vegetables.

FAQ

1. Apakah bawang pre sama dengan daun bawang?

Tidak sama. Meski sama-sama dari keluarga Allium dan memiliki daun berwarna hijau dengan batang putih, keduanya sangat berbeda. Bawang pre ukurannya besar, berdaun pipih padat, keras, dan rasanya manis lembut. Daun bawang lebih kecil, daunnya berongga (seperti pipa), teksturnya renyah, dan rasanya tajam menyengat.

2. Apa bagian dari bawang pre yang bisa dimasak dan dimakan?

Secara umum, bagian yang paling disukai dan sering digunakan dalam aneka resep adalah pangkal umbi putih hingga hijau muda yang melengkung. Bagian daun hijau yang terlalu tua (hijau gelap pekat di ujung) cenderung sangat keras dan berserat, sehingga lebih sering diikat lalu direbus ke dalam kuah kaldu tulang murni untuk diambil aromanya saja, kemudian dibuang sebelum disajikan.

3. Apakah bawang pre aman untuk penderita asam urat atau ginjal?

Secara umum bawang pre sangat sehat, namun ia mengandung oksalat meskipun dalam jumlah sedang. Bagi orang yang memiliki riwayat batu ginjal berbasis kalsium-oksalat, konsumsi berlebihan mungkin perlu dibatasi. Sebaiknya konsultasikan asupan gizi harianmu dengan dokter gizi klinis jika memiliki kondisi medis penyerta.

4. Bagaimana cara menyimpan bawang pre agar awet dan tidak cepat busuk?

Jangan mencucinya sebelum disimpan agar kelembapannya terjaga dan tidak mudah membusuk. Cukup potong sedikit akar dan ujung daun yang kering, bungkus sayuran dalam kertas bersih atau plastik berlubang, lalu simpan di laci bawah kulkas (crisper drawer). Dengan cara ini, bawang pre segar bisa bertahan kuat selama sekitar satu hingga dua minggu.