Ad Placeholder Image

Bayi Baru Lahir Tidur Terus, Tak Mau Menyusu? Ini Solusi!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   11 Juni 2026

Bayi Baru Lahir Tidur Terus dan Sulit Menyusu? Ini Solusinya

Bayi Baru Lahir Tidur Terus, Tak Mau Menyusu? Ini Solusi!Bayi Baru Lahir Tidur Terus, Tak Mau Menyusu? Ini Solusi!

DAFTAR ISI


Menghadapi situasi di mana bayi baru lahir tidak mau menyusu bisa menjadi pengalaman yang sangat menegangkan bagi setiap ibu. Breastfeeding atau menyusui bukan sekadar memberikan nutrisi, tetapi juga momen bonding antara ibu dan buah hati. Namun, tidak jarang proses ini menemui hambatan di hari-hari pertama kehidupan si kecil.

Kondisi bayi yang menolak payudara, atau sering disebut dengan nursing strike pada bayi yang lebih besar, pada bayi baru lahir biasanya berkaitan dengan proses adaptasi, teknik pelekatan, atau adanya kondisi medis tertentu yang membuat bayi merasa tidak nyaman saat mengisap. Memahami penyebabnya adalah langkah pertama yang krusial agar kebutuhan nutrisi bayi tetap terpenuhi dan produksi ASI ibu tidak terganggu.

Penting bagi kamu untuk tetap tenang dan tidak menyalahkan diri sendiri. Stres yang berlebihan justru dapat menghambat refleks pengeluaran ASI (let-down reflex). Jika masalah ini berlanjut, sangat disarankan untuk segera melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Nah, mau tahu apa saja faktor penyebab dan bagaimana solusi menghadapi bayi yang enggan menyusu? Berikut ulasannya!

Penyebab Bayi Baru Lahir Tidak Mau Menyusu

Ada berbagai alasan mengapa bayi baru lahir menunjukkan penolakan saat akan disusui. Berikut adalah beberapa faktor yang paling umum ditemukan dalam praktik klinis:

1. Masalah Pelekatan (Poor Latch)

Penyebab paling sering adalah teknik pelekatan yang salah. Jika bayi hanya mengisap ujung puting, ia tidak akan mendapatkan aliran ASI yang cukup. Hal ini membuat bayi frustrasi dan akhirnya berhenti mencoba. Pelekatan yang benar seharusnya melibatkan sebagian besar area areola (bagian gelap di sekitar puting) masuk ke dalam mulut bayi.

2. Bingung Puting (Nipple Confusion)

Jika bayi sudah diperkenalkan dengan botol susu atau dot (pacifier) terlalu dini, ia mungkin mengalami bingung puting. Mekanisme mengisap botol jauh lebih mudah daripada payudara. Saat kembali ke payudara, bayi mungkin menolak karena harus bekerja lebih keras untuk mendapatkan susu.

3. Kondisi Medis pada Bayi

Beberapa kondisi fisik bisa membuat aktivitas menyusu menjadi menyakitkan bagi bayi. Misalnya, adanya tongue-tie (tali lidah pendek) yang membatasi gerak lidah, sariawan mulut (oral thrush), atau infeksi telinga yang menimbulkan tekanan saat bayi mengisap. Hidung tersumbat akibat flu juga bisa membuat bayi sulit bernapas saat menyusu.

4. Efek Obat-obatan Persalinan

Bayi yang lahir dengan bantuan obat pereda nyeri dosis tinggi atau anestesi selama persalinan mungkin akan merasa sangat mengantuk (lethargic) pada 24-48 jam pertama. Hal ini membuat refleks isap mereka menjadi lemah dan mereka lebih banyak tidur daripada menyusu.

5. Aliran ASI yang Terlalu Deras atau Terlalu Lambat

Jika produksi ASI ibu sangat melimpah (oversupply), aliran yang terlalu deras bisa membuat bayi tersedak dan merasa kewalahan. Sebaliknya, jika aliran sangat lambat, bayi yang tidak sabar mungkin akan menolak payudara.

Tips Meningkatkan Kenyamanan Bayi Saat Menyusu
  1. Lakukan skin-to-skin contact sesering mungkin untuk merangsang insting menyusu bayi.
  2. Pastikan hidung bayi tidak tertutup payudara saat menyusu agar pernapasan lancar.
  3. Susui bayi saat ia menunjukkan tanda lapar awal (mengisap jari, menolehkan kepala), jangan tunggu sampai bayi menangis histeris.

Tanda Bahaya yang Perlu Diwaspadai

Meskipun menolak menyusu sesekali bisa dianggap wajar dalam fase adaptasi, kamu harus waspada jika muncul tanda-tanda dehidrasi atau kekurangan nutrisi pada bayi, seperti:

  • Jumlah popok basah kurang dari 6 kali dalam 24 jam (setelah usia 5 hari).
  • Urin berwarna kuning pekat atau terdapat bercak kemerahan (kristal urat).
  • Bayi tampak sangat lemas, mengantuk terus-menerus, dan sulit dibangunkan.
  • Mata cekung dan ubun-ubun tampak melesap ke dalam.
  • Kulit tidak elastis saat dicubit ringan.

Jika kamu melihat tanda-tanda di atas, jangan menunda untuk mencari bantuan medis profesional. Selain memastikan kesehatan bayi, Ibu juga perlu menjaga kondisi fisik agar tetap prima. Kamu bisa beli obat online di Halodoc untuk memenuhi kebutuhan vitamin ibu menyusu atau perlengkapan perawatan payudara agar proses menyusui lebih nyaman.

Cara Mengatasi Masalah Menyusui

Beberapa langkah berikut bisa kamu coba untuk membujuk bayi agar mau kembali menyusu:

1. Ganti Posisi Menyusui

Cobalah posisi yang berbeda, seperti posisi football hold, side-lying (menyusui sambil berbaring), atau laid-back breastfeeding. Kadang posisi tertentu membantu bayi melakukan pelekatan dengan lebih mudah, terutama jika ibu memiliki payudara besar atau puting datar.

2. Perah Sedikit ASI Sebelum Menyusui

Jika payudara terlalu bengkak (engorged), area areola menjadi keras dan sulit bagi bayi untuk melakukan pelekatan. Perah sedikit ASI secara manual agar areola melunak sebelum disodorkan ke mulut bayi.

3. Gunakan Alat Bantu Jika Perlu

Dalam kondisi puting lecet atau datar, penggunaan nipple shield (pelindung puting) atas saran konselor laktasi terkadang membantu sebagai jembatan sementara sampai bayi bisa menyusu langsung dengan baik.

Studi Mengenai Keberhasilan Menyusui Dini

The Journal of Pediatrics menerbitkan studi di tahun 2022 yang menjelaskan bahwa kontak kulit-ke-kulit (skin-to-skin) segera setelah lahir secara signifikan meningkatkan durasi dan keberhasilan menyusui eksklusif. Studi ini menekankan bahwa bayi yang mendapatkan stimulasi sensorik dari ibu lebih cepat mengenali puting dan memiliki refleks isap yang lebih stabil dibandingkan bayi yang dipisahkan segera setelah lahir.

Penelitian lain menunjukkan bahwa intervensi edukasi laktasi pada masa prenatal (sebelum melahirkan) efektif mengurangi angka kejadian bayi menolak menyusu karena ibu sudah memahami teknik pelekatan dasar.

FAQ

1. Berapa lama bayi baru lahir boleh tidak menyusu?

Bayi baru lahir sebaiknya tidak dibiarkan tanpa asupan lebih dari 3-4 jam. Jika bayi tidur terus, kamu harus membangunkannya untuk menyusu guna mencegah hipoglikemia (kadar gula darah rendah).

2. Apakah stres ibu mempengaruhi bayi tidak mau menyusu?

Ya, stres dapat menghambat hormon oksitosin yang berfungsi mengeluarkan ASI. Bayi juga dapat merasakan ketegangan ibu, yang membuatnya merasa gelisah saat digendong untuk menyusu.

3. Apa yang harus dilakukan jika bayi terus menolak payudara?

Tetaplah memerah ASI agar produksi tidak turun dan berikan ASI perah menggunakan sendok atau cup feeder (hindari botol dulu). Segera hubungi konselor laktasi atau dokter spesialis anak.

4. Apakah lidah putih pada bayi bisa jadi penyebab ia tidak mau menyusu?

Benar. Lidah putih akibat jamur (oral thrush) seringkali menimbulkan rasa nyeri atau perih saat bayi mengisap, sehingga bayi cenderung menolak menyusu atau menangis saat mulai mengisap.


Si Kecil Mogok Menyusu? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu merasa khawatir karena si kecil tidak mau menyusu dan bingung harus melakukan apa? Tidak perlu khawatir! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
World Health Organization. Diakses pada 2026. Breastfeeding Recommendations.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Breastfeeding: If your baby won’t latch.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Why Is My Baby Not Nursing?.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Manfaat Pemberian ASI Eksklusif dan Teknik Menyusui yang Benar.
NCBI – PubMed. Diakses pada 2026. Factors affecting breastfeeding initiation and duration.