Ad Placeholder Image

Bayi Berak Darah: Jangan Panik, Pahami Penyebabnya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   11 Mei 2026

Jangan Panik! Bayi Berak Darah, Pahami Penyebabnya

Bayi Berak Darah: Jangan Panik, Pahami PenyebabnyaBayi Berak Darah: Jangan Panik, Pahami Penyebabnya

Penyebab Bayi Berak Darah dan Kapan Harus ke Dokter?

Kondisi bayi berak darah adalah masalah kesehatan yang memerlukan perhatian medis segera. Darah dalam tinja bayi bisa menjadi indikasi adanya berbagai masalah, mulai dari yang ringan hingga serius. Penting bagi orang tua untuk mengenali gejala penyerta dan segera mencari bantuan profesional untuk diagnosis dan penanganan yang tepat.

Apabila mendapati bayi berak darah, disarankan untuk segera memeriksakan kondisi bayi ke dokter. Terlebih jika darah tersebut disertai dengan demam, muntah-muntah, diare yang parah, bayi rewel tidak seperti biasanya, atau adanya tanda-tanda dehidrasi.

Apa Itu Bayi Berak Darah?

Bayi berak darah berarti ditemukan adanya darah pada feses atau tinja bayi. Darah ini bisa terlihat dalam berbagai bentuk, seperti bintik-bintik merah terang, garis-garis darah, bercak darah gelap, atau bahkan feses yang seluruhnya berwarna hitam (melena) jika darah berasal dari saluran pencernaan bagian atas.

Warna dan konsistensi darah dapat memberikan petunjuk awal mengenai lokasi serta penyebab perdarahan. Namun, diagnosis pasti tetap memerlukan pemeriksaan medis oleh dokter spesialis anak.

Kapan Bayi Berak Darah Menjadi Kondisi Darurat?

Meskipun beberapa penyebab bayi berak darah mungkin tidak terlalu serius, ada beberapa tanda bahaya yang mengharuskan orang tua untuk segera membawa bayi ke unit gawat darurat atau dokter. Kondisi ini memerlukan penanganan medis darurat.

Berikut adalah gejala yang menandakan kondisi darurat:

  • Demam tinggi yang tidak kunjung reda.
  • Muntah berulang atau muntah proyektil (menyembur).
  • Diare parah dan terus-menerus.
  • Bayi tampak sangat rewel, lesu, atau tidak responsif.
  • Adanya tanda-tanda dehidrasi, seperti mata cekung, kulit kering, dan kurangnya buang air kecil.
  • Perut bayi tampak bengkak atau terasa keras saat disentuh.
  • Bayi tampak sangat pucat atau mengalami kesulitan bernapas.

Penyebab Umum Bayi Berak Darah

Ada beberapa faktor umum yang dapat menyebabkan bayi berak darah. Memahami penyebab ini membantu dalam menentukan langkah penanganan yang tepat.

Fisura Ani

Fisura ani adalah robekan kecil pada kulit di sekitar anus. Kondisi ini sering terjadi pada bayi yang mengalami sembelit atau susah buang air besar, karena feses yang keras dapat melukai jaringan sensitif di anus saat dikeluarkan. Darah yang muncul biasanya berwarna merah terang dan hanya sedikit.

Alergi Makanan, Terutama Protein Susu Sapi

Alergi terhadap protein dalam makanan tertentu, terutama protein susu sapi, merupakan penyebab umum bayi berak darah. Ini bisa terjadi pada bayi yang mengonsumsi susu formula berbasis susu sapi atau bahkan pada bayi yang disusui jika ibu mengonsumsi produk susu sapi.

Reaksi alergi menyebabkan peradangan pada saluran pencernaan yang kemudian dapat menyebabkan perdarahan ringan. Gejala lain yang mungkin menyertai adalah ruam kulit, muntah, diare, atau bayi rewel setelah makan.

Infeksi Usus (Bakteri atau Virus)

Infeksi pada saluran pencernaan yang disebabkan oleh bakteri (seperti Salmonella, E. coli, Shigella) atau virus (seperti Rotavirus) dapat menyebabkan peradangan serius dan perdarahan. Infeksi ini seringkali disertai dengan diare parah, demam, muntah, dan nyeri perut.

Darah dalam tinja akibat infeksi biasanya bercampur lendir dan dapat menyebabkan kondisi bayi melemah dengan cepat.

Intususepsi

Intususepsi adalah kondisi serius di mana satu bagian usus meluncur masuk ke bagian usus lainnya, mirip seperti teleskop. Kondisi ini menyebabkan obstruksi (penyumbatan) usus dan dapat mengganggu aliran darah ke bagian usus yang terkena.

Gejala intususepsi meliputi nyeri perut yang parah dan datang secara tiba-tiba, muntah, serta feses yang menyerupai “jeli kismis” (bercampur darah dan lendir).

Penanganan Awal Saat Bayi Berak Darah

Ketika bayi berak darah, langkah pertama yang paling penting adalah tetap tenang. Sambil menunggu pemeriksaan medis, pastikan bayi tetap mendapatkan asupan cairan yang cukup.

Jika bayi masih menyusu ASI, teruslah berikan ASI. Jika bayi mengonsumsi susu formula, pastikan bayi minum seperti biasa kecuali ada instruksi berbeda dari dokter. Hindari memberikan obat-obatan tanpa resep dokter.

Pencegahan Bayi Berak Darah

Mencegah bayi berak darah sebagian besar bergantung pada pencegahan penyebab utamanya.

  • Untuk mencegah fisura ani, pastikan bayi tidak sembelit dengan memberikan ASI eksklusif atau susu formula yang sesuai dan memastikan asupan cairan yang cukup jika bayi sudah mengonsumsi makanan padat.
  • Jika diduga alergi makanan, konsultasikan dengan dokter untuk identifikasi alergen dan penyesuaian diet.
  • Menjaga kebersihan yang baik, seperti mencuci tangan sebelum menyiapkan makanan atau setelah mengganti popok, dapat membantu mencegah infeksi usus.

Rekomendasi Medis Halodoc

Kondisi bayi berak darah membutuhkan respons cepat dan tepat. Jangan menunda untuk mencari bantuan profesional. Orang tua dapat menggunakan aplikasi Halodoc untuk berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis anak terpercaya. Dokter akan membantu mendiagnosis penyebab dan memberikan rekomendasi penanganan yang sesuai, termasuk pemeriksaan lebih lanjut jika diperlukan. Melalui Halodoc, mendapatkan informasi medis dan layanan kesehatan menjadi lebih mudah dan cepat.