Ad Placeholder Image

Bayi Gumoh Lewat Hidung? Penyebab dan Cara Mengatasi!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   18 Juni 2026

Bayi Gumoh Lewat Hidung? Ini Penyebab & Cara Atasinya!

Bayi Gumoh Lewat Hidung? Penyebab dan Cara Mengatasi!Bayi Gumoh Lewat Hidung? Penyebab dan Cara Mengatasi!

DAFTAR ISI


Melihat bayi gumoh setelah menyusu adalah hal yang sangat lumrah bagi para orang tua. Namun, situasinya bisa berubah menjadi sangat mengkhawatirkan ketika cairan susu tersebut tidak hanya keluar melalui mulut, melainkan juga menyembur lewat hidung. Fenomena bayi gumoh lewat hidung sering kali membuat orang tua panik karena takut si kecil akan tersedak atau mengalami gangguan pernapasan.

Secara medis, gumoh atau refluks gastroesofagus adalah kondisi ketika isi lambung kembali naik ke kerongkongan. Pada bayi, katup lambung (sfingter esofagus bawah) belum berfungsi dengan sempurna, sehingga cairan susu sangat mudah naik kembali. Mengingat saluran hidung dan tenggorokan bayi saling terhubung di area yang disebut nasofaring, maka sangat mungkin cairan yang naik tersebut keluar melalui jalur hidung.

Penting bagi orang tua untuk memahami bahwa gumoh lewat hidung biasanya bersifat fisiologis atau normal selama bayi tetap aktif, berat badan naik sesuai grafik, dan tidak menunjukkan tanda-tanda sesak napas. Namun, penanganan yang tepat tetap diperlukan untuk menjaga kebersihan jalan napas si kecil dan mencegah iritasi pada mukosa hidung akibat asam lambung.

Nah, mau tahu apa saja pilihan produk kesehatan yang bisa membantu menjaga kenyamanan si kecil saat mengalami kondisi ini? Berikut ulasannya!

Rekomendasi Produk Kesehatan Bayi yang Ampuh

Kenyamanan bayi adalah prioritas utama saat ia sering mengalami gumoh. Selain teknik menyusui yang benar, beberapa produk kesehatan berikut dapat membantu membersihkan saluran hidung dan memberikan rasa hangat pada tubuh bayi agar ia tidak rewel. Kamu juga bisa beli produk kesehatan di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah untuk memenuhi kebutuhan perawatan si kecil.

1. Sterimar Baby Nasal Hygiene 50 ml

Sterimar Baby Nasal Hygiene merupakan larutan isotonik air laut yang diformulasikan khusus untuk membersihkan hidung bayi yang sensitif. Saat bayi gumoh lewat hidung, sisa susu dapat mengendap dan menyebabkan hidung tersumbat atau iritasi. Produk ini bekerja dengan cara mengencerkan lendir dan membilas sisa susu yang terperangkap di saluran hidung.

Kandungan aktifnya adalah 100% air laut alami yang kaya akan mineral dan elemen mikronutrien. Manfaatnya sangat besar untuk menjaga kelembapan mukosa hidung dan memastikan jalan napas bayi tetap bersih tanpa menyebabkan perih atau iritasi karena tekanannya yang sangat lembut.

Dosis dan aturan pakai:

  • Gunakan 2 hingga 6 kali sehari sesuai kebutuhan.
  • Baringkan bayi atau dudukkan dengan posisi kepala miring ke satu sisi, masukkan nozzle ke lubang hidung, tekan perlahan, lalu bersihkan sisa cairan yang keluar.

Produk ini termasuk kategori alat kesehatan yang aman digunakan untuk bayi sejak usia 0 hingga 3 tahun.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Sterimar Baby Nasal Hygiene 50 ml di Toko Kesehatan Halodoc

2. Pure Kids Inhalant Oil 10 ml

Pure Kids Inhalant Oil adalah minyak aromaterapi yang dirancang untuk membantu melegakan pernapasan bayi. Ketika bayi sering gumoh, terkadang pernapasan mereka menjadi agak “grok-grok” karena sisa cairan di area nasofaring. Produk ini mengandung bahan alami seperti Eucalyptus Oil, Cajuput Oil, Clove Oil, dan Juniperberry Oil yang bekerja secara inhalasi.

Manfaat utamanya adalah untuk mengencerkan lendir dan memberikan sensasi lega pada saluran pernapasan atas. Produk ini sangat praktis karena tidak perlu dioleskan langsung ke kulit bayi yang sensitif, sehingga meminimalkan risiko iritasi kulit.

Dosis dan aturan pakai:

  • Teteskan 3-12 tetes pada sapu tangan, bantal, atau wadah air hangat.
  • Letakkan di dekat bayi agar aromanya terhirup secara alami.

Produk ini termasuk golongan alat kesehatan dan aman digunakan untuk bayi sesuai petunjuk penggunaan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Pure Kids Inhalant Oil 10 ml di Toko Kesehatan Halodoc

Tips Mengurangi Risiko Bayi Gumoh
  1. Sendawakan bayi setiap kali selesai menyusu dengan posisi tegak selama 10-15 menit.
  2. Hindari menyusui bayi saat ia menangis kencang untuk meminimalkan udara yang masuk ke lambung.
  3. Posisikan kepala bayi lebih tinggi dari perut saat menyusu (sekitar 30-45 derajat).

3. My Baby Minyak Telon Plus 8 Jam 150 ml

My Baby Minyak Telon Plus adalah minyak perawatan bayi yang sudah sangat dipercaya di Indonesia. Kandungan utamanya adalah minyak kayu putih, minyak adas, dan minyak kelapa, ditambah dengan Citronella untuk perlindungan dari nyamuk. Dalam konteks bayi yang sering gumoh, minyak telon membantu menjaga perut bayi tetap hangat dan mengurangi perut kembung.

Perut yang kembung atau penuh gas dapat meningkatkan tekanan pada lambung, yang memicu terjadinya refluks atau gumoh hingga ke hidung. Dengan penggunaan minyak telon, gas di perut bayi lebih mudah dikeluarkan, sehingga frekuensi gumoh akibat tekanan gas dapat berkurang.

Dosis dan aturan pakai:

  • Oleskan secara merata pada perut, dada, punggung, dan telapak kaki bayi.
  • Gunakan sehabis mandi atau saat cuaca dingin agar tubuh bayi tetap hangat dan nyaman.

Produk ini merupakan produk perawatan kulit bayi yang aman untuk penggunaan sehari-hari.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan My Baby Minyak Telon Plus 8 Jam 150 ml di Toko Kesehatan Halodoc

4. Transpulmin Baby Balsam 10 g

Transpulmin Baby Balsam mengandung ekstrak bunga Chamomile dan Eucalyptol. Produk ini diformulasikan khusus untuk bayi di bawah usia 2 tahun. Saat bayi mengalami gumoh lewat hidung, ia mungkin merasa tidak nyaman pada area dada dan pernapasan. Balsam ini memberikan sensasi hangat yang menenangkan dan membantu melancarkan pernapasan.

Kandungan Chamomile-nya juga berfungsi sebagai agen relaksasi yang membantu bayi tidur lebih nyenyak meskipun sedang mengalami keluhan refluks. Formulanya sangat lembut dan tidak lengket di kulit bayi.

Dosis dan aturan pakai:

  • Oleskan tipis pada dada, punggung, dan leher bayi sebanyak 2-4 kali sehari.
  • Hanya untuk pemakaian luar dan hindari kontak dengan mata atau luka terbuka.

Produk ini termasuk kategori alat kesehatan/perawatan bayi yang aman digunakan secara mandiri.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Transpulmin Baby Balsam 10 g di Toko Kesehatan Halodoc

5. Mama’s Choice Baby Calming Tummy Oil 50 ml

Produk ini merupakan inovasi minyak pijat bayi yang menggabungkan Nutmeg Oil, Lavender Oil, dan Chamomile Oil. Fokus utamanya adalah meredakan gejala kolik dan gangguan pencernaan pada bayi. Nutmeg oil secara tradisional dikenal mampu membantu mengurangi gas di saluran cerna dan meredakan rasa tidak nyaman di perut.

Lavender dan Chamomile memberikan efek menenangkan saraf, sehingga bayi tidak terlalu tegang. Kondisi bayi yang rileks sangat penting untuk mencegah kontraksi otot perut yang berlebihan yang bisa mendorong susu kembali naik ke hidung.

Dosis dan aturan pakai:

  • Gunakan secukupnya untuk memijat lembut perut bayi dengan gerakan I Love You (ILU).
  • Dapat digunakan rutin setelah mandi sore untuk membantu bayi lebih tenang menjelang waktu tidur.

Produk ini bersifat topikal dan aman untuk kulit bayi yang sensitif.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Mama’s Choice Baby Calming Tummy Oil 50 ml di Toko Kesehatan Halodoc

Penyebab Bayi Gumoh Lewat Hidung

1. Anatomi Bayi yang Belum Sempurna

Bayi memiliki ukuran lambung yang sangat kecil, kira-kira hanya sebesar bola pingpong pada usia satu bulan. Selain itu, otot sfingter esofagus bawah (katup antara kerongkongan dan lambung) belum menutup dengan kuat. Hal ini memudahkan cairan susu tumpah kembali ke atas saat lambung sedikit saja terisi penuh.

2. Koneksi Nasofaring

Pada manusia, saluran hidung dan mulut bertemu di area tenggorokan bagian belakang (faring). Pada bayi, jarak antara katup lambung dan faring sangat pendek. Jika tekanan refluks cukup kuat, susu akan naik ke faring dan keluar melalui jalur dengan resistensi terendah, yaitu hidung, terutama jika bayi sedang dalam posisi berbaring telentang.

3. Menelan Terlalu Banyak Udara

Kondisi ini sering disebut aerofagia. Udara bisa masuk ke perut bayi saat ia menyusu terlalu cepat, pelekatan yang salah, atau menyusu lewat botol dot yang alirannya terlalu deras. Udara yang terperangkap di bawah cairan susu akan mendorong susu keluar saat bayi bersendawa atau bergerak.

Cara Tepat Mengatasi Gumoh pada Bayi

1. Merapikan Posisi Menyusu

Pastikan posisi kepala bayi selalu lebih tinggi daripada perutnya. Posisi tegak atau semi-tegak (upright position) memanfaatkan gaya gravitasi untuk menjaga susu tetap berada di dasar lambung. Hal ini sangat efektif mengurangi kemungkinan susu naik ke kerongkongan dan hidung.

2. Memberi Susu dalam Porsi Kecil tapi Sering

Daripada memberikan susu dalam jumlah besar sekaligus yang membuat lambung bayi sangat teregang, cobalah memberikan porsi yang lebih sedikit namun dengan frekuensi yang lebih sering. Lambung yang tidak terlalu penuh akan mengurangi risiko tekanan balik cairan ke atas.

3. Menjaga Bayi Tetap Tegak Setelah Menyusu

Jangan langsung menidurkan bayi setelah ia selesai menyusu. Gendong bayi dalam posisi tegak selama minimal 20-30 menit. Berikan tepukan ringan pada punggungnya untuk membantu pengeluaran udara (sendawa). Jika bayi harus ditidurkan, gunakan bantal khusus bayi yang dapat menjaga posisi kepala sedikit lebih tinggi.

Studi Mengenai Gastroesophageal Reflux pada Bayi

Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa refluks pada bayi (GER) dialami oleh hampir 50% bayi di bawah usia 3 bulan. Studi tersebut menegaskan bahwa gumoh, termasuk yang keluar lewat hidung, adalah fenomena normal yang akan membaik seiring dengan bertambahnya usia dan kematangan sistem pencernaan.

Namun, jika kondisi ini disertai dengan muntah proyektil (menyembur kuat), berat badan tidak naik, atau bayi menolak makan, orang tua disarankan untuk segera melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna menyingkirkan kemungkinan kondisi medis lain seperti stenosis pilorus atau GERD (penyakit refluks gastroesofagus yang lebih serius).

Secara keseluruhan, bayi gumoh lewat hidung bukanlah hal yang berbahaya jika terjadi sesekali dan bayi tetap sehat. Pastikan kamu selalu siap sedia perlengkapan kebersihan hidung dan perawatan tubuh bayi untuk menjaga kenyamanannya. Kamu bisa mendapatkan obat-obatan dan produk kesehatan di atas dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc.

Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc jika gumoh terjadi terlalu sering dan mengganggu aktivitas tidur si kecil.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan terkait si kecil, tapi bingung harus melakukan tindakan apa atau ke dokter spesialis mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

[Halodoc Intelligent Digital Assistant](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Infant reflux: Symptoms & causes.
Healthline. Diakses pada 2026. Why Does My Baby Spit Up Through Their Nose?.
WebMD. Diakses pada 2026. Infant Acid Reflux and GERD.
NCBI – PubMed. Diakses pada 2026. Pediatric Gastroesophageal Reflux Clinical Practice Guidelines.

FAQ

1. Apakah berbahaya jika bayi gumoh lewat hidung?

Biasanya tidak berbahaya dan merupakan kondisi fisiologis normal karena saluran hidung dan mulut yang terhubung. Selama bayi tetap aktif dan berat badan naik, orang tua tidak perlu terlalu khawatir.

2. Apa yang harus dilakukan saat bayi gumoh dari hidung?

Segera angkat bayi ke posisi tegak, bersihkan cairan dari hidung menggunakan tisu atau penghisap hidung khusus bayi seperti Sterimar, dan pastikan ia tidak tersedak.

3. Kapan gumoh lewat hidung akan berhenti?

Sebagian besar bayi akan berhenti mengalami gumoh saat otot sfingter lambungnya menguat, biasanya antara usia 6 hingga 12 bulan, terutama setelah mereka mulai bisa duduk dan mengonsumsi makanan padat.

4. Apakah gumoh lewat hidung sama dengan muntah?

Berbeda. Gumoh keluar secara pasif tanpa paksaan otot perut yang kuat. Sementara muntah biasanya keluar dengan dorongan kuat (proyektil) dan disertai rasa tidak nyaman atau tangisan dari bayi.