Ad Placeholder Image

Bayi Sering Mengejan: Normal atau Perlu Perhatian?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   24 April 2026

Bayi Sering Mengejan? Normal Kok, Ini Cara Mudah Atasinya.

Bayi Sering Mengejan: Normal atau Perlu Perhatian?Bayi Sering Mengejan: Normal atau Perlu Perhatian?

Bayi sering mengejan adalah kondisi umum yang kerap membuat orang tua khawatir. Mengejan merupakan respons alami bayi saat berusaha mengeluarkan tinja atau gas dari saluran pencernaannya. Meskipun seringkali normal, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan bayi mengejan, mulai dari sistem pencernaan yang belum matang hingga kondisi tertentu yang memerlukan perhatian.

Apa Itu Mengejan pada Bayi?

Mengejan pada bayi adalah upaya kontraksi otot perut dan diafragma yang terlihat seperti dorongan kuat, seringkali disertai wajah memerah atau suara rintihan. Aktivitas ini normal terjadi, terutama pada bayi baru lahir yang sistem pencernaannya masih beradaptasi dengan lingkungan di luar rahim. Bayi sedang belajar mengoordinasikan otot-ototnya untuk buang air besar (BAB) atau buang air kecil (BAK).

Mengapa Bayi Sering Mengejan? Penyebab Umum

Berbagai faktor bisa menjadi pemicu bayi sering mengejan. Memahami penyebabnya dapat membantu orang tua dalam memberikan penanganan yang tepat.

  • Sistem Pencernaan Belum Matang. Usus bayi, terutama pada beberapa bulan pertama kehidupannya, masih dalam tahap perkembangan. Mereka belum memiliki koordinasi otot yang sempurna untuk mendorong feses keluar dengan mudah, sehingga memerlukan usaha lebih atau mengejan.
  • Belajar Koordinasi Otot. Bayi baru belajar menggunakan otot perut dan panggul mereka secara bersamaan untuk buang air besar. Proses belajar ini seringkali melibatkan banyak mengejan hingga mereka menemukan ritme yang tepat.
  • Perut Kembung. Gas yang terperangkap dalam saluran pencernaan bayi dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan membuat bayi mengejan untuk mengeluarkannya. Kondisi ini bisa disebabkan oleh cara menyusui yang kurang tepat atau intoleransi terhadap makanan tertentu jika bayi sudah mengonsumsi MPASI.
  • Sembelit. Jika bayi jarang buang air besar dan fesesnya keras, ini menunjukkan sembelit. Kekurangan serat atau cairan dalam asupan bayi dapat memicu kondisi ini, membuat bayi harus mengejan lebih keras untuk BAB.
  • Ketidaknyamanan Lainnya. Bayi juga bisa mengejan karena merasa tidak nyaman seperti kedinginan, terlalu lelah, atau stres. Mengejan dapat menjadi salah satu cara bayi mengekspresikan ketidaknyamanan yang dirasakannya.

Gejala Lain yang Perlu Diwaspadai Saat Bayi Mengejan

Meskipun seringkali normal, ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa mengejan pada bayi mungkin merupakan indikasi masalah kesehatan yang lebih serius. Orang tua perlu waspada jika bayi sering mengejan disertai dengan gejala berikut:

  • Demam. Peningkatan suhu tubuh bayi bisa menjadi tanda infeksi atau kondisi medis lain yang memerlukan perhatian.
  • Feses Berdarah. Adanya darah dalam feses, baik berwarna merah terang maupun gelap, adalah gejala yang tidak boleh diabaikan. Ini bisa menandakan iritasi, infeksi, atau masalah pencernaan lainnya.
  • Tangisan Berlebihan atau Tidak Wajar. Jika bayi tampak kesakitan yang hebat, menangis terus-menerus, atau menunjukkan tanda-tanda ketidaknyamanan yang ekstrem setelah mengejan.
  • Perut Terlihat Membuncit dan Keras. Kondisi ini bisa mengindikasikan penumpukan gas berlebihan atau sembelit parah.
  • Penurunan Nafsu Makan atau Berat Badan. Jika bayi menunjukkan perubahan signifikan dalam pola makan atau tidak mengalami kenaikan berat badan yang normal.

Cara Mengatasi Bayi Sering Mengejan di Rumah

Ada beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan orang tua untuk membantu meredakan kondisi bayi sering mengejan yang normal dan tidak disertai gejala berat.

  • Pastikan Asupan Cairan Cukup. Bagi bayi yang masih ASI eksklusif, pastikan bayi mendapatkan cukup ASI. Jika bayi sudah MPASI, pastikan asupan air putih dan makanan kaya serat mencukupi untuk mencegah sembelit.
  • Bantu Gerak Kaki. Posisikan bayi terlentang dan gerakkan kakinya seperti mengayuh sepeda secara perlahan. Gerakan ini dapat membantu merangsang pergerakan usus dan mengeluarkan gas atau feses yang terperangkap.
  • Pijat Perut Bayi. Lakukan pijatan lembut searah jarum jam di perut bayi menggunakan sedikit minyak bayi. Pijatan ini dapat membantu mengurangi kembung dan melancarkan pencernaan.
  • Mandi Air Hangat. Mandi air hangat dapat membantu merelaksasi otot perut bayi dan meredakan ketidaknyamanan akibat perut kembung atau kesulitan BAB.
  • Periksa Posisi Menyusui. Pastikan posisi pelekatan bayi saat menyusu sudah benar untuk mengurangi jumlah udara yang tertelan, yang dapat menyebabkan kembung.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter Anak?

Jika bayi sering mengejan berlanjut dan tidak membaik dengan penanganan di rumah, atau jika disertai dengan keluhan berat seperti demam, feses berdarah, perut kembung yang parah, atau bayi tampak sangat kesakitan, segera konsultasi ke dokter anak. Dokter dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti dan memberikan penanganan yang sesuai.

Kesimpulan

Mengejan pada bayi adalah fenomena yang umum, seringkali menandakan sistem pencernaan yang sedang berkembang. Namun, penting bagi orang tua untuk mengenali perbedaan antara mengejan normal dan tanda-tanda yang memerlukan perhatian medis. Dengan pemahaman yang tepat dan penanganan dini, sebagian besar kasus bayi sering mengejan dapat diatasi. Jangan ragu untuk memanfaatkan fitur konsultasi di Halodoc untuk mendapatkan saran medis profesional dari dokter anak.