Pahami Posisi Breech: Tips Aman untuk Ibu Hamil

Mengenal Posisi Breech (Sungsang) pada Kehamilan: Jenis, Penyebab, dan Penanganan
Posisi breech atau sungsang adalah kondisi saat bayi dalam kandungan berada dalam posisi tidak ideal untuk persalinan normal, yaitu bokong atau kaki berada di bawah dekat jalan lahir, sementara kepala berada di bagian atas rahim. Meskipun posisi ini umum ditemukan pada awal kehamilan, keberadaannya di usia kehamilan 37 minggu ke atas seringkali memerlukan perhatian medis khusus. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko komplikasi saat persalinan per vaginam.
Apa Itu Posisi Breech (Sungsang) pada Kehamilan?
Posisi breech atau sungsang mengacu pada orientasi janin di mana bagian bokong atau salah satu atau kedua kaki janin menutupi jalan lahir. Ini berkebalikan dengan posisi kepala di bawah yang merupakan posisi paling ideal untuk persalinan normal. Pada tahap awal kehamilan, wajar jika janin sering berubah posisi, termasuk sungsang. Namun, jika posisi ini bertahan hingga mendekati waktu persalinan, sekitar usia kehamilan 37 minggu atau lebih, intervensi medis mungkin diperlukan. Cleveland Clinic menyebutkan bahwa posisi sungsang meningkatkan risiko tertentu jika persalinan dilakukan secara pervaginam.
Jenis-Jenis Posisi Breech (Sungsang)
Ada beberapa jenis posisi sungsang yang dibedakan berdasarkan orientasi bokong dan kaki janin di dalam rahim:
- Frank Breech: Jenis ini adalah yang paling umum terjadi. Pada frank breech, bokong janin berada di bawah, sementara kedua kakinya lurus ke atas mendekati kepala.
- Complete Breech: Pada complete breech, bokong janin berada di bawah dan kedua kakinya terlipat. Posisi ini membuat janin tampak seperti sedang dalam posisi bersila di dalam rahim.
- Footling/Incomplete Breech: Dalam jenis footling atau incomplete breech, satu atau kedua kaki janin berada di bawah. Kaki-kaki ini akan menjadi bagian pertama yang keluar melalui jalan lahir jika persalinan terjadi secara pervaginam.
Penyebab Posisi Breech (Sungsang)
Meskipun seringkali penyebab pasti posisi sungsang tidak diketahui, beberapa faktor risiko dapat meningkatkan kemungkinan janin berada dalam posisi ini. Faktor-faktor tersebut meliputi kelahiran prematur, jumlah cairan ketuban yang terlalu banyak (polihidramnion) atau terlalu sedikit (oligohidramnion), bentuk rahim yang tidak normal, adanya fibroid di rahim, atau kehamilan kembar. Ukuran bayi yang terlalu kecil atau terlalu besar juga dapat memengaruhi posisi janin. Penting untuk mendiskusikan setiap faktor risiko dengan dokter.
Bagaimana Penanganan Posisi Breech (Sungsang)?
Penanganan posisi sungsang bertujuan untuk mengubah posisi janin atau merencanakan metode persalinan yang paling aman. Beberapa opsi penanganan yang umum meliputi:
- External Cephalic Version (ECV): Ini adalah prosedur medis yang dilakukan oleh dokter untuk mencoba memutar posisi janin dari luar perut ibu. Dokter akan menggunakan tangan untuk memberikan tekanan pada perut, mencoba memindahkan kepala janin ke bawah. Cleveland Clinic menjelaskan bahwa prosedur ini perlu dilakukan di fasilitas medis karena memerlukan pemantauan ketat terhadap ibu dan janin.
- Breech Tilt: Beberapa latihan atau posisi tubuh tertentu, yang dikenal sebagai breech tilt, dapat membantu mendorong janin untuk berputar. Namun, setiap metode semacam ini harus selalu dikonsultasikan dan diawasi oleh ahli kesehatan untuk memastikan keamanannya.
- Persalinan Caesar (C-section): Dalam banyak kasus posisi sungsang, persalinan caesar dianggap sebagai pilihan yang lebih aman. Hal ini untuk menghindari risiko cedera atau komplikasi yang lebih tinggi yang dapat terjadi pada bayi dan ibu selama persalinan pervaginam. Keputusan untuk melakukan persalinan caesar biasanya diambil setelah evaluasi menyeluruh oleh dokter.
Risiko dan Komplikasi Posisi Breech (Sungsang)
Persalinan pervaginam dengan posisi sungsang memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan persalinan kepala di bawah. Beberapa risiko dan komplikasi yang dapat terjadi meliputi:
- Cedera saat persalinan: Janin sungsang lebih berisiko mengalami cedera selama proses persalinan pervaginam, terutama pada bagian kepala atau leher.
- Prolaps tali pusat: Kondisi ini terjadi ketika tali pusat keluar sebelum bayi, yang dapat menekan tali pusat dan mengurangi pasokan oksigen ke bayi.
- Kesulitan kepala keluar: Karena kepala adalah bagian terbesar bayi, jika bokong atau kaki keluar terlebih dahulu, kepala mungkin akan sulit keluar dan berpotensi menyebabkan komplikasi.
Karena risiko-risiko ini, persalinan caesar seringkali menjadi pilihan yang direkomendasikan untuk posisi sungsang.
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
Deteksi posisi sungsang biasanya dilakukan saat pemeriksaan rutin kehamilan melalui USG. Jika janin didiagnosis sungsang, terutama saat mendekati waktu persalinan, sangat penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter atau bidan. Dokter akan mengevaluasi kondisi janin dan ibu, serta mendiskusikan pilihan penanganan yang paling sesuai.
Penting untuk mengikuti saran medis dan mematuhi jadwal pemeriksaan yang ditetapkan untuk memantau posisi janin dan merencanakan persalinan yang aman.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai posisi sungsang atau masalah kehamilan lainnya, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan. Melalui Halodoc, dapat membuat janji dengan dokter, bertanya langsung melalui chat, atau mencari informasi kesehatan terpercaya.



