Ad Placeholder Image

Bayi Tak Sendawa Tapi Kentut? Ini Penyebab dan Solusinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   23 Februari 2026

Bayi Tak Sendawa Tapi Kentut? Ini Sebab & Solusinya

Bayi Tak Sendawa Tapi Kentut? Ini Penyebab dan SolusinyaBayi Tak Sendawa Tapi Kentut? Ini Penyebab dan Solusinya

Bayi yang sering kentut tapi jarang bersendawa seringkali membuat orang tua khawatir. Padahal, kondisi ini umumnya normal terjadi pada bayi. Apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Apakah Bayi Tidak Bersendawa Tapi Kentut Itu Normal?

Ya, bayi yang tidak bersendawa tapi sering kentut umumnya adalah hal yang normal. Kondisi ini biasanya terjadi karena sistem pencernaan bayi masih dalam tahap perkembangan. Udara yang tertelan saat menyusu atau menangis, jika tidak keluar melalui sendawa, akan bergerak turun ke usus dan keluar sebagai kentut.

Selama bayi tetap tenang, tidak rewel berlebihan, dan tidak menunjukkan tanda-tanda kesakitan, kondisi ini biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Kentut adalah salah satu cara tubuh bayi untuk mengeluarkan kelebihan gas dalam saluran pencernaan.

Penyebab Bayi Sering Kentut (Tidak Sendawa)

Ada beberapa faktor yang menyebabkan bayi sering kentut meskipun jarang bersendawa, antara lain:

  • Sistem Pencernaan Belum Sempurna: Organ pencernaan bayi masih dalam proses adaptasi untuk mencerna makanan. Proses ini seringkali menghasilkan lebih banyak gas.
  • Menelan Udara (Aerofagia): Bayi dapat menelan udara saat menyusu, terutama jika posisi menyusui kurang tepat, ukuran dot botol tidak sesuai, atau bayi menangis terlalu lama.
  • MPASI Baru: Pengenalan Makanan Pendamping ASI (MPASI) dapat memicu peningkatan produksi gas pada beberapa bayi, terutama saat mencoba makanan baru.

Tips Mengatasi Kembung pada Bayi

Meskipun sering kentut umumnya normal, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi kembung pada bayi:

  • Posisi Menyusui: Pastikan posisi kepala bayi lebih tinggi dari perut saat menyusu. Hal ini membantu mencegah bayi menelan terlalu banyak udara.
  • Sendawakan Berkala: Usahakan untuk menyendawakan bayi setiap kali selesai menyusu dari satu payudara atau setelah minum dari botol.
  • Pijat Perut: Lakukan pijatan lembut pada perut bayi dengan gerakan melingkar searah jarum jam. Gerakan kaki bayi seperti mengayuh sepeda juga dapat membantu mengeluarkan gas.
  • Posisi Tengkurap: Tengkurapkan bayi di pangkuan dengan pengawasan. Posisi ini dapat membantu mengeluarkan gas dari perut bayi.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun sering kentut pada bayi umumnya tidak berbahaya, ada beberapa kondisi yang mengharuskan untuk segera berkonsultasi dengan dokter, seperti:

  • Menangis terus-menerus (kolik) tanpa sebab yang jelas.
  • Perut kembung, keras, dan bayi tampak sangat tidak nyaman atau kesakitan.
  • Muntah berlebihan setelah menyusu.
  • Susah Buang Air Besar (BAB) atau feses keras.
  • Terdapat darah pada feses bayi.

Tanda-tanda tersebut bisa jadi mengindikasikan adanya masalah kesehatan yang lebih serius dan memerlukan penanganan medis segera.

Kesimpulan

Bayi yang tidak bersendawa tapi sering kentut umumnya adalah kondisi normal yang disebabkan oleh sistem pencernaan yang belum sempurna atau karena menelan udara saat menyusu. Namun, jika bayi menunjukkan tanda-tanda ketidaknyamanan atau gejala lain yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan dengan dokter anak di Halodoc untuk mendapatkan penanganan yang tepat.