Ad Placeholder Image

Bayi Tidak Sendawa Setelah Menyusu? Ini Solusinya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   13 Mei 2026

Tenang! Bayi Tidak Sendawa Setelah Menyusu? Coba Ini

Bayi Tidak Sendawa Setelah Menyusu? Ini Solusinya!Bayi Tidak Sendawa Setelah Menyusu? Ini Solusinya!

Bayi Tidak Sendawa Setelah Menyusu? Pahami Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kondisi bayi tidak sendawa setelah menyusu seringkali menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua. Bersendawa merupakan respons alami untuk mengeluarkan udara yang tertelan selama proses menyusu, baik dari payudara maupun botol. Udara yang terperangkap di perut bayi dapat menyebabkan kembung, rasa tidak nyaman, rewel, bahkan kolik.

Meskipun demikian, tidak setiap bayi akan bersendawa setiap kali selesai menyusu. Ada beberapa alasan mengapa hal ini terjadi dan berbagai cara yang bisa dilakukan untuk membantu bayi mengeluarkan gas dari perutnya.

Mengapa Bayi Perlu Bersendawa?

Saat menyusu, bayi cenderung menelan udara bersamaan dengan ASI atau susu formula. Udara ini kemudian terperangkap di dalam saluran pencernaan bayi. Jika tidak dikeluarkan, udara yang menumpuk bisa menyebabkan perut kembung, nyeri, dan rasa tidak nyaman yang membuat bayi rewel.

Proses bersendawa membantu mengeluarkan udara tersebut, sehingga mengurangi risiko masalah pencernaan dan membuat bayi merasa lebih lega. Ini juga dapat membantu mencegah muntah (gumoh) yang berlebihan setelah menyusu.

Penyebab Bayi Tidak Sendawa Setelah Menyusu

Ada beberapa alasan mengapa bayi mungkin tidak bersendawa setelah sesi menyusu, dan ini tidak selalu merupakan tanda masalah serius. Berikut adalah beberapa penyebab yang umum:

  • Bayi tidak menelan banyak udara selama menyusu. Ini bisa terjadi jika pelekatan menyusui sangat baik atau jika bayi minum dari botol dengan dot yang aliran susunya tepat.
  • Bayi sudah mengeluarkan gas melalui kentut. Terkadang, udara yang terperangkap di saluran pencernaan bayi dapat bergerak ke bawah dan keluar dalam bentuk kentut, sehingga tidak perlu bersendawa.
  • Sistem pencernaan bayi masih dalam tahap perkembangan. Beberapa bayi mungkin belum memiliki refleks sendawa yang kuat di usia sangat muda.
  • Posisi menyusu yang kurang tepat dapat membuat bayi menelan lebih sedikit udara, atau sebaliknya, lebih banyak udara yang sulit dikeluarkan.

Cara Mengatasi Bayi Susah Sendawa

Jika bayi susah sendawa dan tampak tidak nyaman, ada beberapa strategi yang bisa dicoba untuk membantunya. Penting untuk mencoba berbagai posisi dan teknik untuk menemukan yang paling efektif bagi bayi:

  • Posisikan Bayi Tegak di Bahu: Gendong bayi dalam posisi tegak dengan kepala bersandar di bahu. Tepuk-tepuk punggungnya secara lembut menggunakan telapak tangan yang sedikit melengkung.
  • Posisikan Tengkurap di Pangkuan: Letakkan bayi tengkurap di pangkuan dengan perutnya melintang di paha. Pastikan kepala bayi sedikit lebih tinggi dari bagian tubuh lainnya. Gosok atau tepuk-tepuk punggungnya dengan lembut.
  • Posisikan Duduk Tegak: Dudukkan bayi di pangkuan, topang dagu dan dadanya dengan satu tangan, lalu tepuk atau gosok punggungnya dengan tangan yang lain. Pastikan posisi tubuh bayi sedikit condong ke depan.
  • Lakukan Pijatan Lembut: Pijat perut bayi secara perlahan dengan gerakan melingkar searah jarum jam. Pijatan dapat membantu gas bergerak di dalam saluran pencernaan.
  • Gerakan Kaki Sepeda: Baringkan bayi terlentang dan gerakkan kakinya seolah-olah sedang mengayuh sepeda. Gerakan ini dapat membantu mengeluarkan gas dari perut bagian bawah.
  • Pastikan Posisi Menyusu Benar: Saat menyusu, pastikan posisi kepala bayi lebih tinggi dari perutnya. Hal ini membantu susu mengalir ke bawah dan udara tetap berada di atas, sehingga lebih mudah dikeluarkan.
  • Sendawakan di Tengah dan Akhir Menyusu: Untuk bayi yang minum banyak atau sering menelan udara, coba sendawakan mereka di tengah sesi menyusu, bukan hanya di akhir.

Kapan Bayi Belajar Bersendawa Sendiri?

Sistem pencernaan bayi akan terus berkembang seiring bertambahnya usia. Kebanyakan bayi akan mulai belajar bersendawa sendiri dan membutuhkan lebih sedikit bantuan dari orang tua saat mencapai usia 4 hingga 6 bulan. Pada usia ini, otot perut dan diafragma mereka menjadi lebih kuat, sehingga lebih mudah mengeluarkan udara tanpa bantuan.

Tanda Bayi Membutuhkan Perhatian Medis

Meskipun bayi tidak sendawa umumnya tidak berbahaya, ada beberapa tanda yang perlu diperhatikan. Konsultasikan dengan dokter jika bayi mengalami kondisi berikut:

  • Bayi tetap rewel dan tidak nyaman meskipun sudah mencoba berbagai cara untuk membantu bersendawa.
  • Muntah terus-menerus atau muntah menyembur setelah menyusu.
  • Mengalami demam bersamaan dengan gejala perut tidak nyaman.
  • Menolak menyusu atau sulit makan.
  • Tidak terjadi peningkatan berat badan yang sesuai dengan usianya.

Gejala-gejala ini mungkin mengindikasikan kondisi medis lain yang memerlukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut dari profesional kesehatan.

Kesimpulan

Bayi tidak sendawa setelah menyusu adalah hal yang umum dan seringkali bukan masalah serius. Berbagai posisi dan stimulasi lembut dapat membantu mengeluarkan udara yang terperangkap. Penting untuk memperhatikan kenyamanan bayi setelah menyusu. Jika kekhawatiran berlanjut atau bayi menunjukkan tanda-tanda sakit seperti rewel yang tidak wajar, muntah terus-menerus, atau demam, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter untuk diagnosis dan penanganan yang tepat. Melalui aplikasi Halodoc, orang tua dapat dengan mudah berkonsultasi dengan dokter anak untuk mendapatkan saran medis yang akurat dan terpercaya.