Ad Placeholder Image

Bayi Tumbuh Gigi Demam 39 Derajat Begini Cara Menanganinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   19 Mei 2026

Bayi Tumbuh Gigi Demam 39 Derajat Yuk Simak Solusinya

Bayi Tumbuh Gigi Demam 39 Derajat Begini Cara MenanganinyaBayi Tumbuh Gigi Demam 39 Derajat Begini Cara Menanganinya

Memahami Kondisi Bayi Tumbuh Gigi Demam 39 Derajat

Proses tumbuh gigi merupakan fase perkembangan alami yang dialami setiap anak. Fase ini sering kali disertai dengan berbagai gejala seperti gusi bengkak, air liur berlebih, hingga perubahan pola tidur. Namun, munculnya fenomena bayi tumbuh gigi demam 39 derajat sering kali memicu kekhawatiran bagi orang tua karena suhu tersebut tergolong cukup tinggi untuk ukuran demam akibat pertumbuhan gigi.

Secara medis, penelitian menunjukkan bahwa proses erupsi gigi atau keluarnya gigi melalui gusi hanya menyebabkan kenaikan suhu tubuh yang sangat ringan. Suhu tubuh anak biasanya tetap berada di bawah 38 derajat Celsius saat gigi mulai muncul. Jika suhu tubuh mencapai atau melampaui 39 derajat Celsius, kondisi ini umumnya tidak lagi berkaitan langsung dengan pertumbuhan gigi semata, melainkan ada faktor kesehatan lain yang sedang terjadi.

Penyebab Suhu Tinggi Saat Bayi Tumbuh Gigi

Kondisi bayi tumbuh gigi demam 39 derajat perlu diwaspadai karena kemungkinan besar dipicu oleh infeksi sekunder. Pada saat tumbuh gigi, bayi sering memasukkan tangan atau benda-benda di sekitarnya ke dalam mulut untuk meredakan rasa gatal pada gusi. Kebiasaan ini meningkatkan risiko masuknya kuman, bakteri, atau virus ke dalam sistem tubuh anak.

Beberapa kemungkinan penyebab medis yang sering menyertai demam tinggi pada periode ini meliputi:

  • Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang ditandai dengan batuk atau pilek.
  • Infeksi virus sistemik yang menyebabkan sistem imun bereaksi dengan menaikkan suhu tubuh secara signifikan.
  • Gangguan pencernaan atau infeksi bakteri seperti tifus, terutama jika disertai gejala lesu dan penurunan nafsu makan yang drastis.
  • Infeksi telinga yang terkadang sulit dibedakan karena anak cenderung menarik-narik telinga saat merasa tidak nyaman di area rahang.

Gejala yang Perlu Diwaspadai Orang Tua

Penting bagi wali untuk membedakan antara ketidaknyamanan biasa akibat gigi dan tanda-tanda penyakit serius. Bayi tumbuh gigi demam 39 derajat yang murni karena erupsi gigi biasanya tidak akan disertai dengan gejala sistemik yang parah. Jika demam tinggi muncul bersamaan dengan tanda-tanda berikut, segera konsultasikan dengan dokter anak:

  • Anak terlihat sangat lemas atau tidak responsif seperti biasanya.
  • Adanya tanda dehidrasi, seperti buang air kecil yang berkurang, bibir kering, atau air mata tidak keluar saat menangis.
  • Muntah yang terus-menerus atau diare yang hebat.
  • Munculnya ruam pada kulit yang tidak hilang saat ditekan.
  • Demam yang tidak kunjung turun setelah pemberian obat penurun panas selama lebih dari 24 jam.

Penanganan Efektif Bayi Tumbuh Gigi Demam 39 Derajat

Langkah pertama dalam menangani kenaikan suhu yang tinggi adalah memastikan kenyamanan anak dan mencegah komplikasi lebih lanjut. Berikut adalah beberapa metode penanganan yang dapat dilakukan di rumah sebelum atau sembari menunggu jadwal pemeriksaan dokter:

Memenuhi kebutuhan cairan sangat krusial untuk mencegah dehidrasi. Berikan ASI atau susu formula lebih sering dari biasanya karena cairan membantu mendinginkan suhu tubuh dari dalam. Selain itu, penggunaan kompres air hangat pada area lipatan ketiak atau selangkangan dapat membantu menurunkan suhu melalui proses penguapan.

Untuk meredakan nyeri pada gusi, penggunaan teether dingin yang telah dibersihkan dapat membantu menenangkan anak yang rewel. Pastikan teether tidak dalam kondisi beku agar tidak melukai jaringan mulut bayi yang sensitif. Hindari memberikan makanan yang terlalu keras atau panas selama periode ini.

Pemberian Obat Penurun Panas yang Tepat

Jika bayi tumbuh gigi demam 39 derajat membuat anak menjadi sangat rewel dan tidak bisa beristirahat, pemberian obat penurun panas menjadi pilihan yang dianjurkan. Paracetamol merupakan jenis obat yang paling umum direkomendasikan oleh praktisi medis untuk menangani demam dan nyeri ringan hingga sedang pada anak-anak.

Salah satu produk yang dapat digunakan adalah Praxion Suspensi 60 ml. Praxion Suspensi 60 ml mengandung zat aktif Paracetamol yang bekerja langsung pada pusat pengatur panas di otak untuk menurunkan suhu tubuh. Selain menurunkan demam, obat ini juga efektif meredakan nyeri gusi yang sering dialami saat bayi tumbuh gigi.

Pemberian Praxion Suspensi 60 ml harus dilakukan sesuai dengan dosis yang tertera pada kemasan atau berdasarkan anjuran dokter, yang biasanya disesuaikan dengan berat badan anak. Penggunaan pipet atau sendok takar yang tersedia di dalam kemasan sangat disarankan guna menjamin akurasi dosis agar pengobatan berjalan efektif dan aman.

Langkah Pencegahan Infeksi Saat Tumbuh Gigi

Mencegah terjadinya komplikasi saat tumbuh gigi memerlukan kebersihan yang ekstra. Pastikan semua benda yang mungkin dimasukkan ke dalam mulut oleh bayi selalu dalam kondisi steril. Mencuci tangan anak secara rutin juga dapat meminimalisir risiko masuknya patogen penyebab penyakit yang memicu demam tinggi.

Pantau secara berkala suhu tubuh menggunakan termometer digital yang akurat. Hindari penggunaan pakaian yang terlalu tebal atau menyelimuti anak secara berlebihan saat demam, karena hal ini justru akan memerangkap panas di dalam tubuh. Gunakan pakaian berbahan katun yang tipis dan mampu menyerap keringat dengan baik.

Rekomendasi Medis Melalui Halodoc

Sebagai kesimpulan, bayi tumbuh gigi demam 39 derajat bukanlah gejala yang umum dan sering kali menandakan adanya infeksi lain yang memerlukan perhatian medis. Meskipun pemberian Praxion Suspensi 60 ml dapat membantu menurunkan suhu dan meredakan ketidaknyamanan, evaluasi dari tenaga medis profesional tetap menjadi langkah utama yang paling aman.

Orang tua dapat memanfaatkan layanan kesehatan di Halodoc untuk melakukan konsultasi online dengan dokter spesialis anak. Konsultasi ini penting untuk memastikan apakah demam tinggi tersebut murni karena faktor lingkungan atau adanya gejala ISPA maupun gangguan kesehatan lainnya. Segera lakukan pemeriksaan fisik jika demam menetap atau kondisi fisik anak semakin menurun demi mendapatkan penanganan yang akurat dan tepat sasaran.