Ad Placeholder Image

Bedah Limpa: Semua yang Perlu Tahu Soal Splenectomy

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   16 April 2026

Splenektomi: Kenapa Limpa Perlu Diangkat?

Bedah Limpa: Semua yang Perlu Tahu Soal SplenectomyBedah Limpa: Semua yang Perlu Tahu Soal Splenectomy

Splenektomi Adalah Prosedur Bedah Pengangkatan Limpa, Ini Penjelasannya

Splenektomi adalah prosedur bedah untuk mengangkat sebagian atau seluruh limpa, sebuah organ penting yang terletak di bagian kiri atas perut. Limpa berperan krusial dalam melawan infeksi dan menyaring sel darah lama atau rusak dari peredaran darah. Operasi ini umumnya direkomendasikan ketika limpa mengalami kerusakan parah, pembesaran abnormal, atau terlibat dalam penyakit tertentu yang tidak dapat ditangani dengan pengobatan lain.

Apa Itu Splenektomi?

Splenektomi adalah tindakan medis berupa operasi pengangkatan limpa. Limpa merupakan organ lunak, berbentuk oval, yang berukuran sekitar kepalan tangan dan terletak di bawah tulang rusuk kiri, di atas perut. Fungsi utamanya melibatkan sistem kekebalan tubuh dan sistem peredaran darah. Limpa bertindak sebagai filter darah, menghilangkan bakteri, virus, dan sel darah merah yang sudah tua atau rusak. Selain itu, limpa juga menghasilkan sel darah putih yang berperan dalam kekebalan tubuh.

Prosedur splenektomi menjadi pilihan terakhir saat limpa tidak lagi berfungsi optimal atau justru membahayakan kesehatan. Keputusan untuk menjalani splenektomi didasarkan pada evaluasi kondisi pasien secara menyeluruh oleh tim medis.

Kapan Splenektomi Diperlukan?

Splenektomi dapat diperlukan untuk mengatasi berbagai kondisi medis serius yang melibatkan limpa. Terdapat beberapa situasi utama yang menuntut prosedur pengangkatan limpa ini.

  • Trauma atau Cedera Limpa Parah
    Kondisi ini paling sering terjadi akibat kecelakaan, seperti benturan keras pada perut bagian kiri. Cedera dapat menyebabkan limpa pecah (ruptur limpa) dan memicu pendarahan internal yang masif. Jika pendarahan tidak dapat dihentikan dengan cara lain, splenektomi adalah tindakan penyelamatan nyawa yang diperlukan.
  • Penyakit Darah Tertentu
    Beberapa penyakit darah kronis dapat menyebabkan kerusakan atau disfungsi limpa. Limpa yang terlalu aktif dapat menghancurkan sel darah sehat secara berlebihan. Contoh penyakit ini meliputi:
    • Anemia sel sabit: Kelainan genetik yang menyebabkan sel darah merah berbentuk sabit dan mudah rusak.
    • Sferositosis herediter: Gangguan genetik yang membuat sel darah merah rapuh.
    • Purpura trombositopenik idiopatik (ITP): Penyakit autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menyerang trombosit.
    • Anemia hemolitik autoimun: Sistem kekebalan tubuh menyerang sel darah merah sendiri.
  • Splenomegali (Pembesaran Limpa)
    Pembesaran limpa abnormal dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, termasuk infeksi, penyakit hati, atau kanker. Limpa yang membesar dapat menyebabkan nyeri, rasa penuh di perut, dan menekan organ lain. Dalam beberapa kasus, splenomegali dapat merusak fungsi limpa atau memicu komplikasi lain yang memerlukan pengangkatan.
  • Kanker yang Melibatkan Limpa
    Limpa dapat menjadi tempat awal atau penyebaran kanker tertentu, seperti leukemia, limfoma, atau kanker yang berasal dari organ lain. Pengangkatan limpa dapat menjadi bagian dari rencana pengobatan kanker untuk menghilangkan sel kanker atau meredakan gejala.
  • Infeksi Parah atau Abses Limpa
    Meskipun jarang, infeksi berat atau pembentukan abses (kantong nanah) di limpa yang tidak merespons pengobatan antibiotik dapat menjadi indikasi untuk splenektomi.

Bagaimana Prosedur Splenektomi Dilakukan?

Prosedur splenektomi dapat dilakukan melalui dua metode utama, tergantung pada kondisi pasien, tingkat keparahan, dan pengalaman dokter bedah.

  • Splenektomi Laparoskopi (Bedah Minimal Invasif)
    Ini adalah metode yang paling umum digunakan saat ini. Dokter bedah membuat beberapa sayatan kecil di perut. Melalui sayatan ini, sebuah tabung tipis dengan kamera (laparoskop) dan instrumen bedah khusus dimasukkan. Gambar dari kamera ditampilkan di monitor, memungkinkan dokter untuk melihat dan mengangkat limpa tanpa membuat sayatan besar. Metode ini umumnya menghasilkan nyeri pascaoperasi yang lebih ringan, bekas luka lebih kecil, dan waktu pemulihan lebih cepat.
  • Splenektomi Terbuka (Bedah Konvensional)
    Metode ini melibatkan satu sayatan besar di perut bagian atas, biasanya di bawah tulang rusuk kiri. Dokter bedah kemudian mengangkat limpa secara langsung. Splenektomi terbuka sering dilakukan dalam kasus darurat, seperti cedera limpa parah dengan pendarahan hebat, atau ketika limpa terlalu besar sehingga sulit diangkat melalui laparoskopi. Waktu pemulihan untuk metode ini biasanya lebih lama.

Pasien akan diberikan anestesi umum sebelum prosedur, sehingga tidak merasakan nyeri selama operasi.

Risiko dan Komplikasi Splenektomi

Seperti halnya prosedur bedah lainnya, splenektomi memiliki beberapa risiko dan potensi komplikasi. Beberapa risiko umum meliputi pendarahan, infeksi pada luka operasi, dan reaksi terhadap anestesi. Risiko spesifik yang terkait dengan pengangkatan limpa meliputi peningkatan risiko infeksi pascaoperasi, terutama infeksi oleh bakteri tertentu yang disebut bakteri berkapsul. Komplikasi lain yang mungkin terjadi adalah pembentukan bekuan darah, kerusakan pada organ di sekitar limpa, dan abses di bawah diafragma.

Pemulihan Pasca Splenektomi

Setelah splenektomi, pasien akan memerlukan periode pemulihan. Lamanya pemulihan bervariasi tergantung pada metode operasi dan kondisi kesehatan umum pasien. Pasien akan dirawat di rumah sakit selama beberapa hari untuk pemantauan dan manajemen nyeri. Setelah keluar dari rumah sakit, pasien akan diinstruksikan untuk membatasi aktivitas fisik berat selama beberapa minggu. Dokter juga akan memberikan saran mengenai perawatan luka dan obat-obatan yang perlu dikonsumsi.

Hidup Setelah Splenektomi

Setelah limpa diangkat, tubuh akan lebih rentan terhadap infeksi karena kehilangan salah satu organ penting dalam sistem kekebalan tubuh. Untuk mengurangi risiko ini, pasien akan menerima vaksinasi tertentu, seperti vaksin pneumokokus, meningokokus, dan Haemophilus influenzae tipe b (Hib). Pemberian vaksin ini biasanya dilakukan sebelum atau segera setelah operasi. Dokter juga mungkin akan merekomendasikan antibiotik profilaksis untuk beberapa waktu setelah operasi atau seumur hidup, tergantung pada individu.

Penting bagi individu yang telah menjalani splenektomi untuk segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala infeksi, seperti demam tinggi atau menggigil. Menginformasikan riwayat splenektomi kepada semua penyedia layanan kesehatan sangat penting.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami gejala yang mengindikasikan masalah pada limpa, seperti nyeri hebat di perut bagian kiri atas, pembengkakan yang tidak biasa, atau gejala penyakit darah seperti mudah memar dan kelelahan ekstrem, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat mencegah komplikasi serius. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin merekomendasikan tes pencitraan atau tes darah untuk mendiagnosis kondisi yang mendasari.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai splenektomi atau kondisi medis lainnya, jangan ragu untuk menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc. Tim medis profesional siap memberikan saran dan panduan yang akurat sesuai kebutuhan.