Ad Placeholder Image

Bedanya Gelato dan Ice Cream, Rasa Mana Jagoanmu?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Juni 2026

Bedanya Gelato dan Ice Cream: Mana Pilihanmu?

Bedanya Gelato dan Ice Cream, Rasa Mana Jagoanmu?Bedanya Gelato dan Ice Cream, Rasa Mana Jagoanmu?

DAFTAR ISI


Siapa yang tidak menyukai kudapan dingin nan manis di tengah teriknya cuaca tropis Indonesia? Gelato dan es krim sering kali dianggap sama oleh banyak orang karena tampilannya yang serupa. Namun, bagi para pencinta kuliner dan mereka yang peduli pada asupan nutrisi, mengetahui perbedaan gelato dan es krim adalah hal yang penting. Keduanya memiliki profil rasa, tekstur, bahkan kandungan kalori yang berbeda secara signifikan.

Memahami kandungan di dalam pencuci mulut ini bukan sekadar soal selera, melainkan juga terkait dengan kesehatan sistem pencernaan dan manajemen berat badan. Bagi sebagian orang, kandungan lemak dan gula yang tinggi dalam makanan penutup bisa memicu masalah kesehatan jika tidak dikontrol. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui apa yang sebenarnya masuk ke dalam tubuh kamu saat menikmati satu scoop sajian dingin ini.

Sebagai platform kesehatan terpercaya, Halodoc ingin memberikan edukasi agar kamu tetap bisa menikmati hobi kuliner tanpa mengesampingkan faktor kesehatan. Artikel ini akan mengupas tuntas perbedaan gelato dan es krim dari sudut pandang bahan baku, proses pembuatan, hingga pengaruhnya terhadap kesehatan kamu.

Nah, mau tahu apa saja perbedaan mendalam serta tips sehat mengonsumsinya? Berikut ulasannya!

Mengenal Karakteristik Gelato

Gelato berasal dari bahasa Italia yang secara harfiah berarti “beku”. Namun, dalam dunia kuliner, gelato merujuk pada jenis hidangan penutup dingin khas Italia yang pembuatannya sangat tradisional dan berbeda dengan produk massal. Gelato dikenal karena teksturnya yang sangat padat, halus, dan rasanya yang sangat intens atau kuat.

Keunikan gelato terletak pada penggunaan lebih banyak susu (milk) dibandingkan krim (cream). Hal ini membuat kandungan lemak mentega (butterfat) pada gelato cenderung lebih rendah, biasanya berkisar antara 4 hingga 9 persen. Selain itu, gelato jarang menggunakan kuning telur sebagai pengental, sehingga rasa asli dari bahan utamanya—seperti cokelat, kacang, atau buah—bisa lebih menonjol tanpa tertutup oleh rasa lemak yang tebal.

Proses pengadukan gelato juga dilakukan secara perlahan (slow-churned). Teknik ini meminimalkan jumlah udara yang masuk ke dalam adonan. Hasilnya, gelato memiliki volume yang padat dan berat. Secara visual, gelato biasanya tidak disajikan dalam bentuk bola sempurna menggunakan scoop es krim bulat, melainkan menggunakan spatula datar untuk mempertahankan tekstur lembutnya.

Mengenal Karakteristik Es Krim

Berbeda dengan gelato, es krim atau ice cream adalah hidangan penutup dingin yang komposisinya didominasi oleh krim dan kuning telur. Sesuai namanya, “ice cream” harus mengandung setidaknya 10 persen lemak susu untuk bisa dikategorikan sebagai es krim secara legal di banyak negara. Tekstur es krim cenderung lebih ringan, “berawan”, dan memberikan sensasi dingin yang lebih tajam di lidah.

Dalam proses pembuatannya, es krim diaduk dengan kecepatan tinggi untuk memasukkan udara sebanyak mungkin. Istilah teknis untuk penambahan udara ini disebut sebagai overrun. Es krim berkualitas komersial bisa memiliki kandungan udara hingga 50 persen dari volumenya. Udara inilah yang membuat es krim terasa begitu ringan dan mudah meleleh di mulut, namun sekaligus membuatnya memiliki tekstur yang kurang padat dibandingkan gelato.

Es krim biasanya disimpan dalam suhu yang sangat dingin, yakni sekitar -18 derajat Celsius atau lebih rendah. Suhu ekstrem ini diperlukan untuk menjaga agar es krim yang kaya akan lemak dan udara tetap stabil serta tidak mudah mencair. Namun, suhu yang terlalu dingin ini kadang bisa membuat lidah sedikit mati rasa sementara, sehingga persepsi rasa pada es krim mungkin tidak sekuat pada gelato.

Perbedaan Mendasar Gelato dan Es Krim

Untuk lebih memudahkan kamu, berikut adalah beberapa poin utama yang membedakan kedua sajian populer ini:

1. Kandungan Lemak

Gelato menggunakan lebih banyak susu, sedangkan es krim menggunakan lebih banyak krim. Hal ini mengakibatkan es krim memiliki kandungan lemak minimal 10% hingga 25%, sementara gelato hanya sekitar 4% hingga 9%. Bagi kamu yang sedang menjaga asupan lemak hewani, gelato bisa menjadi pilihan yang sedikit lebih ringan.

2. Kepadatan Udara (Overrun)

Udara adalah komponen penting dalam es krim untuk menciptakan tekstur yang creamy. Karena diaduk dengan cepat, es krim mengandung banyak udara. Sebaliknya, gelato yang diaduk perlahan hampir tidak memiliki udara tambahan, sehingga terasa jauh lebih padat dan mengenyangkan meski dalam porsi yang sama.

3. Suhu Penyajian

Gelato biasanya disajikan pada suhu sekitar -13 hingga -10 derajat Celsius, sedikit lebih hangat daripada es krim. Suhu ini membuat tekstur gelato tetap lembut (tidak beku keras) dan memungkinkan tunas pengecap di lidah mendeteksi rasa dengan lebih baik. Es krim yang disajikan sangat dingin sering kali menutupi detail rasa karena efek suhu rendah pada saraf sensorik mulut.

4. Bahan Pengikat

Es krim modern sering menggunakan kuning telur atau bahan penstabil (stabilizers) untuk menjaga struktur krim dan lemaknya. Gelato tradisional sangat jarang menggunakan telur, mengandalkan protein susu dan gula untuk menciptakan struktur yang tepat.

Tips Menikmati Kudapan Dingin yang Sehat
  1. Perhatikan porsi agar tidak berlebihan dalam mengonsumsi gula harian.
  2. Pilihlah varian rasa buah asli (sorbet) jika kamu memiliki intoleransi laktosa.
  3. Minumlah air putih setelah makan manis untuk membilas sisa gula di gigi.

Dampak Konsumsi Makanan Dingin bagi Kesehatan

Mengonsumsi makanan dingin seperti gelato dan es krim tentu membawa kebahagiaan tersendiri, namun ada beberapa dampak kesehatan yang perlu diperhatikan. Pertama adalah risiko sensitivitas gigi. Paparan suhu ekstrem yang mendadak dapat memicu nyeri tajam pada mereka yang memiliki enamel gigi tipis atau gigi sensitif.

Kedua, masalah pencernaan. Bagi penderita intoleransi laktosa, konsumsi produk olahan susu dalam jumlah besar dapat menyebabkan kembung, diare, dan kram perut. Selain itu, kandungan gula tambahan yang tinggi dalam es krim komersial dapat memicu lonjakan insulin yang drastis, yang jika sering terjadi, dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dan obesitas.

Jika kamu sering mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan tertentu, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi medis. Kamu bisa konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai kondisi fisikmu.

Selain konsultasi, menjaga ketersediaan vitamin untuk daya tahan tubuh juga penting. Untuk membeli suplemen atau kebutuhan kesehatan lainnya, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun makan es krim atau gelato biasanya aman, ada beberapa kondisi yang mengharuskan kamu mencari bantuan medis:

1. Reaksi Alergi

Jika setelah makan kamu mengalami gatal-gatal, bengkak pada bibir atau tenggorokan, serta sesak napas, segera ke IGD. Ini bisa jadi tanda alergi protein susu atau bahan tambahan lainnya.

2. Masalah Pencernaan Kronis

Apabila setiap kali mengonsumsi produk susu kamu selalu mengalami diare hebat atau mual, dokter mungkin perlu melakukan tes intoleransi laktosa atau pemeriksaan sindrom iritasi usus (IBS).

3. Gigi Sensitif yang Mengganggu

Nyeri yang tidak kunjung hilang setelah terpapar makanan dingin menandakan adanya masalah pada saraf gigi yang memerlukan penanganan dokter gigi.

Studi Mengenai Konsumsi Lemak Susu dan Gula

The Journal of Dairy Science menerbitkan studi di tahun 2018 yang menjelaskan bahwa struktur mikrofisik dari es krim dan gelato, termasuk distribusi lemak dan udara, sangat memengaruhi kecepatan pelepasan rasa di mulut.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa produk dengan kandungan lemak lebih rendah (seperti gelato) mampu memberikan intensitas rasa yang lebih cepat dibandingkan produk tinggi lemak karena lemak cenderung “mengikat” molekul aroma dan memperlambat pelepasannya ke reseptor lidah.

Hal ini mengonfirmasi mengapa gelato sering kali terasa lebih enak dengan porsi yang lebih sedikit. Namun, penelitian lain juga mengingatkan bahwa persepsi “sehat” pada gelato karena rendah lemak jangan sampai membuat orang mengonsumsi gula berlebihan secara tidak sadar.

Secara keseluruhan, baik gelato maupun es krim adalah pilihan yang menyenangkan asalkan dikonsumsi dengan bijak. Selalu perhatikan kondisi tubuh kamu dan jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional jika merasa ada yang salah dengan kesehatanmu setelah mengonsumsi makanan tertentu.

Kamu bisa mendapatkan informasi lebih lanjut atau kebutuhan medis lainnya dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.

FAQ

1. Apakah gelato lebih sehat daripada es krim?

Secara umum, gelato mengandung lebih sedikit lemak daripada es krim. Namun, gelato sering kali memiliki konsentrasi gula yang lebih tinggi untuk menjaga teksturnya tetap lembut tanpa lemak. Pilihan terbaik tergantung pada kebutuhan diet masing-masing individu.

2. Kenapa gelato lebih cepat meleleh dibanding es krim?

Gelato disajikan pada suhu yang lebih hangat dan memiliki kandungan udara yang sangat sedikit. Kurangnya udara dan lemak membuat struktur pendukungnya tidak sekuat es krim, sehingga lebih cepat mencair di suhu ruang.

3. Apakah penderita intoleransi laktosa boleh makan gelato?

Gelato tradisional tetap menggunakan susu sapi sehingga mengandung laktosa. Namun, banyak kedai gelato menyediakan varian berbasis air yang disebut sorbet (sorbetto) yang secara alami bebas laktosa.

4. Apa perbedaan rasa yang paling mencolok?

Rasa gelato biasanya lebih tajam dan langsung terasa di lidah karena suhunya yang lebih hangat dan lemak yang lebih sedikit tidak melapisi lidah. Es krim memberikan sensasi rasa yang lebih lambat namun lebih creamy dan kaya.

Pencernaan Terganggu Setelah Makan Makanan Dingin? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan seperti perut kembung atau gigi sensitif setelah makan hidangan dingin, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

[HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant)](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2026. Gelato vs. Ice Cream: What’s the Difference?.
Food Network. Diakses pada 2026. The Difference Between Ice Cream and Gelato.
Medical News Today. Diakses pada 2026. Nutritional profiles of dairy desserts.
The Spruce Eats. Diakses pada 2026. Gelato vs. Ice Cream: How They Are Made.
Journal of Dairy Science. Diakses pada 2026. Sensory perception and microstructure of frozen desserts.