• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Begini Cara Bikin Kakak-Adik Akur

Begini Cara Bikin Kakak-Adik Akur

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
undefined

Halodoc, Jakarta – Memiliki buah hati yang tumbuh menjadi pribadi yang menyenangkan tentu menjadi idaman dari para orang tua. Namun untuk mewujudkannya tentu tidak mudah, apalagi jika harus mendidik lebih dari satu anak.

Memiliki lebih dari satu buah hati dengan jarak usia yang berdekatan terkadang memang membuat ibu merasa kerepotan. Pasalnya, enggak selalu kakak beradik ini bisa akur satu sama lain. Karena memiliki adik ketika usianya masih “masa bermain” kadang membuat kakak jadi cemburu terhadap perhatian yang tercurah untuk adiknya. Sedangkan, bagi adik yang merasa mendapat perhatian lebih juga merasa dirinya lebih berhak daripada kakak.

Jarak usia lima tahun bagi kakak adik sebenarnya bisa dikatakan ideal. Pasalnya, pada usia ini kakak sudah lebih besar sehingga lebih mudah diberi pengertian mengenai kondisi adik kecil yang lebih butuh perhatian dari dirinya. Tapi ini juga tidak menjamin bahwa kakak beradik ini nantinya akan selalu akur. Ada saja hal yang membuat kakak beradik jadi bertengkar. Mulai dari rebutan mainan, perhatian, atau hanya sekeder saling meledek satu sama lain.

Jadi, apalagi bagi kakak beradik yang hanya terpaut satu atau dua tahun? Tentu saja agar sulit membuat mereka akur kalau mereka memiliki ketertarikan pada benda atau mainan yang sama. Lalu bagaimana ya mengatasinya?

1. Orangtua Jangan Hanya Jadi Penonton

Saat kakak adik sedang bertengkar, posisi orangtua bukanlah sebagai penonton. Bisa jadi pertengkaran kakak adik ini sebenarnya bertujuan untuk mendapatkan perhatian ibu atau ayah, lho. Nah daripada jadi penonton, lebih baik tinggalkan saja kakak beradik yang sedang bertengkar ini. Biarkan keduanya menyelesaikan masalah diantara mereka. Kalau pun orang tua mau ikut bicara untuk menyelesaikan, bersikapkan sebagai Swiss alias netral. Tidak membela satu diantara keduanya namun berusaha untuk mencarikan cara paling tepat agar mereka bisa bernegosiasi.

2. Beri Tahu Cara Bernegosiasi

Memang terdengar sulit, tapi agar lebih mudah ibu bisa mulai dengan meminta anak duduk di kanan dan kiri ibu. Setelah itu, minta agar anak mengungkapkan apa masalah yang membuat mereka bertengkar. Lalu ajak mereka untuk bernegosiasi untuk menyelesaikan masalahnya. Setelah anak makin besar, biarkan keduanya membicarakan mereka sendiri dan ibu atau ayah hanya menjadi moderator saja.

3. Jangan Marah-Marah

Memarahi kakak saja atau memarahi adik saja tidak bisa menyelesaikan masalah. Ini bisa menimbulkan rasa iri dan cemburu yang berlebihan. Bahkan bagi pihak yang dibela akan merasa besar kepala dan justru semakin akan tak mau kalah. Jadi coba amati kenapa keduanya bertengkar dan cobalah bersikap adil tanpa menyakiti keduanya sehingga mereka pun tidak akan berselisih lagi. Perlu diingat juga, meski kakak adik suka bertengkar sebenarnya mereka tidak saling membenci, kok. Mereka bahkan bisa langusng berbaikan hanya dalam beberapa menit saja.

4. Buat Perhatian Mereka Teralihkan

Saat mereka bertengkar, coba buat mereka jadi “sibuk”. Orangtua bisa memberikan pekerjaan pada anak-anak untuk melakukan sesuatu. Jadi mereka akan lupa pada masalah yang membuat mereka bertengkar.

5. Beri Solusi Bukan Pembelaan

Seringkali ada ungkapan bahwa yang lebih tua harus mengalah pada yang muda. Dan pola asuh yang seperti ini justru membuat hubungan kakak adik jadi renggang. Kakak jadi merasa tidak berdaya padahal harusnya dihormati. Sedangkan adik jadi besar kepala dan tiak menghargai keberadaan kakak. Jika kakak adik bertengkar karena memperebutkan sesuatu, janganlah membela salah satunya. Orangtua harus memberikan solusi agar masalah tetap terasa adil bagi anak-anak. Misalnya, saat keduanya berebut mainan yang sama, maka bisa menyarankan bergantian dan bukannya mengalah. Atau ketika berebut makanan, maka minta mereka agar berbagi dan bukannya memberikan semuanya pada kakak atau pada adik saja.

Pola asuh yang tepat pada buah hati dapat membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Jika anak sakit, segera hubungi dokter agar mendapatkan layanan penanganan kesehatan yang tepat, ya. Ibu bisa menggunakan aplikasi Halodoc kapan saja, dimana saja. Dengan Halodoc, dokter bisa dihubungi melalui Video/Voice Calli dan Chat. Selain itu, ibu juga melakukan pemeriksaan laboratorium sesuai dengan rekomendasi dokter apabila diperlukan. Untuk belanja kebutuhan medis seperti suplemen dan vitamin juga bisa langsung dibeli di Halodoc, ya. Pesanan akan langsung diantar dalam satu jam. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play.